Tiga hari kemudian, ahli bahasa meminta sampel yang lebih panjang. Tim memperoleh salinan pesan lama melalui jalur resmi dan mengulang pemeriksaan. Hasilnya tetap belum konklusif, tetapi pola kalimat pada pesan baru memiliki kemiripan dengan surel yang pernah dipakai Tom. Ahli itu menulis bahwa identifikasi penulis memerlukan bukti tambahan.
Kelly menyampaikan hasil kepada Flak. “Aku tahu kau ingin bertanya apakah ini Tom.”
“Aku ingin tahu. Tapi hasilnya belum mengatakan itu.”
“Benar.”
William menemukan bahwa pesan baru dikirim dari akun sekali pakai yang tidak terhubung dengan identitas nyata. Ia tidak menelusuri cara pembuatannya; tim hanya mencatat bahwa informasi pemilik tidak tersedia dari sumber yang diperiksa. Kelly meminta otorisasi hukum untuk meminta data penyedia, tetapi mereka tidak tahu apakah data tersebut masih ada.
Malam itu, Flak mendapat pesan kedua. Isinya lebih panjang: “Mereka menyebut kami korban kecelakaan, lalu berhenti mengingat nama kami. Kau menandatangani apa yang mereka berikan.” Tidak ada nama. Flak segera menyerahkan perangkat kepada Maggie dan Kelly. Ia tidak membalas.
Naya membaca isi pesan setelah petugas menyalinnya. Ia mengatakan kata “mereka” tidak jelas dan tidak boleh dihubungkan dengan Grant atau Maggie tanpa konteks. Flak setuju. Ia merasa kalimat itu menyentuh rasa bersalahnya, tetapi tidak membuktikan siapa yang menulis.
Maggie meninjau laporan lama dan menemukan bahwa keluarga personel memang diberi pemberitahuan bahwa tim tewas dalam kecelakaan latihan. Ia mengakui laporan itu menjadi bagian dari sistem yang menutup pertanyaan. “Aku menerima ringkasan dan membiarkan keluarga menerima jawaban yang belum kuperiksa,” katanya.
Flak bertanya apakah ia merasa pesan itu benar. Maggie menjawab bahwa sebagian kalimatnya menggambarkan akibat nyata, tetapi pengirim tetap belum teridentifikasi dan pesan itu tidak menjelaskan siapa yang mengubah dokumen. “Rasa sakit bisa benar meski penafsirannya belum lengkap.”
Kelly meminta agar isi pesan tidak dipublikasikan. Ia akan membandingkan dengan surat lama Tom jika pengacara dan prosedur mengizinkan. Flak menyerahkan surat itu sebagai sampel. Ia tidak membaca ulang isinya; ia tahu beberapa kalimat masih melekat di ingatannya.
Konselor internal berbicara dengan Flak selama satu sesi. Mereka membahas rasa bersalah, kemarahan, dan cara menghentikan kerja saat ia mulai mengulang pesan. Catatan sesi tidak diserahkan kepada Maggie. Flak merasa sedikit canggung menerima bantuan, tetapi tidak menganggapnya kelemahan.
Naya mengingatkan tim bahwa pesan itu tidak boleh digunakan untuk memaksa Flak menghubungi Tom. Grant sempat bertanya apakah Flak dapat menjawab dengan menawarkan pertemuan. Kelly menolak. “Kita tidak tahu siapa pengirimnya, dan tidak ada alasan membuat komunikasi pribadi.”
Flak setuju. Jika Tom memang ingin bicara, ia dapat menghubungi melalui jalur yang dapat diawasi.
Kay bertanya apakah Flak ingin membicarakan isi pesan. Ia menjawab belum. Kay tidak memaksa. Mereka memasak makan malam dan berbicara tentang konferensi Kay. Flak mendengarkan rencana presentasinya dan bertanya apa yang paling membuatnya bersemangat. Untuk pertama kalinya dalam beberapa hari, pikirannya tidak kembali kepada laporan saat Kay bercerita.
