Suradipa belum ditemukan sejak meninggalkan rumah peristirahatan Ratri. Setelah rekaman rapat dibuka, pengacaranya menghubungi penyelidik dan meminta penyerahan terjadwal. Dokter itu datang ke rumah sakit pemerintah tanpa perangkat elektronik, membawa satu kotak berkas medis.
Ia ditahan atas pemalsuan catatan pasien serta risiko menghilangkan bukti. Pemeriksaan pertama dibatasi dua jam karena usianya dan kondisi jantung. Livia hadir sebagai pemilik kepentingan DA-217, bukan pemeriksa.
'Anda mengubah kerahasiaan Armand menjadi kematian permanen,' katanya.
'Saya menandatangani koreksi medis,' jawab Suradipa. 'Darya mengubah tujuan pemulangan. Astera mengirim status kematian.'
'Anda melihat hasilnya selama tujuh belas tahun.'
'Ya.'
Suradipa mengaku awalnya menyembunyikan Armand selama tiga hari karena Helena menerima ancaman. Setelah Armand sadar, dokter menemukan ingatannya kacau dan tekanan darahnya berbahaya. Darya mengatakan pengakuan sebagai penyintas akan membuat penyerang kembali.
Catatan kotak berkas mendukung sebagian cerita. Hari pertama Suradipa menulis pasien harus dilindungi dari pengunjung tak dikenal. Hari keempat, kalimat itu berubah menjadi pasien tidak memiliki identitas. Tidak ada pemeriksaan pengadilan atau persetujuan pasien atas perubahan tersebut.
Dua perawat lama memberi keterangan bahwa Armand beberapa kali menyebut nama sendiri. Suradipa memerintahkan mereka mencatatnya sebagai kebingungan pascatrauma. Salah satu perawat menyimpan lembar asli karena merasa perintah itu salah.
Lembar tersebut menjadi bukti bahwa Armand tidak selalu lupa siapa dirinya; lingkungan medis ikut mengajarkan bahwa ingatannya tidak dapat dipercaya.
Hari ketiga berlalu. Suradipa tidak membatalkan status sementara. Setiap hari berikutnya membuat pengakuan semakin sulit. Ia terus menulis kecelakaan motor pada catatan Armand dan menyesuaikan pemeriksaan agar kebohongan tampak konsisten.
'Apakah Anda sengaja menghapus ingatannya?' tanya penyelidik.
'Tidak ada obat yang dapat memilih satu malam lalu menghapusnya. Cedera, penenang berlebihan, dan cerita yang diulang keluarganya membentuk ingatan pengganti. Saya membantu kebohongan itu bertahan.'
Pengakuan tersebut sesuai bukti medis tanpa menciptakan teknologi yang tidak ada. Ahli independen akan menilainya.
Suradipa juga mengaku menyusun peran Saksi Wali. Dalam keadaan darurat, pasien tanpa nama membutuhkan orang yang dapat menyetujui perawatan. Ia mengusulkan wali sementara yang tidak memiliki kepentingan pada maskapai. Astera mengubahnya menjadi penjamin hak.
Organisasi dokter membuka sidang etik terpisah. Suradipa meminta izin praktiknya dibekukan sukarela, tetapi komite tetap melanjutkan pemeriksaan agar pembekuan tidak menggantikan putusan tentang pasien lain. Berkas pasien yang tidak terkait disegel dan hanya dibuka bila ada alasan khusus.
'Mengapa pasangan CEO?' tanya Maya.
'Perwalian menganggap pasangan berada di luar darah keluarga tetapi cukup dekat untuk memegang kewajiban.'
'Dan jika pasangan tidak tahu?'
Suradipa menunduk. Sistem menganggap tanda tangan perkawinan sebagai persetujuan menjadi Saksi Wali. Tidak ada klausul terpisah. Begitu Armand menikah, identitas pasangannya otomatis menjadi penjamin putih.
Token Diah tidak memberikan persetujuan akhir. Token itu hanya membuka jalur. Persetujuan akhir diambil dari akta perkawinan Livia, tanda tangan auditnya, dan rekaman ketika ia menyebut Armand sebagai penumpang 2A.
Naya menunjukkan tiga nilai hash digabung menjadi sertifikat putih. Sistem tidak menyimpan kalimat persetujuan, hanya bukti bahwa tiga tanda tangan ada. Karena itu auditor sebelumnya mengira sertifikat sah.
'Mereka membuktikan saya melakukan tiga hal,' kata Livia. 'Mereka tidak membuktikan saya menyetujui hal keempat.'
Pernyataan itu dimasukkan ke standar audit baru: gabungan autentikasi tidak boleh dianggap gabungan tujuan.
Livia merasa mual. Tiga tindakan yang masing-masing memiliki tujuan berbeda digabung menjadi satu keputusan yang tidak pernah ia buat.
'Saya menandatangani perkawinan, audit, dan pernyataan bukti,' katanya. 'Tidak satu pun adalah persetujuan memindahkan rute atau menghapus identitas.'
