Di rumah sakit, petugas penghubung menyampaikan bahwa Naomi menerima satu pesan dari Naya. Ia belum membaca pesan itu, dan tidak ada yang menyuruhnya. Naya berterima kasih kepada petugas, lalu kembali bekerja. Ia tidak menganggap diterimanya pesan sebagai izin untuk masuk lagi.
Maggie mengadakan pertemuan singkat dengan tim komunikasi. Ia meminta mereka menghapus foto Naomi dari bahan presentasi yang mungkin ditampilkan kepada pejabat yang tidak terlibat langsung. Mereka masih dapat menjelaskan beratnya serangan tanpa mempertontonkan luka seseorang.
“Bagaimana dengan laporan untuk Kongres?” tanya seorang staf.
“Gunakan uraian medis yang sudah disahkan, tanpa gambar,” kata Maggie. “Dan jangan menyebut Laura.”
Naya menambahkan bahwa keluarga harus diberi tahu sebelum laporan apa pun mengungkapkan informasi mengenai Naomi. Tim komunikasi setuju. Mereka mencatat bahwa persetujuan keluarga tidak dapat menggantikan persetujuan Naomi saat ia mampu membuat keputusan sendiri.
Di rumah sakit, Naomi berbicara dengan keluarganya mengenai Laura. Ia tidak meminta Naya hadir. Ia menyampaikan beberapa hal sederhana kepada kerabat yang dipercaya: Laura harus tetap menjalani sekolahnya, jangan memaksanya mengunjungi rumah sakit, dan jangan menyembunyikan kebenaran dengan cerita yang membuatnya menyalahkan diri. Keluarganya berjanji akan mendampingi anak itu sesuai kebutuhan.
Perawat mencatat permintaan tersebut karena Naomi menginginkan agar ucapannya tidak hilang di tengah pergantian petugas. Tidak ada yang menjadikan percakapan itu sebagai bahan laporan penyelidikan. Itu urusan keluarga dan perawatan.
Naya sedang memeriksa memo ketika Kelly menghubunginya. Tim FBI mendapat catatan bahwa seseorang telah mengirim permintaan informasi ke kantor kongres beberapa hari sebelum serangan. Permintaan itu tidak menyebut nama Senator Chow secara langsung, hanya menanyakan jadwal fasilitas. “Kami belum tahu apakah itu berkaitan,” kata Kelly. “Jangan sebarkan sampai kami memeriksa sumbernya.”
“Aku tidak akan menyalinnya ke memo CIA,” jawab Naya. “Kirimkan lewat jalur bersama kalau sudah diizinkan.”
Ia memberi tahu Maggie bahwa ada kemungkinan petunjuk baru, tanpa merinci data yang belum boleh dibagi. Maggie tidak mendesak. Ia menunggu konfirmasi Kelly.
Sore itu, Naya kembali ke rumah sakit untuk memastikan petugas penghubung telah menyampaikan permintaan privasi. Ia tidak masuk kamar. Petugas mengatakan keluarga telah menerima penjelasan dan tidak ingin bantuan tambahan saat ini. Naya menyerahkan nomor kontak resminya, lalu pergi.
Dalam perjalanan kembali, ia melihat berita televisi di lobi menyebut Naomi sebagai “saksi kunci”. Naya meminta staf rumah sakit mematikan suara di ruang tunggu. Ia tidak dapat mengendalikan judul berita, tetapi ia dapat meminta agar pasien lain tidak dipaksa mendengarnya.
Di CIA, Grant bertanya apakah Naomi bisa memberi keterangan tambahan. Naya menjawab bahwa Naomi belum menyatakan siap. “Laporan awalnya cukup untuk menentukan apa yang harus kita periksa. Kita tidak berhak mengubah kesehatannya menjadi jadwal penyelidikan.”
Grant tampak tidak puas, tetapi Maggie mendukung Naya. “Kalau kita butuh klarifikasi, Kelly akan mengajukan permintaan melalui petugas yang tepat.”
