Kesalnya Pamela bukan main. Ia sungguh ingin berteriak dan menjambak rambut lelaki yang ada dihadapannya.
Namun tetap saja, Pamela harus lebih bersabar karena pertandingan basket itu jauh lebih penting.
"Kak, ayolah" bujuk Pamela dengan menahan emosinya.
"Hmmpptt" tahan Alsean sedikit menundukkan kepala lalu mengalihkan pandangannya karena tak kuat menahan tawa melihat ekspresi Pamela.
"Alsean!" teriak Pamela yang sudah tak tahan.
"Yah keluar sifat aslinya" ucap Alsean kembali memasang wajah datarnya.
"Huh" tarikan nafas Pamela mencoba mengatur emosinya kembali.
(Tidak, aku harus tetap sabar) pikir Pamela.
"Kak Alsean, ayolah bantu adikmu ini. Memangnya kak Alsean tega kalau adikmu yang cantik ini di permalukan?" tanya Pamela memasang wajah yang menyedihkan.
"Hmmm, baiklah. Tapi a