Sontak suara tersebut membuat Dimas segera menoleh ke belakang.
"Mona?" ucap Dimas lalu tak lama ia tersenyum dan memeluk gadis itu dengan erat.
"Jangan pergi, jangan tinggalkan aku" ucap Dimas masih memeluk Mona.
Mata Mona berkaca-kaca hingga tak lama air mata itu jatuh melewati pipinya. Mona tersenyum, ia menangis bahagia dan membalas pelukan Dimas.
"Sejak kapan kamu berani melakukan hal seperti ini padaku?" tanya Dimas melepaskan pelukannya.
"Sejak aku bertemu guru yang hebat"
"Guru? siapa?"
"Kak Alea"
"Ck, dasar. Pantas saja, ternyata kau belajar darinya" balas Dimas menggerakkan tangannya beralih mengusap kepala Mona.
Sedangkan Mona, ia hanya tersenyum dengan sangat manis. Jangan salah, Mona juga sangat cantik. Tidak jauh beda dengan Alea.
"Ayo pulang" ajak Dimas.
"Kemana?"