"Kenapa nangis? apa gue ada salah sama lo?" tanya Alsean yang terlihat khawatir.
"Enggak, aku hanya sedikit takut. Kamu biasanya tidak banyak bicara, tapi kali ini kamu berbicara begitu banyak. Apa aku-"
"Maaf, aku hanya mengkhawatirkan mu. Itu saja" potong Alsean memeluk Acha.
Acha terdiam, haruskah ia membalas pelukan Alsean? rasanya jantungnya saat ini berpacu lebih cepat.
"Alsean" panggil Acha.
"Satu menit, biarkan seperti ini hanya satu menit" timpal Alsean memejamkan matanya dan menghela nafasnya.
Jika saja tadi Alsean terlambat mendorong meja itu, mungkin yang terbentur keras bukan lengan Acha, tetapi kepala Acha. Itu sangat berbahaya, ujung bangku itu cukup tajam. Cukup untuk melukai kepala hingga mengeluarkan darah karena dorongan Raisa yang sangat kuat.
"Hey kalian sedang