Kresna menyerahkan daftar server serta staf sebelum izin penggeledahan dijalankan. Ia meminta dokumen klien lain tidak dibaca. Pengadilan menunjuk penyaring independen yang hanya mengambil berkas dengan hash AKAR, PULANG, atau RETRO-7.
Penyaring bekerja di kantor tanpa mengunggah seluruh server. Setiap berkas yang diambil memiliki alasan dan pemberitahuan. Tiga klien lain terkena metadata Historian, tetapi isi perkara mereka tidak relevan. Mereka diberi tahu akses terjadi dan memperoleh audit sendiri.
Kresna dilarang membaca daftar klien yang memilih pengacara baru. Hak istimewa hukum tidak menjadi milik kantornya ketika klien ingin memeriksa pelanggaran kantor tersebut.
Sertifikat Historian terbit dari pemindai dokumen ruang bawah tanah. Ruang itu menyimpan akta perwalian, kontrak keluarga, dan draf yang sudah tidak berlaku. Kresna mengatakan pemindai tidak pernah terhubung internet. Kabel baru di belakang rak membuktikan sebaliknya.
Teknisi kantor memasang kabel enam tahun lalu atas permintaan Cakra Rekam saat migrasi perkara. Kresna menandatangani pesanan tanpa membaca hak jarak jauh. Kelalaian itu memberi vendor akses ke sejarah hukum ratusan orang.
Log menunjukkan Historian bukan pengguna tetap. Ia fungsi yang mencari dokumen tertua terkait sasaran dan menjadikannya tanggal awal. Untuk Livia, fungsi menemukan perubahan perwalian tujuh tahun lalu. Untuk Ruth, ia menemukan halaman bayi. Untuk Dewangga, ia menemukan artikel seminar.
Fungsi memberi bobot tertinggi pada dokumen yang mempunyai cap resmi, meski cap tidak berkaitan dengan keputusan baru. Ia tidak memeriksa persetujuan atau konteks. Karena itu satu formulir kontak darurat dapat mengalahkan puluhan catatan yang menunjukkan dua keluarga tidak mempunyai perjanjian.
Tania mengatakan kekurangan tersebut pernah dicatat sebagai risiko interpretasi. Cakra menurunkan tingkat risiko karena Historian disebut alat pencarian, bukan pengambil keputusan. Ketika disambungkan ke AKAR, batas itu hilang tanpa penilaian baru.
'Ia membangun masa lalu yang cocok dengan keputusan sekarang,' kata Livia.
Deni menjelaskan RETRO-7 hanya menulis tanggal. Historian memilih narasi. Kedua modul dapat berjalan terpisah, sehingga tanggung jawab pembuatnya juga harus dipisahkan.
Kresna menemukan draf perjanjian pranikah Fira pada rak sama. Ia memang membuat templat generik atas perintah perwalian, tetapi versi yang dikirim kepada Fira ditambahkan hak audit serta ancaman karier oleh akun Saksi Wali. Kode Historian kemudian memakai draf tersebut sebagai bukti bahwa profesi dapat menjadi penanggung.
Fira memilih pengacaranya memeriksa, bukan datang sendiri. Hasil menunjukkan tanda tangannya tidak ada. Kantor Kresna diwajibkan menandai draf sebagai tidak pernah disetujui dan memberi koreksi kepada rumah sakit.
Pada folder Dita, Historian menemukan makan malam tunggal lalu membuat dua pertemuan palsu tampak sebagai rangkaian hubungan. Pada Salma, ia mengubah laporan nilai menjadi persetujuan memindahkan rute. Polanya selalu memperpanjang satu fakta sampai tampak seperti kehendak.
Livia memeriksa foldernya. Ada laporan audit Mahesa, penolakan kerja internal, dan data DA-408. Tidak ada pertemuan dengan Armand sebelum krisis. Kalimat calon dipilih sejak tujuh tahun lalu tidak memiliki bukti.
Armand membaca ringkasan dan merasa lega sekaligus marah. Ia tidak ingin hubungan mereka disebut takdir sistem, tetapi mengetahui nama Livia baru dimasukkan untuk menjebak tetap menyakitkan.
'Kalau mereka tidak memilihmu, kita mungkin tidak bertemu,' katanya.
'Mungkin,' jawab Livia. 'Tetapi yang kita lakukan sesudah bertemu bukan milik mereka.'
Keduanya tidak mencoba membuktikan cinta dengan menyangkal sebab pertemuan. Krisis membuka pintu. Pilihan berulang membuat mereka tetap tinggal.
