Dihari pertama para santri baru datang hari itu santri yg bernama Muhammad Baqhil 'adzim biasa dipanggil Baqhi ini datang dengan penuh semangat walaupun dia sedih berpisah dengan kedua orang tua nya. Kedua orang tuanya Baqhi adalah orang hidup serba di cukup-cukupi untuk hidup. Pekerjaan ayahnya seorang becak dan ibunya pedagang kue basah dan kering, mereka berkerja untuk mensekolahkan anak-anak mereka yang berjumlah 7 anak. Sedangkan Baqhi anak yang paling pertama yang sederhana, tawadhu, penyabar. Iya selalu mengalah dengan adik-adiknya dalam segitu apapun
Pada saat pertama ia datang di pondok pesantren itu ia bersilaturahmi dan meminta air do'a agar ia bisa betah di pondok. Pada saat bersilaturahmi kepada sang kiyai atau biasa dipanggil para santri ABI (Abi Umar). Abi tersenyum melihat Baqhi yg sangat santun. Saat itu Abi Umar bertanya pada Baqhi, "kamu sudah siap menuntut ilmu disini? Menurut ilmu disini harus melepaskan kemewahan di dunia. Apa harus bersyukur makan cuma tempe tahu ikan, mandi ngantri lama harus sabar, lagi tidur enak-enak dibangunin, uang abis tidak bisa jajan dan Setok jajanan kiriman habis ya puasa. Yakin sudah siap menuntut ilmu?" Ujar sang kiyai (Abi Umar)
"Insya Allah siap kayi (kiyai), bismillah. Mohon bimbing Baqhi selama menuntut ilmu di pondok." Dengan cepat Baqhi menjawab pertanyaan sang kiyai.
" Disini kamu harus rajin belajar nya, dengarkan perkataan guru kamu, cari ridho gurumu, dan berkahnya. Harus ta'dzim kepada gurumu, pesan umi sama ayah cuma itu." umi memberikan nasihat pada Baqhi
"Baik umi cintaku yang baik hati." Baqhi Menjawab nasihat uminya dengan rayuan manisnya agar uminya tidak sedih.
"Umi jaga kesehatannya jangan capek-capek, ayah juga ya. Baqhi bakalan rindu banget sama umi ayah , sayang umi ayah" melanjutkan ucapan Baqhi setelah merayu uminya
"Umi bakal jelas kesehatan Umi Ayah di rumah kamu juga harus jaga kesehatan juga ya nggak boleh bandel di sini harus dengerin apa kata kyai dan guru-guru di sini, harus rajin belajarnya jangan malas-malasan dan harus bantuin saya juga dan beres-beres rumah kiyai ya" Umi yang langsung sedih menjawab pertanyaan baqhi
"umi Jangan sedih dong, nanti juga tidak sedih makanya Umi harus ceria juga kayak baqhi, kalau nangis nanti cantiknya ilang loh." Baqhi langsung mengusap air mata uminya dan berusaha merayu Umi agar happy kembali.
"kamu mah umi serius juga! malah diajakin bercanda lihat kamu nuntut ilmu dan berpisah jauh dari umi, kamu jadi sedih" menjawab rayuan baqhi dan sedikit tersenyum karena rayuannya.
melihat mereka bertiga yang sangat rukun Abi langsung tersenyum dan terharu melihat mereka akan berpisah tiba-tiba umi dan ayahnya Baqi langsung menyadari bahwa ada Abi di situ.
"maaf bi kami jadi terharu deh lihat anak yang menuntut ilmu jadi lupa lagi berbincang dengan Abi tadi."umi baqhi meminta maaf karena fokus berbicara anak-anaknya
"ya tidak apa-apa lanjutkan saja"menjawab pertanyaan uminya
"Abi saya titip anak saya di sini jika dia bandel bandel atau tidak nurut dihukum aja Bi saya ikhlas dan ridho anak saya dihukum biar kapok dan tidak mengulanginya lagi" ucap ayah baqhi menitipkan anaknya dipondok
"insya Allah saya akan menitip anak bapak dan ibu dengan baik" Abi langsung menjawab ucapan ayah baqhi
"kalau begitu kami permisi dulu Bi ingin cari kamar untuk baqhi dan merapikan barang-barangnya, kami izin masuk ke asrama ya bi" pamit dan meminta izin memasuki asrama ayahnya baqhi kepada kiyai.
"iya silakan,tapi jika keadaan asrama sepi saja ya karena asrama itu membatasi pria/wanita. Kalau asrama laki-laki hanya untuk laki-laki saja yang bisa masuk dan asrama perempuan hanya perempuan saja" Abi mempersilahkan mereka memasuki asrama dan memperingati aturan yg berlaku dipondok juga.
