Mendengar suara itu Alsean mengangkat kepalanya. Kali ini ia menatap fokus pada Acha yang masih tersenyum kaku.
"Dia? oh namanya Acha" pikir Alsean.
"Dan minggir" ucap Alsean diiringi gerakan kepalanya.
"Lo serius mau nyingkirin gue?" tanya Zidan tak terima.
"Lo tinggal ke belakang sama si Bekri, lagian si Bekri bangkunya juga sendiri" sambung Alsean.
Zidan tak membalasnya, ia masih ingin sebangku dengan Alsean. Bukannya apa-apa, Zidan tak bisa mengerjakan soal jika berjauhan dengan Alsean, karena Zidan selalu menyontek padanya.
Meskipun Alsean penampilan nya tidak rapih, tapi ia cukup pintar bahkan nilainya di atas Raisa. Selain itu, Alsean sering membuat masalah, tetapi para guru tetap menyukainya. Apalagi guru wanita.
"Acha silahkan kamu mau duduk dimana?" tanya Bu Tari.
"Eh ta