Beberapa jam lalu Reyhan membawa Rara ke rumah sakit,Namun dokter yang memeriksa Rara tak kunjung keluar walaupun sudah hampir 3 jam.
"Dokternya becus apa enggak sih,"Gumam Reyhan yang berada di luar Ruangan,ia sangat begitu cemas terhadap Rara.
"Ck,a***y Lama banget sih,"ucap Reyhan yang sedang mondar-mandir di depan ruangan itu,orang-orang yang melihatnya sangat begitu keanehan.
Ceklek,Pintu terbuka Pak Dokter baru saja keluar.
"Gimana keadaan istri saya dok,"Ucap Reyhan.
"Loh,Istrinya?,"ucap dokter.
"Iya,dia istri saya dok,"ucap Reyhan.
"Owh,keadaannya sedang tidak baik-baik saja,butuh waktu yang sangat lama untuk memulihkan kembali keadaannya,mungkin sekitar berminggu-minggu atau berbulan-bulan,"ucap dokter.
"Gak bisa di cepetin dok,"ucap Reyhan.
"Tidak,karna itu tergantung pada pasien sendiri jika,ia kuat pasti akan bertahan dan jika ia tak kuat maka ia pasti kehilangan nyawanya,"ucap dokter,membuat Reyhan terdiam di tempatnya.
"Kalau gitu saya pamit,"ucap dokter di angguki Reyhan.
Reyhan pun masuk kedalam ruangan Rara,ia sangat terkejut karna Rara tidak memakai cadar.
Sungguh ia baru pertamakali melihat Rara tak memakai cadar karna Rara tak pernah lepas dari kain suci tersebut,kulit putih mulus tak ada jerawat sedikit pun bahkan tak ada bekasnya sama sekali.
"Hikss,Pilss Ra kamu bertahan yah demi aku,percaya pasti kamu kuat yah sayang,"ucap Reyhan memeluk Rara yang masih dalam keadaan koma.
"Sangat sedikit kemungkinan kamu hidup sayang,tapi jangan nyerah yah aku percaya kamu pasti kuat dan mau berkorban demi aku kan sayang yah,"ucap Reyhan.
•••
2 Minggu kemudian.
Rara tak kunjung sadar hingga Reyhan terus menangis,laki-laki itu sekarang sangat cenggeng,tak kebayang jika Rara bangun dari komanya mungkin ia akan sangat posesif terhadapnya.
Jari telunjuk Rara bergerak dan tanganya bergerak mengusap Reyhan yang sedang menangis memeluk tangan kecil itu.
"Loh,sayang,"ucap Reyhan sangat bahagia melihat istri kecilnya telah bangun dari komanya.
"Kak aku gak bisa nafas,"ucap Rara yang keberatan.
"Dokter istri saya sudah bangun dari komanya,"ucap Reyhan berteriak saking senangnya.
"Kak,jangan teriak,"ucap Rara.
Dokter pun langsung memeriksa keadaan Rara.
"Udah boleh pulang kan dok,"ucap Reyhan.
"Tidak besok baru bisa pulang,"ucap dokter.
"Kenapa gak sekarang aja dok,"ucap Reyhan.
"Tidak,pasien masih membutuhkan perawatan,"ucap dokter.
Rara sedikit tersenyum melihat Reyhan yang tampaknya kesal.
"Kok ketawa sih,"ucap Reyhan.
"Lagian,kaka sih aneh-aneh aja aku baru sadar masa udah di bolehin pulang,"ucap Rara.
#Bersambung...