Suradipa mengakui itu. Ia mengaku memperingatkan rapat tujuh tahun lalu bahwa Saksi Wali seharusnya orang yang tidak akan diperiksa sebagai pemilik hak. Kalimatnya dipotong sehingga terdengar seperti usul memilih orang yang tidak akan pernah diperiksa.
Ia tidak menulis daftar calon, tetapi mengetahui daftar konflik dibalik menjadi sasaran. Ia memilih diam karena akun PULANG mengancam membuka catatan pasien yang ia palsukan.
'Sekali lagi, Anda melindungi diri dengan membiarkan orang lain ditetapkan sebagai alat,' kata Livia.
'Ya.'
Tidak ada kata maaf yang diminta atau diberikan dalam pemeriksaan.
Maya mengajukan pencabutan status Livia sebagai Saksi Wali. Astera berargumen pencabutan dapat membatalkan perlindungan pernikahan dan akses auditnya. Livia memilih melanjutkan. Hak audit berasal dari kontrak serta perintah regulator sekarang, bukan harus dibeli dengan kewenangan atas korban.
Armand memberikan pernyataan mendukung pencabutan, tetapi tidak menandatangani atas nama Livia. Hakim meminta Livia mengucapkan pilihannya sendiri.
'Saya mempertahankan perkawinan sejauh saya dan Armand memilihnya,' katanya. 'Saya menolak akta itu dipakai sebagai persetujuan menjadi wali, ahli waris rute, atau penjamin identitas.'
Hakim mencatat pemisahan tersebut dan menonaktifkan sertifikat putih. Seluruh tindakan yang memakai status pasangan ditahan untuk diperiksa satu per satu.
Astera meminta keputusan ditunda karena lima rute dapat kehilangan penjamin. Serikat pekerja menawarkan pengawasan sementara bersama regulator tanpa mengambil kepemilikan. Hakim menyetujui selama tiga puluh hari dan melarang penjualan slot.
Dengan demikian, pilihan Livia tidak menghentikan penerbangan atau gaji. Ancaman bahwa ia harus tetap menjadi wali demi penumpang terbukti bukan satu-satunya jalan.
Armand tidak langsung memperoleh identitas permanen. Sidang pemulihannya dijadwalkan dua minggu lagi dengan bukti yang telah dipisahkan dari aset. Ia menerima tenggat tanpa menuntut percepatan karena jabatan CEO.
Di luar sidang, Fira, Dita, dan Salma menerbitkan pernyataan bersama tanpa nama lain. Mereka menegaskan tidak pernah memberi izin menjadi calon pasangan dan menolak narasi persaingan perempuan. Media yang menyebut mereka pengantin cadangan diminta memperbaiki judul.
Kresna menyerahkan seluruh draf generik. Kantor hukumnya membuka pemeriksaan Jaya dan penyimpanan Langit Sembilan. Sabina, Gilang, Diah, Surya, serta Suradipa menghadapi tanggung jawab berbeda; kerja sama mereka tidak digabung menjadi pengampunan massal.
Malam setelah pencabutan, Livia kembali ke apartemen. Armand menunggu di ruang makan, tetapi tidak bertanya apakah penolakan sebagai wali berarti penolakan sebagai istri.
'Saya masih di sini,' kata Livia.
'Aku melihat.'
'Jangan membuat saya mengulang jawaban tiap kali sistem kehilangan hak atas saya.'
'Baik.'
Mereka makan tanpa membahas rute selama setengah jam. Ketika Armand menawarkan tangannya, Livia memilih menggenggamnya.
Pukul sebelas, Naya menelepon. Penonaktifan sertifikat putih memaksa akun PULANG membuat laporan kegagalan. Sistem tidak dapat memindahkan AD-0 atau lima rute karena K-2 beku.
Namun laporan memunculkan baris baru yang disiapkan sejak Livia masuk daftar tiga tahun lalu.
LP-0 — SAKSI WALI MENOLAK PULANG.
Karena K-2 sudah beku, perintah LP-0 tidak dapat mencapai pencatatan sipil atau sistem kerja. Regulator mengisolasi draf dan memberi tahu rumah sakit, bank, serta Dirgantara agar tidak menerima koreksi baru tentang Livia tanpa perintah hakim.
Maya tetap meminta perlindungan fisik. Orang yang gagal menghapusnya melalui sistem mungkin mencoba memaksa tanda tangan atau mencuri perangkat. Livia memilih keamanan luar yang sama bagi dirinya dan Siska, dengan jadwal yang dapat mereka tinjau.
Statusnya belum aktif. Di kolom tindakan terdapat perintah untuk membuat Livia tidak sah sebagai analis, istri, maupun putri Mahesa jika ia mencabut persetujuan.
Pengantin itu tidak hanya disiapkan untuk mewarisi kematian suaminya. Ia juga disiapkan untuk dihapus bila menolak menjadi ahli waris.