"Di ambil orang nanti nyesel" ucap Zidan menyindir Alsean.
Alsean masih tidak peduli, ia terus memandang layar ponselnya menscrool ke atas dan kebawah.
Pandangan Alsean memang melihat pada layar ponsel miliknya. Namun pikirannya berada di tempat lain.
"Aku terima bunga kamu, terimakasih. Tapi untuk pacaran, seperti nya saat ini aku tidak terlalu terburu-buru" balas Acha dengan lembut.
Dodi menghela nafasnya lemas, ia kecewa dengan jawaban yang diberikan oleh Acha.
"Hm baiklah, mungkin aku harus memberimu waktu" balas Dodi beranjak dari posisinya.
Teman-teman Dodi merangkul Dodi dan kembali memberinya semangat, setelah Dodi pergi perlahan para siswa pergi meninggalkan tempat tersebut.
Acha menghembuskan nafasnya lega. Awalnya Acha kira akan sulit mengatasi masalah ini.
Acha melihat