"baik bi, kami pamit dulu ya bi, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh" mereka pun berpamitan dengan kyainya Baqhi dan bersalaman.
"assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh Abi, baqhi izin beres-beres barang bawaan baqhi dahulu ya bi" baqhi mengucapkan salam dan berpamitan untuk merapihkan barang bawaannya
"wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh" abipun menjawab salam mereka
saat mereka diasrama ada satu pengurus yg melihat bawaan orang tua baqhi dan baqhi banyak, pengurus tersebutpun langsung menolong mereka karena rasa iba nya dan baik hatinya, pengurus tersebutpun selalu dipuji-puji karna kebaikan nya dan juga selalu disenangi banyak orang.
" permisi Bu maaf izin saya bantu membawakan barang-barangnya ke kamar Bu pak" pengurus tersebut izin terlebih dahulu untuk membantu bawakan barang-barangnya
"oh baik nak terimakasih banyak, namamu siapa nak!" umi baqhi langsung ucapkan terimakasih kepada pengurus tersebut
"sama-sama Bu pak, nama saya Rasyid kelas 11 SMA, kalo anak bapak ibu?" menjawab ucapan terimakasih umi baqhi dan langsung menjawab pertanyaan mengenai namanya.
langsung baqhi menjawab ucapan Rasyid " kebetulan sekali aku juga kelas 11 SMA, namaku Baqhi asal bandung, salam kenal". Baqhi menjawab sambil mereka membawa barang-barang yang berat. saat berbincang-bincang pun terasa barang tersebut ringat karena saking fokusnya pembicaraan mereka.
"terimakasih banyak ya Rasy sudah bantu aku dan umi ayah ku, kamarmu ada di mana?" Baqhi pun berterima kasih kepada Rasyid karena sudah membantu membawakan barang-barang nya dan baqhipun langsung bertanya dimana kamarnya Rasyid.
"sama-sama, kamarku ada dipojok, kamar 7 kalo itu main saja kesana tidak usah malu-malu" menjawab pertanyaan baqhi
"baiklah insya Allah setelah aku selesai merapihkan barang ku, kenapa kamu tidak pindah saja ke kamarku?" Baqhi langsung mengusulkan Rasyid untuk pindah kamar dikamar ya Baqhi.
"aku izin dulu ya sama pengurus lainnya dan anak kamarku, kalo diizinin aku pindah setelah selesai solat" Rasyid langsung mikir sebentar, dan menjawab pertanyaan baqhi agar ia izin terlebih dahulu kepada anak kamarnya.
"oke ditunggu" jawab baqhi
"dah.. sampai nanti aku mau bantu yg lain dulu ya." melambai tangan Rasyid kepada baqhi
"dah...."
Baqhi pun langsung masuk kamarnya dan membantu umi dan ayahnya merapihkan barang nya. setelah selesai merapihkan barang barangnya ia pun langsung berpisah karena umi dan ayahnya akan pulang.
"umi sama ayah pamit pulang dulu ya, inget pesan umi sama ayah tadi baqhi" umi berpamitan kepada baqhi dan mengingatkan sekali lagi pesan umi ayahnya.
"siap umiku dan ayah ku yg baik hati" menjawab pertanyaan uminya
"umi jangan kangen sama Baqhi ya, kalo umi kangen nanti Baqhi juga kangen sama umi ayah, do'a baqhi aja dari sana ya biar baqhi nuntut ilmunya lancar" baqhi melanjutkan ucapan Baqhi tadi
" yaudah umi pulang dulu ya assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh" pamit umi dan ayahnya dan tiba-tiba uminya langsung memeluk Baqhi dengan kencang dan menangis sedih.
" jangan sedih mi, baqhi bakal baik-baik saja kok disini, bisa jaga diri baqhi, kiyai juga baikkan sama temen-temen disini juga pada baik sama Baqhi, umi Jangan sedih dong" ujar Baqhi dan mengusap mata uminya dan tiba-tiba ayahnya pun ikutan sedih melihat mereka berdua tetapi menahan untuk tidak nangis.
"ayah jaga umi ya, titip umi disana" baqhi minta permintaan kepada ayahnya.
" ya selalu ayah jagain jaga diri baik-baik ya Baqhi, ayah pergi dulu, ayu mi kita pulang, ikhlasin baqhi nuntut ilmu, biar baqhi juga fokus nuntut ilmunya." menjawab pertanyaan baqhi dan mengajak uminya untuk pulang.
setelah umi dan ayahnya pulang ia pun kembali ke kamarnya. saat masuk kekamar ia dipanggil seseorang ternyata itu teman barunya Rasyid.
