"Wajahmu sangat mirip dengan lelaki itu." Sambungnya lalu tertawa sumbang.
"Sepertinya memang gue harus nyerah buat dapetin dia, dia benar Langit itu terlalu tinggi" ucap Dara berdiri dengan tubuhnya yang tidak seimbang.
"Jadi segitu aja lo berusaha? jadi lo mau berhenti disaat gue udah mulai buka hati buat lo?" ucap Langit yang bahkan dirinya tidak menyadari telah mengatakan hal itu.
Dara mendongakkan kepalanya, ia menyipitkan matanya dan mencoba mencerna apa yang baru saja lelaki itu katakan.
Namun sayang sekali tiba-tiba perutnya sangat panas dan kepalanya terasa pusing.
"Mbuaahhh" Dara yang muntah karena terlalu banyak minum.
Langit memalingkan wajahnya, harusnya ia tak perlu menjemput wanita ini. Kakinya ingin sekali pergi dari tempat itu namun hatinya berbanding terbalik.
"Dar