"Sebagai gantinya pulang sekolah, anterin dia pulang." Jelas Mika menunjuk Dara.
"Hm" jawab Langit lalu kembali berlari melanjutkan hukumannya.
"Itu pertanda lo mau yak" teriak Mika tanpa balasan apapun.
Tak mendapat balasan dari Langit berarti itu mengatakan ya. Dan Dara kini tengah kegirangan memeluk sahabatnya hingga melupakan rasa perih yang ada di lututnya. Akhirnya, ini pertama kalinya Langit mengantarkan Dara pulang setelah sekian lamanya.
Setelah selesai menyelesaikan hukuman, anak-anak Batalyon berhamburan menuju kantin, tubuh mereka yang menginginkan air membuat bibi kantin cukup kerepotan.
Rasanya sangat lega dan nyaman kala air yang mereka minum melewati tenggorokannya masing-masing.
"Lang, lo nganterin si Dara pulang?" tanya Arga tiba-tiba.
"Hm" jawabnya.
"Gile lo, di