Maggie mengajak Flak berjalan sebentar di halaman setelah pesan kedua diterima. Ia bertanya apakah Flak merasa perlu membalas agar Tom tahu bahwa ia membaca. Flak menjawab ia ingin membalas, tetapi tidak akan melakukannya. “Kalau memang Tom, ia mungkin ingin melihat apakah aku masih mudah dipancing.”
“Dan kalau bukan Tom?” tanya Maggie.
“Balasanku tetap bisa membahayakan orang lain.”
Maggie setuju. Ia meminta Kelly menyimpan pesan sebagai petunjuk dan menunggu. Naya juga menyampaikan kepada Grant bahwa pesan tidak mengandung ancaman yang dapat dinilai segera, tetapi harus diperlakukan hati-hati. Grant bertanya apakah mereka bisa menggunakannya untuk memancing kontak. Kelly menolak karena identitas pengirim belum diketahui.
Flak berbicara dengan konselor internal. Ia mengatakan kalimat itu membuatnya memikirkan hari ketika menandatangani laporan. Konselor bertanya bagian mana yang bisa ia ubah sekarang. Flak menjawab ia dapat mengakui tanda tangannya, mendukung pemeriksaan, dan tidak menutupi siapa yang bertanggung jawab. Ia tidak dapat mengubah keputusan masa lalu.
Setelah sesi, ia tidak merasa bebas dari rasa bersalah. Namun ia mampu menempatkannya di samping fakta lain: ia tidak menulis perubahan yang dipermasalahkan, dan belum diketahui siapa yang melakukannya. Ia tidak lagi menganggap dua hal itu saling meniadakan.
Naya kemudian meminta Flak membedakan apa yang ia rasakan saat membaca pesan dari apa yang ia simpulkan. Flak menjawab ia merasa marah, malu, dan ingin Tom mengakui bahwa ia telah meninggalkan tim. Kesimpulannya hanya bahwa penulis tahu ia menandatangani laporan dan menganggapnya bagian dari masalah. Naya menuliskan kedua lapisan itu terpisah.
“Aku tidak ingin perasaanmu dihapus,” katanya. “Tapi pembaca laporan harus tahu mana perasaan dan mana fakta.”
Flak setuju. Ia juga mengatakan kepada Maggie bahwa ia tidak akan menghubungi Tom sendiri, bahkan jika ahli bahasa kelak menyatakan kemungkinan besar itu Tom. Maggie menanyakan apakah ia mau tetap menjadi saksi jika ada komunikasi lanjutan. Flak menjawab ya, selama tim mengelola kontak.
Mereka kembali ke ruang kerja. Di papan, Naya menambahkan pesan anonim sebagai satu bukti baru tetapi belum teridentifikasi. Ia tidak menyambungkannya langsung ke Tom. Flak melihat garis putus-putus itu dan tidak meminta dibuat tebal.
Konselor menyarankan Flak menulis surat yang tidak akan dikirim, sekadar menyatakan apa yang ingin ia katakan kepada Tom. Flak menulis beberapa baris tentang malam mereka kehilangan anggota tim dan tentang tanda tangannya. Ia tidak menyerahkan surat itu kepada penyelidik. Setelah membacanya kembali, ia menyimpan kertas tersebut di laci pribadi. Itu bukan bukti dan tidak akan menjadi bagian dari berkas.
Flak menyimpan surat itu di laci, bukan di map dinas. Ia tidak ingin rasa marahnya menjadi dokumen resmi yang dibaca tanpa konteks. Jika nanti ia perlu bicara dengan Tom, ia akan melakukannya melalui jalur yang aman dan tercatat.
Ia mengirim surat tersebut kepada pemeriksa hanya setelah memastikan surat itu bukan bagian dari bukti dinas.
Flak meminta konselor menyimpan catatan sesi secara terpisah sesuai kebijakan privasi.
Flak mengonfirmasi pengaturan itu kepada konselor.
Naya mencatat persetujuan konselor dalam log terpisah.
Flak kembali bekerja setelah sesi selesai.