malam itu di sebuah jalan besar terdapat seorang wanita muda yang sedang berjalan lesu seorang diri di tengah deras nya hujan , ia menapaki jalan tanpa arah dan tujuan.
tubuhnya yang basah tak ia elakkan ia sembunyikan tangis pilu nya dalam rintik hujan yang mengguyur tubuh nya , sesekali ia merutuk dan memaki tuhan nya seaakan dunia tak memberi nya kesempatan bahagia .
ia tampak seperti orang yang mengalami depresi
beberapa pengendara yang lalu lalang mencoba memperingati wanita tersebut dengan membunyikan klakson akan ia menepi ke pinggir jalan, namun suara bising tak mampu membuat nya sadar dari lamunan
ia terus berjalan tanpa arah, mata nya sudah sembab, isak tangis nya masih terdengar sangat pilu entah apa yang telah ia alami saat itu, ia berjalan sedikit cepat ke tengah jalan dan merentangkan kedua tangan nya berharap akan ada sebuah mobil yang menabrak tubuh mungil nya, seakan doa nya di dengar dari jarak beberapa meter ada sebuah mobil berkecepatan tinggi melaju ke arahnya, dengan mata terpejam santika tetap berdiri dengan masih merentangkan kedua tangan nya dan.
BUGH!!!
CIIIIITTTTTTTT!!!!!!
suara decitan ban yang menggesek ke aspal , wanita tersebut berhasil tertabrak dan tubuh nya terlempar jauh ke sisi jalan kepala nya terbentur trotoar, darah segar mulai keluar dari mulutnya dan tubuh nya mengejang tak lama ia pun tak sadarkan diri.
seseorang yang menabrak wanita tersebut sempat shock dan terpaku menatap dari dalam mobil, namun lamunan nya di buyarkan ketika ada salah satu pengemudi mengetuk kaca jendela samping.
tok,, tok,,,, tok
"keluar mas! tanggung jawab anda, korban sekarat dan tidak sadarkan diri " ucap salah seorang pengendara yang menolong wanita tersebut.
pria itu pun turun dari mobilnya setengah berlari dan melihat kondisi korban yang memang sudah mengeluarkan banyak darah, ia pun meminta bantuan pada kerumunan untuk membawa tubuh wanita tersebut masuk ke dalam mobil nya dan ia pun berbicara akan bertanggung jawab atas keselamatan wanita tersebut sampai pulih.
setelah korban di masukan ke dalam mobil, pria itu langsung menancap gas menuju rumah sakit terdekat, tak lama ia pun sampai di halaman rumah sakit dan segera membopong wanita tersebut masuk ke dalam rumah sakit, beberapa perawat juga menghampiri sambil mendorong bankar dan dengan sigap korban tersebut di bawa menuju ruang UGD guna pemeriksaan lanjut dan pengobatan.
pria tersebut menunggu di depan ruangan dengan gelisah , tangan nya mengusap kasar wajah nya menunggu tentang ke adaan korban tersebut.
tak lama dokter pun keluar dari ruangan dan mencari keluarga korban, namun pria tersebut langsung berdiri dan menanyakan bagaimana kondisi korban.
"bagimana dok kondisi adik saya" ujar pria tersebut.
"anda keluarga korban? " tanya sang dokter.
"iya dok saya kakak nya dan bagaimana kondisi adik saya apakah ada hal yang serius? " ujar pria tersebut.
dokter mengangguk dan menghela nafas dalam" kondisi pasien kehilangan banyak darah dan beruntung stok darah di rumah sakit masih memadai dan untuk beberapa luka sudah kami obati namun benturan keras pada tulang belakang dan tengkorak kepala belakang nya sangat riskan kemungkinan pasien akan mengalami koma beberapa saat " jelas dokter tersebut.
"ah syukur lah yang penting dia masih bisa selamat kan dok? "
"masih tapi menunggu waktu, kita berdoa saja semoga ada keajaiban yang mampu memulihkan nya dalam waktu dekat"
"baiklah kalau begitu saya permisi"
"iya dok Terima kasih "
helaan nafas lega terdengar dari mulutnya seakan beban lepas sedikit di bahu nya, setelah mendengar penjelasan dokter tersebut ia meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.
'hallo lukmaan!!! dimana kamu dan bagaimana tugas mu sudah kau selesai kan belum' sentak orang tersebut melalui panggilan telepon.
'sudah pah dan sekarang aku berada di rumah sakit tadi aku tidak sengaja menabrak orang, dan kondisi nya sangat parah kemungkinan koma dalam beberapa waktu, aku tidak tahu dimana keluarga nya tidak ada identitas' jawab pria tersebut yang menolong korban tadi.
'AAAPAAAA!!!!! BODOH KAU BODOOH SEKALI LUKMAN, KAU TINGGALKAN SAJA DARI PADA NANTI MEMBUAT KU SUSAH' teriak orang tersebut.
'aku tidak mungkin meninggal kan nya karena tidak ada yang menjaga nya sama sekali, papah tenang saja tidak akan terjadi apapun padaku, aku hanya ingin memberi kabar saja ' imbuh pria tersebut dan langsung mematikan sambungan ponsel nya.
ia berjalan kembali ke ruang dimana korban tersebut di rawat, ia melihat di balik jendela pintu ruangan tampak kain kasa telah membungkus di beberapa titik luka, dan juga alat-alat untuk membantu bernafas menempel di tubuh korban, kantung darah serta cairan infus pun masih terpasang rapih.
ia menatap sejenak lalu berbalik, dan kembali duduk di ruang tunggu , sambil menyandarkan punggung nya, ia tampak berfikir tentang siapa korban tersebut dan mengapa dengan sengaja menghadang kendaraan nya di tengah jalan.
'siapa wanita itu, dan kenapa juga dia mesti menghadang ku,,,akan ku cari tahu nanti' batin nya berkata, dan akan mencari tahu tentang wanita yang telah ia tabrak.
sekian menit berlalu ia pun memilih untuk tidur terlelap di bangku ruang tunggu rumah sakit, bau obat obatan serta dingin nya AC tak membuat nya gusar, ia tampak terlelap dalam tidur nya.
hingga tak menyadari jika beberapa perawat berlari menuju ruang igd dengan tergesa-gesa.
code blue!!! code blue!!!! seorang perawat berteriak.
pria itu tersentak kaget saat mendengar perawat berteriak memberikan kode, ia pun segera bangkit dan menghampiri ruangan tersebut namun salah seorang perawat mengahalau nya dan meminta nya untuk tetap menunggu di luar.
tirai jendela pun di tutup rapat tanpa menyisakan celah sedikit pun, ia tampak panik dan gusar akan apa yang terjadi dengan wanita tersebut.
setelah satu jam lama nya para perawat dan dokter keluar dari ruangan tersebut dengan peluh membasahi pelipis, kemudian sang dokter menghampiri pria tersebut.
"kondisi korban sempat kritis dan mengalami kejang hebat namun semua sudah bisa di atasi, dan saat ini pasien sedang beristirahat" ujar sang dokter.
" terimakasih dok atas bantuan nya, semoga adik saya segera pulih kembali " ujar pria tersebut.
dokter pun menganguk sambil tersenyum kemudian berlalu dari hadapan nya, ia kembali mengintip melalui jendela pintu ruangan yang sudah terbuka kembali kali ini ada salah satu perawat khusus yang menunggu nya serta mengecek keadaan nya secara berkala untuk memastikan kondisi pasien tidak mengalami kejang kembali.
kali ini ia berjaga menahan rasa kantuk nya hingga pagi hari.