Pemeriksaan terhadap Flak berlangsung di ruangan yang sama, tetapi kali ini tanpa layar besar. Di meja terdapat formulir persetujuan wawancara, salinan laporan final, dan daftar pertanyaan. Helen Voss menjelaskan bahwa ia dapat meminta jeda atau koreksi pada transkrip. Flak membaca setiap halaman sebelum menandatangani.
Pertanyaan pertama menyangkut tanggal ia menerima ringkasan. Ia mengingatnya sebagai akhir pekan, tetapi catatan kalender menunjukkan hari kerja. Voss tidak memaksa ingatan yang samar menjadi fakta. Mereka menandai tanggal tepat sebagai belum dapat dipastikan sampai surel lama dan arsip komunikasi diperiksa.
“Apakah ada tekanan untuk menyetujui laporan?” tanya Voss.
“Bukan tekanan langsung,” jawab Flak. “Ada tenggat. Ada keinginan menyelesaikan pekerjaan. Saya tahu itu bukan pembenaran. Saya bisa meminta lampiran, menunda tanda tangan, atau mengirim pertanyaan. Saya memilih tidak melakukannya.”
“Apakah ada seseorang yang meminta Anda menghilangkan nama korban?”
“Tidak yang saya ingat. Saya tidak akan menyatakan tidak pernah hanya karena saya tidak mengingat percakapan tertentu.”
Voss mencatat jawaban itu. Mereka tidak mengisi kekosongan dengan dugaan. Flak menyerahkan catatan pribadinya yang masih relevan, termasuk halaman yang menunjukkan ia pernah menulis “pastikan klasifikasi” setelah menerima laporan. Catatan itu tidak membuktikan ia telah memastikan apa pun. Ia justru menandai pertanyaan yang tidak pernah ia kejar.
Maggie masuk untuk sesi terpisah setelahnya. Ia menyatakan bahwa ia meneruskan ringkasan dan mengulang istilah “kecelakaan latihan” kepada beberapa pejabat. Ia tidak ingat melihat versi lapangan. Ia menyetujui pencarian arsip surel dan kalendernya, termasuk komunikasi yang mungkin memperjelas siapa yang mengirim ringkasan. Penasihatnya meminta proses dilakukan melalui prosedur internal, bukan melalui salinan informal.
Grant menghadiri sesi peninjauan setelah kedua wawancara. Ia meminta Voss menyampaikan konsekuensi yang mungkin terjadi. Voss mengatakan pemeriksaan belum mencapai rekomendasi disiplin. Ada pertanyaan tentang tata kelola, rantai persetujuan, dan kegagalan menyimpan lampiran. Setiap orang akan diberi kesempatan menanggapi temuan sebelum keputusan dibuat.
Grant bertanya apakah temuan akan dipublikasikan. Voss menjelaskan bahwa sebagian ringkasan akan disampaikan kepada keluarga dan pengawas yang berwenang; rincian sensitif akan melalui tinjauan hukum. Ia tidak menjanjikan seluruh arsip bisa dibuka kepada umum. Kelly mengingatkan bahwa transparansi yang dijanjikan harus sesuai batas perlindungan, bukan slogan.
Di luar ruangan, Maggie berhenti di dekat Flak. “Saya seharusnya memeriksa laporan itu,” katanya. “Saya terlalu lama mengandalkan ringkasan yang cocok dengan apa yang ingin saya percaya: bahwa persoalan sudah selesai.”
Flak memandangnya. “Saya melakukan hal yang sama.”
“Bukan berarti tanggung jawab kita sama dalam setiap hal.”
“Benar. Tapi saya tidak ingin menggunakan kegagalanmu untuk menghindari bagian saya.”
Maggie mengangguk. Mereka tidak berdamai dengan satu kalimat. Mereka hanya sepakat mengirim semua dokumen melalui Voss dan tak menyelaraskan ingatan sebelum wawancara berikutnya.
