Tiga dari empat belas calon meminta bertemu bersama. Mereka tidak ingin diwawancarai satu per satu lalu dibandingkan seperti kandidat pekerjaan. Maya menyediakan ruangan tanpa kamera perusahaan dan membiarkan mereka memilih urutan bicara.
Fira datang bersama Dita dan Salma Wening, ahli aktuaria yang pernah bekerja di Astera. Inisial Salma sama dengan SW, tetapi Livia tidak memperlakukannya sebagai bukti.
Salma menemukan namanya pada daftar dua tahun setelah berhenti dari Astera. Ia pernah diminta menghitung nilai lima rute jika pewaris utama meninggal tanpa anak. Setelah menyerahkan laporan, atasannya menyarankan pernikahan dengan keluarga Dirgantara akan menyelesaikan utang orang tuanya.
Perhitungan Salma mengandung peringatan bahwa rute tidak boleh dipindahkan melalui polis pribadi. Peringatan tersebut hilang dari laporan yang masuk perwalian. Versi akhir hanya mempertahankan nilai aset dan proyeksi keuntungan.
Salma menyimpan surel pengiriman asli. Hash lampirannya berbeda dari arsip Astera. Ahli membuktikan halaman peringatan dihapus setelah ia menyerahkan pekerjaan. Temuan itu membuat statusnya berubah dari calon yang dipetakan menjadi saksi perubahan laporan.
'Saya menertawakan saran itu,' katanya. 'Seminggu kemudian pinjaman rumah Ibu dijual kepada penagih lain.'
Salma membayar utang melalui pekerjaan baru dan tidak pernah bertemu Armand. Namun sistem mencatatnya sebagai calon cadangan berbiaya tinggi.
Dita menerima tekanan berbeda. Keluarganya mengadakan tiga acara yang disebut kebetulan, selalu menempatkan Armand pada meja sama. Armand hanya hadir pada satu. Dua lainnya memakai aktor humas yang difoto dari belakang agar media keluarga percaya pendekatan berlangsung.
Armand diminta memberi keterangan. Ia mengonfirmasi hanya bertemu Dita sekali dan tidak pernah mengutus orang lain. Foto tanggal kedua menunjukkan dirinya berada di luar negeri.
'Sistem tidak membutuhkan pernikahan nyata untuk memindahkan rumor,' kata Livia.
Fira membawa surat yang lebih jauh. Setelah menolak posisi direktur medis, ia menerima rancangan perjanjian pranikah atas nama Armand. Dokumen menjanjikan perlindungan karier selama lima belas bulan, kamar terpisah, dan hak mengaudit insiden lama.
Surat pengantar menyebut Armand telah menyetujui pertemuan kedua. Fira membalas bahwa tidak pernah ada pertemuan pertama. Akun pengirim kemudian menuduhnya tidak profesional dan meneruskan penolakan kepada dewan rumah sakit.
'Saya tidak malu menolak pernikahan,' kata Fira. 'Saya marah karena penolakan yang tidak pernah seharusnya diminta dipakai menilai pekerjaan saya.'
Pernyataannya membantu Livia membedakan kerugian romantis yang dibuat media dari kerugian karier yang dapat dibuktikan.
Syaratnya hampir sama dengan kontrak Livia.
Armand membaca salinan di depan Maya. Tanda tangan elektroniknya palsu, tetapi format berasal dari kantor Kresna. Kresna menemukan draf generik dibuat perwalian enam tahun lalu untuk memenuhi syarat wajib menikah. Ia tidak tahu draf pernah dikirim kepada Fira.
'Anda bukan orang pertama yang ditawarkan perlindungan dengan harga pernikahan,' kata Fira kepada Livia.
Kalimat itu menyakitkan bukan karena persaingan, melainkan karena membuat batas yang dinegosiasikan Livia terasa seperti pola lama. Ia meminta waktu sebelum menjawab.
'Kontrak saya disusun ulang oleh Maya dan saya sendiri,' katanya kemudian. 'Tetapi penawaran awal memang memakai kerangka yang sama. Saya tidak akan berpura-pura itu unik.'
Armand tidak mencoba membela romantisme mereka. Ia meminta Kresna menyerahkan seluruh draf perwalian dan daftar siapa yang mengunduhnya.
Daftar unduhan menunjukkan enam versi dibuat untuk enam profesi. