"Kenapa minta maaf? Acha gapapa ko" ucap Acha berjalan menyeimbangi Alsean yang langkahnya jauh lebih cepat dan besar darinya.
"Lupakan yang tadi, gue juga gak tau apa yang gue katakan. Makan permen gulali nya" balas Alsean memperlambat langkahnya saat melihat Acha yang kesulitan menyeimbangkan dengannya.
Acha menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia merasa bingung dengan apa yang Alsean katakan padanya hari ini.
"Mmm ini enak" celetuk Acha yang memilih untuk menjilat permen yang ia genggam.
"Wahh manis sekali"
"Rasanya unik"
"Mmm ini bisa di gigit dan tidak terlalu keras"
"Rasanya sama seperti permen" sambung Acha yang tidak berhenti terus mengatakan bahwa makanan itu enak.
"Itu memang permen Acha" ucap Alsean yang merasa kupingnya hampir rusak karena Acha yang terus mengulang kal