Naya membantu tim pemeriksa membuat peta dokumen, bukan peta pelaku. Ia menandai tiga versi laporan dan waktu masing-masing diterima. Satu entri tak memiliki tanda penerimaan. Baris itu tetap kosong, meskipun Grant bertanya apakah ada dugaan siapa yang menghapusnya. Naya menjawab bahwa ketiadaan tanda bukan bukti seseorang sengaja menghapusnya.
Sore itu, Kay mengirim pesan bahwa proposalnya diterima untuk presentasi di seminar fakultas. Flak membalas selamat dan bertanya apakah ia ingin merayakannya akhir pekan. Kay menjawab ia akan menentukan setelah jadwal bimbingan. Ia tidak mengubah kabar baiknya menjadi penghiburan untuk Flak, dan Flak tidak mengubah pemeriksaan menjadi pusat hidupnya.
Mereka bertemu untuk makan sederhana malam berikutnya. Kay menceritakan revisi risetnya, lalu bertanya bagaimana keadaan Flak. Ia menjawab dengan jujur: ia merasa malu, tetapi masih mampu bekerja. Kay mendengarkan, lalu berkata ia berharap ia tetap mengikuti proses dan tidak menyamakan tanggung jawab dengan menghukum diri tanpa batas.
“Saya tidak tahu seperti apa tanggung jawab yang cukup,” ujar Flak.
“Barangkali bukan kamu yang menentukan cukupnya sendirian,” kata Kay. “Dengarkan keluarga, pemeriksa, dan orang yang berhak menilai. Kamu tetap bisa memilih tidak berbohong.”
Flak menyimpan kalimat itu. Pada malam yang sama ia mengirim tambahan kronologi kepada Voss, membedakan ingatan dari catatan tertulis. Ia tidak menghapus bagian yang membuatnya tampak lalai. Saat menekan tombol kirim, ia tidak merasa menjadi lebih baik. Namun ia berhenti mencoba membuat kisah yang nyaman untuk dirinya sendiri.
Kelly meminta agar keluarga mendapat salinan surat sebelum pernyataan umum apa pun dibuat. Daniel setuju dengan syarat surat itu tidak menyamarkan ketidakpastian di balik bahasa hukum. Voss menyetujui bahwa ringkasan untuk keluarga akan memakai kalimat langsung dan menjelaskan istilah teknis dalam lampiran terpisah. Mereka menetapkan tanggal pembaruan berikutnya, meskipun hasil pemeriksaan belum tentu berubah.
Sebelum keluarga pulang, Daniel meminta nomor telepon yang bisa dihubungi bila muncul ingatan atau dokumen baru. Kelly memberikan kontak penghubung resmi dan menjelaskan jam layanan, termasuk cara menyampaikan informasi tanpa harus berbicara langsung dengan tim yang sama. Sepupunya bertanya apakah mereka boleh membawa ringkasan kepada wartawan. Voss menjawab bahwa keluarga bebas membagikan salinan yang mereka terima, dengan catatan beberapa bagian telah disunting untuk melindungi data pihak ketiga. Tidak ada ancaman tentang kerahasiaan atau tekanan agar mereka diam. Daniel berkata bahwa ia belum tahu apakah ingin berbicara di depan publik. Ia hanya ingin pilihannya tetap berada di tangannya. Maggie menyetujui. Pertemuan itu berakhir dengan daftar tindakan yang dibawa kedua pihak, bukan dengan foto atau pernyataan bersama. Ketika keluarga melangkah keluar, Kelly menunggu sampai mereka sendiri meminta bantuan menuju lift. Ia tahu perhatian yang tulus juga berarti tidak menganggap setiap orang membutuhkan pendamping.
Maggie meminta salinan transkripnya sendiri dan menandai dua bagian yang harus ia verifikasi lewat surel lama. Ia tidak mengubah jawaban berdasarkan dugaan; ia akan mengirim koreksi terpisah jika menemukan sumber. Voss mencatat permintaan itu dan menetapkan tenggat, sehingga pemeriksaan tetap bergerak tanpa mencampur ingatan dengan bukti.
Flak menerima salinan itu dan tidak mencoba mencari cara untuk memengaruhi kesimpulan. Ia menyiapkan diri menjawab pertanyaan lanjutan, sekalipun jawabannya mungkin tidak berubah.