Penyaring independen menemukan akses Historian berasal dari empat sumber: Cakra, Astera, kantor Darya, dan terminal perwalian. Setelah Herlina meninggal dan Darya ditahan, fungsi masih berjalan karena terminal perwalian tetap aktif.
Terminal berada di ruang Kresna, tetapi autentikasi memakai sertifikat staf lama bernama Ratih Anom. Ia meninggal lima tahun lalu. Profilnya diperpanjang melalui SA-0.
Kresna mengenal Ratih sebagai petugas arsip yang teliti. Ia tidak pernah memberi akses luar. Setelah meninggal, akun seharusnya dipindah kepada pengganti. Formulir pemindahan memakai tanda tangan Kresna hasil pindai.
Pemeriksaan menemukan cap digital dibuat dari kontrak sewa kantor. Kresna bukan pelaksana pemindahan, tetapi sistemnya gagal meminta konfirmasi hidup.
Pengganti Ratih bernama Vina Lestari. Vina mengaku memakai akun lama karena banyak folder tidak terbuka dengan akunnya sendiri. Atasan langsung menyuruhnya melanjutkan pekerjaan agar tenggat pengadilan tidak terlewat.
Vina menunjukkan sebelas tiket dukungan yang tidak pernah dijawab. Selama berbulan-bulan ia meminta akses sah. Cakra menyarankan cara sementara melalui telepon, tetapi tidak menuliskannya. Rekaman panggilan perusahaan memuat teknisi membimbingnya memakai akun Ratih.
Tekanan tenggat serta panduan vendor memperjelas keadaan, namun Vina tetap memasukkan kata sandi orang mati. Kantor memindahkannya dari arsip sensitif dengan upah tetap sampai pemeriksaan selesai.
'Apakah Anda menjalankan Historian?' tanya penyidik.
'Saya menekan sinkronkan riwayat. Saya tidak pernah melihat nama itu.'
Antarmuka Vina memang hanya menampilkan sinkronkan. Di belakangnya, Historian memindai serta mengirim metadata ke AKAR. Vina bertanggung jawab memakai akun orang mati, tetapi tidak otomatis mengetahui fungsi tersembunyi.
Atasannya adalah Kresna. Ia mengakui memberi instruksi umum untuk membuka folder lama, bukan memakai akun Ratih. Pesan staf menunjukkan ia pernah menulis gunakan cara lama kalau akses baru gagal. Kalimat itu cukup longgar untuk mendorong pelanggaran tanpa menyebut metode.
Kantor menonaktifkan seluruh akun lama dan membayar audit dari dana sendiri. Berkas klien dipisahkan agar penyelidikan tidak menyebar. Kresna mundur sementara dari nasihat perwalian Armand karena konfliknya kini material.
Armand memilih pengacara baru untuk perkara aset. Hubungan lama dengan Kresna tidak membuat semua nasihat sebelumnya batal, tetapi keputusan berikutnya tidak boleh diawasi orang yang kantornya menjadi sumber AKAR.
Kresna memberikan salinan seluruh honor dan mengembalikan biaya perwalian bulan berjalan. Ia tidak meminta Armand menandatangani pelepasan tuntutan. Dewan etik membuka pemeriksaan tentang pengawasan arsip, draf pranikah, dan instruksi cara lama.
Livia tidak ikut memilih pengacara pengganti. Armand mewawancarai tiga kandidat dan memilih orang yang tidak pernah mewakili Dirgantara. Kemandiriannya tidak perlu disahkan oleh perkawinan.
Di log terminal, fungsi Historian menerima satu permintaan setelah laporan DA-217 terbit: cari tanggal paling awal Livia dapat disebut keluarga Dirgantara.
Hasilnya bukan perwalian tujuh tahun lalu. Sistem menemukan formulir asuransi Mahesa tujuh belas tahun lalu, ketika Livia masih anak dan Armand belum tercatat sebagai penumpang.
Pada kolom kontak darurat, Mahesa menulis nama Bram Dirgantara sebagai pihak yang memegang bukti bila ia meninggal. Historian salah membaca hubungan bukti sebagai hubungan keluarga.
AKAR sedang menyiapkan tanggal yang lebih tua untuk menggantikan RETRO-7 yang sudah terbongkar.
Server tidak diberi kesempatan menyelesaikan permintaan itu. Draf disimpan sebagai bukti, sedangkan formulir Mahesa tetap pada konteks aslinya.
Nilai hash keduanya dicatat secara terpisah.
Itu wajib.