Sudah seminggu semenjak perginya pangeran Hong Hui dari istana. Dan selama itu Ying Hua mendapatkan beberapa kali teror. Dalam hatinya muncul rasa penasaran yang kian bertambah. Mulutnya pun gatal ingin berbicara. Namun dirinya mencoba menahan agar tidak melakukan sebuah kesalahan yang fatal.
Seperti saat ini, Ying Hua berjalan setenang mungkin ke arah perpustakaan kerajaan. Berharap bisa menemukan setitik petunjuk di sana. Meski ia yakin hal itu sangat mustahil. Mengingat data diri dari permaisuri pertama sudah tidak ada lagi. Yang mulia yang menyuruh menghilangkan data keluarga permaisuri pertama.
Ying Hua membuka pintu perpustakaan, tak lupa pula kembali menutupnya sepelan mungkin. Cahaya lentera menyambutnya. Bau khas buku yang bercampur sedikit debu memenuhi rongga hidungnya. Ia men