Flak menyaksikan percakapan itu tanpa masuk. Ia sadar selama ini ia melihat ketegasan sebagai kemampuan menekan orang lain agar bertindak. Naya menunjukkan bentuk ketegasan yang berbeda: menetapkan batas supaya orang lain tidak dipaksa memberi lebih dari yang sanggup mereka berikan.
Ketika ia akhirnya bertemu Naya di koridor, ia bertanya apakah kabar baru dari Kelly dapat membantu. “Mungkin. Tapi baru setelah diverifikasi.”
“Kau tidak terdengar kecewa.”
“Aku lelah kecewa pada hal-hal yang belum pernah dijanjikan.”
Mereka tersenyum tipis, lalu kembali ke pekerjaan masing-masing. Malam itu, Maggie menerima catatan dari petugas penghubung bahwa Naomi ingin semua komunikasi tentang Laura disampaikan hanya melalui keluarga. Maggie menyetujui dan menegaskan bahwa tak ada anggota tim yang boleh menghubungi anak itu.
Ketika Naya kembali ke kantornya, seorang analis muda telah menyiapkan ringkasan kondisi Naomi berdasarkan beberapa laporan internal. Naya mengembalikan dokumen itu. “Kita tidak perlu menyimpan rincian medis ini untuk menyelidiki pesan Idris.” Analis tersebut mengatakan ia hanya ingin memastikan semua orang memahami mengapa wawancara tertunda. Naya menjawab bahwa penundaan itu sudah cukup dicatat tanpa rincian tubuh atau prognosis. Ia meminta analis menghapus salinan kerja dan menandai penghapusan di log.
Maggie kemudian menyampaikan bahwa petugas keluarga akan menanyakan kepada Naomi sendiri, jika ia mampu dan ingin, bagaimana ia ingin informasi disampaikan kepada Laura. Tidak ada pihak CIA yang akan menghubungi sekolah, kerabat, atau anak itu. Naya merasa lega mendengar batas tersebut disebut secara eksplisit. Ia tidak ingin niat membantu menjadi alasan bagi orang asing untuk mengatur keluarga.
Petugas penghubung mengirimkan catatan bahwa keluarga Naomi telah memilih seorang kerabat untuk menjadi satu-satunya juru bicara terkait Laura. Nama kerabat itu tidak dicantumkan dalam memo penyelidikan. Naya meminta sekretaris menyimpan kontak pada berkas terpisah yang hanya dapat dibuka petugas keluarga. Maggie mengesahkan keputusan tersebut. Mereka tidak perlu mengetahui jadwal sekolah atau tempat tinggal anak itu untuk menjalankan penyelidikan.
Sore itu, Naya membaca berita yang menyebut Laura sebagai “putri yatim” meskipun ibunya masih hidup. Ia menghubungi petugas pers dan meminta koreksi disampaikan kepada redaksi. Ia tidak menyebut nama anak tersebut dalam permintaan tertulis. Redaksi tidak menjanjikan koreksi, tetapi setidaknya mereka menerima keberatan resmi. Naya kembali bekerja tanpa menunggu hasilnya.
Naya membacakan kembali permintaan Naomi tentang Laura kepada petugas penghubung, lalu meminta konfirmasi bahwa catatan itu hanya berada di berkas keluarga. Petugas memastikan aksesnya terbatas. Naya menandatangani log dan mengembalikan map tanpa membuat salinan pribadi. Ia tidak menganggap pesan yang dititipkan Naomi sebagai undangan untuk menyimpan rincian keluarga. Batas itu harus tetap berlaku sekalipun niatnya baik.
Maggie meminta tim pers tidak menjawab pertanyaan tentang Laura, termasuk pertanyaan yang menyamar sebagai permintaan simpati. Anak itu tidak memiliki peran dalam penyelidikan.
Ia juga memastikan petugas rumah sakit tahu keluarga telah memilih jalur komunikasi sendiri, sehingga staf tidak perlu menjawab pertanyaan wartawan.
Naya menyimpan satu salinan jawaban resmi dan menghapus versinya yang masih memuat rincian keluarga.
Naya menutup memo dan mengirimkannya melalui jalur resmi.