Penyelidikan Suriah mengeluarkan laporan final tiga bulan setelah keluarga menerima pemberitahuan pertama. Laporan itu mengonfirmasi ketidaksesuaian klasifikasi, kegagalan pemeriksaan lampiran, serta komunikasi yang tidak tersimpan dengan baik. Pemeriksa tidak menemukan bukti cukup untuk menyebut siapa yang sengaja mengubah dokumen. Beberapa saksi tidak lagi hidup; sebagian tidak mengingat detail. Laporan menjelaskan batas-batas tersebut di halaman pertama, bukan menyembunyikannya di catatan kaki.
Maggie menerima tindakan disiplin dan tetap memiliki hak banding. Ia mengajukan tanggapan, tetapi tidak mencabut permintaan maafnya. Grant memerintahkan pelatihan ulang dan persyaratan pengesahan yang lebih ketat. Flak menerima keputusan atas kelalaiannya: ia kehilangan kewenangan untuk menyetujui laporan operasi selama masa peninjauan dan harus mengikuti evaluasi kinerja. Ia tidak menganggapnya sebagai hukuman atas tindakan yang tidak terbukti, tetapi juga tidak menyebutnya tidak adil.
Keluarga menerima laporan melalui penasihat mereka. Daniel meminta satu koreksi pada tanggal dan satu penjelasan tentang istilah “misi pengamatan”. Voss memeriksa dokumen sumber dan mengirim revisi. Ia tidak membatasi permintaan keluarga pada satu putaran. Untuk pertama kalinya, Daniel merasa ia dapat bertanya tanpa harus melewati tiga kantor dan menunggu berbulan-bulan tanpa jawaban.
Di perkara Chow, Tom mengajukan banding atas bagian putusan yang menurutnya melampaui bukti. Jaksa juga memeriksa dakwaan tersisa terhadap orang-orang yang bukti perannya berbeda-beda. Pasha menghadapi konsekuensi atas transaksi yang dapat dibuktikan. Al-Misri tetap berada dalam prosesnya sendiri. Tarek tidak didakwa dalam perkara serangan; wawancara dan catatannya tetap disimpan untuk ditinjau bila muncul bukti baru. Idris menjalani hukumannya dan banding atas aspek hukuman, tanpa menghapus fakta bahwa ia membagikan jadwal.
Tidak ada pengumuman bahwa jaringan telah lenyap. Beberapa saluran pendanaan dibekukan melalui perintah pengadilan, dan dua organisasi kehilangan akses ke kontrak yang digunakan untuk menutupi transaksi. Penyelidik masih menilai catatan lain. Naya menolak menyebut keberhasilan sementara sebagai kemenangan menyeluruh. Ancaman berkurang, tetapi kewaspadaan dan pengawasan hukum tetap berjalan.
Kay menerima tawaran menjadi peneliti pascadoktoral di universitas lain pada musim semi. Keputusan itu miliknya, lahir dari proposal yang ia kirim sebelum semua perkara selesai. Ia dan Flak membicarakan jarak, jadwal, dan apakah hubungan mereka dapat tetap tumbuh. Mereka tidak menjawab dengan janji besar. Kay berkata ia ingin mencoba, tetapi tidak akan membatalkan kesempatan hanya karena takut mereka sulit mengatur waktu. Flak berkata ia tidak ingin menjadi alasan ia mengecilkan hidupnya.
Mereka menyusun cara sederhana untuk menjaga komunikasi: satu panggilan panjang setiap pekan, kabar singkat ketika jadwal berubah, dan ruang bagi masing-masing untuk sibuk. Tidak ada pelacakan atau tuntutan balasan segera. Mereka akan mengunjungi satu sama lain bila memungkinkan dan meninjau ulang rencana setelah beberapa bulan. Kay tetap bertemu pembimbing dan teman-temannya; Flak tetap menghadiri pemeriksaan dan kelasnya.
Pada hari Kay memberikan kuliah tamu terakhir semester itu, Flak duduk di baris belakang. Ia tidak memperkenalkan dirinya sebagai seseorang yang menyelamatkan atau mendukung karier Kay. Ia hanya mendengarkan. Setelah presentasi, para mahasiswa mengajukan pertanyaan tentang model dan asumsi. Kay menjawab dengan mantap, lalu mengakui satu keterbatasan yang masih ingin ia teliti.
Usai acara, Flak memberinya bunga kecil. “Aku senang bisa datang,” katanya.
