Hari silih berganti, waktu berjalan sebagaimana mestinya.
Sean dan Alea semakin berumur, namun tidak merubah aura mereka yang cantik dan tampan. Bahkan sekarang kekayaan dan kekuasaan Sean sudah bertambah dan siapapun pasti akan mengetahuinya.
Begitu juga dengan Alsean dan Pamela, anak Sean dan Alea yang mulai beranjak dewasa.
"Kak Alsean jangan larii!!" teriak Pamela yang tengah mengejar Alsean menuruni anak tangga.
Sementara Alea dan Sean, mereka hanya diam melihat pemandangan yang setiap harinya pasti ada saja keributan keributan kecil yang membuat rumah tersebut terasa ramai.
"Ayo kalian berdua harus sarapan dulu" ucap Alea.
"Mom, kak Alsean mengambil pensilku lagi" ucap Pamela mengadu pada Alea.
"Alsean, kamu kan juga punya pensil sendiri" bela Alea.
"Pensilku hilang" balas A