"Baqhi!!" panggilnya
"Iya! eh kamu. ada apa?" jawaba baqhi dan bertanya kembali.
" aku tidak bisa pindah sekarang kecuali aku tukeran dengan pengurus dikamarmu. karena tidak ada pengurus nanti nya dikamar ku" cerita Rasyid.
" Oh gitu! ya sudah tidak papa. heheh ketawa kecil untuk menghibur Rasyid" jawab baqhi untuk menenangkang Rasyid.
Tiba-tiba pengurus dikamar baqhi lewat untuk masuk kekamar nya.
" eh! Cid kamu disini? mau ngapain?" tanya pengurus itu kepada Rasyid (acid) pengurus diatasnya kakak kelas dia.
" ini saya ketemu sama dia tadi. niatnya sih mau pindah kesini, yang dikamar saya tidak ada pengurus nya." jawab rasyid
" oh gitu. iya ga bisa pinda kalo gitu, sama tadinya mau pinda kekamar adik ku" ucap pengurus itu kepada Rasyid
"Tukeran saja dengan ku? adik kakak Ahmed kan?!" jawab rasyid
" kok tahu! iya bener." kaget pengurus itu.
" iya saya tahu dia sering cerita kepadaku. kalo kakak, kakaknya." jawab rasyid.
Dipondok itu biasanya suka ngangkat adik-adik an kakak-kakak an biar ada penyemangatnya. aku pun sedikit seneng karena temen baruku baik banget sampai rela pindah demiku untuk sekamar denganku.
" oh ya sudah kalo begitu kita pindah ya sekarang juga" jawab pengurus itu semangat sekali.
akhirnya mereka pun pindah akupun ikut membantu kakak pengurus yg dikamarku tadi kekamar Rasyid. Dan membantu Rasyid juga untuk pindah kekamarku. perpindahan antara Rasyid dan dirinya pun selesai kami menjalankan aktivitas seperti biasa kembali.
adzan Maghrib pun berkumandang. Rasyid dan Baqhi siap-siap berangkat ke masjid untuk sholat berjamaah di masjid terbesar. lantai bawah untuk laki-laki semua. dan perempuan lantai atas. sesekali anak perempuan dan laki-laki bergabung saat solat dan acara perkumpulan lain, seperti muhadoroh, perlombaan Tahfidz, perlombaan pidato, drama dan lainnya. yg menjadi perempuan dan laki-laki digabung dimasjid itu. akan tetapi untuk anak perempuannya tidak lewat dipintu yg sama. iya lewat tangga yang berada diluar samping masjid, dibawah tangga atau disampaikan masjid itu ada tembok gerbang penghalang laki-laki dan perempuan. tetap pengurus laki-laki dan perempuan memantau dari kejauhan agar tidak ada yang melanggar.
yang takjubnya saat rombongan perempuan ramai-ramai datang naik ke masjid membuat baqhi merinding, karena kekompakan nya. sedangkan laki-laki masing-masing datang hanya berdua, bertiga, sepuluh orang untuk bareng ke masjid.
pada saat anak perempuan naik ada sebagian mata perempuan melirik kearah baqhi dan Rasyid. yang mengisyaratkan sesuatu dengan suara seperti disunyikan.rasyid pun tidak tahu. yang iya tahu hanya. '" salamin " saja sambil menunjuk kearah baqhi atau dia. dikarenakan baqhi ada dibelakangnya. Rasyid sepertinya suka kepada teman yg dibelakang orang yang berbicara itu. tiba-tiba perempuan itu buru-buru masuk kedalam karena ramai takut ketahuan orang lain.
" Baqhi tadi dia bicara apa ya..? kedengarannya salamin nunjuk ke belakang cewek itu dan nunjuk ke arah ku. atau kearah mu. aku bingung" tanya Rasyid kepada baqhi.
" aku tidak tidak tahu. mungkin kekamu." kata baqhi padahal dia tahu arah tunjukkan perempuan yang bicara itu kearahnya.
selesai solat isya pun mereka langsung bergegas kembali untuk ngaji keguru yang sudah diatur kelas 11 dengan ustadz abu kelas 12 dengan ustadz Hanaf, kelas 10 dengan ustadz Basyar.
saat ia keluar perempuan yang tadi berbicara seperti itu lagi. yang membuat Rasyid sedikit sadar, seperti nya perempuan yg dibelakang perempuan itu suka dengan baqhi. dan Baqhi pun menarik tangan Rasyid untuk kembali ke kamar untuk siap-siap dan ada pengurus kakak kelas yang melihat mereka berdua sedang berbicara ke arah mana.