“Aku juga senang kamu datang,” jawab Kay. “Tapi kamu tidak perlu hadir di semua hal supaya aku tahu kamu mendukungku.”
“Aku tahu.”
Mereka berjalan menuju stasiun. Kay menceritakan rencana pindahnya, termasuk apartemen yang akan ia lihat dan biaya yang perlu dihitung. Flak bertanya apakah ia ingin bantuan memeriksa kontrak. Kay berkata ia bisa menanganinya sendiri, tetapi mungkin ingin pendapatnya setelah membaca. Mereka tetap berbincang tanpa mengubah dukungan menjadi pengambilalihan.
Pada malam terakhir sebelum Kay berangkat menemui calon pembimbing, Flak menyelesaikan catatan pemeriksaan dan mengirimkannya sebelum batas waktu. Ia memberi tahu Kay bahwa ia akan mematikan telepon selama wawancara esok pagi, lalu mengirim pesan ketika selesai. Kay menjawab bahwa ia juga memiliki rapat dan tidak akan menunggu kabar sambil menghentikan harinya. Mereka menyepakati makan malam setelah keduanya kembali.
Hidup mereka tidak berubah menjadi tenang hanya karena tiga bulan telah lewat. Namun keputusan-keputusan berikutnya dibuat dengan lebih banyak kejujuran: soal apa yang diketahui, apa yang belum selesai, dan kapan seseorang perlu memberi kabar kepada orang lain.
Sebelum berangkat, Kay menitipkan kunci cadangan kepada teman sekamarnya dan memastikan dokumen perjalanan tersimpan. Flak menawarkan bantuan mengangkat koper, lalu bertanya apakah ia ingin ditemani ke stasiun atau lebih nyaman berangkat bersama teman. Kay memilih ditemani sampai peron. Ia kemudian mengingatkan Flak bahwa ia punya presentasi daring minggu depan dan tidak bisa berbicara panjang malam itu. Flak menyimpan tanggal tersebut dan berkata mereka dapat menelepon setelah presentasi jika ia masih punya tenaga. Kay tersenyum karena ia tidak perlu menegosiasikan ruangnya. Di stasiun, mereka berbicara tentang hal sederhana: makanan yang harus Kay coba di kota baru dan buku yang ingin mereka baca bersama. Perpisahan tidak mengubah keduanya menjadi tokoh yang menunggu. Mereka hanya membawa hubungan itu ke jadwal yang berbeda, dengan pilihan yang tetap terbuka.
Setelah kereta bergerak, Flak tidak langsung pulang. Ia berjalan ke jalan keluar dan membeli kopi, lalu membaca pesan yang Kay kirim dari tempat duduknya. Mereka menyepakati panggilan singkat malam itu, tanpa mengubahnya menjadi kewajiban bila kereta terlambat. Ia merasa kehilangan kehadiran Kay di kota, tetapi tidak menganggap jarak sebagai pengkhianatan atau ujian yang harus dimenangkan. Hubungan mereka dibangun dari keputusan yang dapat diperbarui, bukan dari janji bahwa tak seorang pun akan berubah. Ketika sampai rumah, ia menaruh jadwal kunjungannya di kalender dan kembali menyiapkan materi ajar. Hidupnya tetap berjalan dengan tanggung jawab dan rasa rindu yang sama-sama nyata.
Kay mengirim foto langit dari jendela kereta, dan Flak membalas dengan gambar halaman kampus yang mulai kosong setelah semester berakhir. Percakapan mereka singkat karena Kay ingin beristirahat. Ia mengucapkan selamat malam lebih dulu, dan Flak tidak meminta satu pesan lagi. Ia meletakkan telepon, menyelesaikan bacaan untuk kelas, lalu tidur. Pagi esoknya akan tetap membawa pekerjaan, tetapi ia tak perlu menganggap jarak sebagai ancaman yang harus dikendalikan.
Sebelum tidur, Flak membuka kalender dan memeriksa tanggal evaluasi kerja. Ia menyiapkan dokumen yang diminta, lalu mengirimkan salinan kepada penasihatnya. Kebiasaan membaca sebelum menandatangani kini terasa melelahkan, tetapi ia memilih meluangkan waktu itu. Pagi berikutnya, ia memberi tahu Kay bahwa jadwalnya tetap sesuai rencana dan bertanya apakah ia sempat beristirahat. Kay menjawab singkat bahwa ia akan tidur sepanjang perjalanan berikutnya. Ia membalas agar ia menikmati waktu tanpa perlu terus melihat layar.