*Setiap orang pasti mempunyai jodoh. Tapi, ya Tuhan, apakah jodohku telah tertukar? Kenapa harus dengan kakak ipar? - Livia Sebbera Vincent.
_______T_T_______
*Dari dulu aku selalu mengalah, tetapi untuk kali ini tidak akan lagi karena dia telah berani mengkhianatiku. Namun, takkan kulepas dia, karena dia hanya milikku. 'She is Mine', tetapi mulai sekarang, akan kubuat hidupnya seperti di Neraka. - Nader Mourinho Alvaro.
_______@_@_______
*Apakah tidak ada kesempatan kedua untukku? Jika ada, maka yang aku inginkan adalah dia kembali kepadaku dan mencintaiku lagi. Tetapi, semenjak dia berubah dan juga hadirnya pria itu di hidupnya. Aku sungguh tak mengenalinya lagi. - Hiro Karezi Merro.
________~_~________
""""SMW""""
Hidup itu seperti sebuah panggung sandiwara. Ada yang mencinta ada pula yang terluka. Ada yang mendamba dan ada pula yang mencela. Semua yang kita jalani memang sudahlah takdir, dan kita pula tak bisa untuk mengubahnya. Tetapi kita hanya bisa menjalaninya.
Inilah kisah seorang gadis yang telah lama terpisah dari kedua orang tuanya. Hilang bukan karena dibuang tetapi karena terpisahkan. Takdir telah memberinya kepahitan, namun takdir pula yang memberinya sebuah kemanisan. Ingatlah, setelah badai berlalu pasti akan ada pelangi, begitu juga sebaliknya. Di balik angin sepoi-sepoi pasti akan ada badai yang menerjang.
Dia tercipta dengan hati yang putih, tetapi dengan hati seperti itu akhirnya terjebak ke dalam sebuah genggaman seorang pria yang sadis dan kejam tanpa bisa melawan. Tetapi di balik sosok kejam itu, Livia baru mengetahui ada sosok lain di dalamnya. Sosok yang berbeda yang tak pernah Livia duga.
Nader Mourinho Alvaro. Di dalam genggaman tangan pria itu, masa depan Livia seolah diremas sampai hancur dan di dalam genggaman tangan itu pula, Livia menyerahkan segalanya.
Bersambung.