“Jika kau ingin melihat indahnya fajar, maka kau harus melewati gelapnya malam.”
*****
Nader masih terpaku terpesona pada kecantikan Livia. Istrinya itu tak pernah bosan untuk dipandang dan juga meski wajahnya selalu mengingatkannya pada Lissa. Tetapi kali ini nama Lissa sudah lenyap dalam hatinya dan diganti sepenuhnya oleh Livia. Istri tercintanya itu.
“Nader? Kenapa? Apa penampilanku kurang bagus?” tanya Livia melihat kembali penampilannya itu. Apa ada yang salah dengan gaunnya atau dengan wajahnya.
Nader tak menjawab, malah mendekati Livia lalu memeluk pinggangnya. Sengaja mengikis jarak diantara dia dan istrinya itu. “Kenapa kau cantik sekali? Aku takut nanti kau akan diculik pria lain.”
Livia jadi cemberut mendengarnya. “Kalau kau takut. Lebih baik aku ganti pakaian saja dengan