Acha memandang dirinya di pantulan pintu yang dilapisi cermin. Bajunya terlihat kebesaran di tubuh Acha.
"Sudah?" tanya bu Kimia sembari memasukkan ponselnya ke dalam saku.
"Oh ya ampun, kamu lucu sekali, walaupun bajunya kebesaran. Tapi tidak apa-apa, kamu bisa mengecilkan nya nanti"
"Hee iya bu"
"Ayo masuk" ajak bu Kimia.
Acha mengangguk, mereka mulai masuk ke dalam ruang lab.
Sebenarnya Acha sedikit tidak percaya diri dengan penampilannya. Namun harus bagaimana lagi, tidak ada pilihan lainnya. Tidak mungkin juga jika Acha harus mengecilkan pakaiannya sekarang.
"Bekri, kamu jangan asal sentuh benda itu" ucap Bu Kimia.
"Iya bu" balas Bekri menjauh dari benda yang dulu pernah ia pecahkan.
Bekri selalu saja membuat onar di sekolah, namun para guru harus tetap sabar karena ayahnya