Dara pun dibuat senang olehnya karena Langit yang berjalan ke arahnya lebih tepatnya dia berjalan ke arah bu Sisil.
"Iya bu" ucap Langit.
"Kamu bawa kendaran pribadi atau naik kendaraan umum?" tanya bu Sisil.
"Lebih tepatnya saya bawa mobil kakak saya bu" jawab Langit.
"Oh baguslah. Kamu tidak sibukkan?" sambung bu Sisil di jawab gelengan kepala oleh Langit.
"Bagus. Kamu tungguin Dara selesai latihan abis itu anterin dia pulang"
"Tapi bu, baiklah" jawab Langit ketika melihat tatapan bu Sisil yang pasti tidak akan baik jika ia menolaknya.
"Memang pintar" ucap bu Sisil memberikan tas Dara pada Langit.
"Ayo Dara" ajak bu Sisil di jawab anggukan oleh Dara.
"Hati-hati tasnya ada harta karun emas 500 karat" bisik Dara pada Langit.
"Hm" deham Langit.
Dara merasa sangat senang, ia berja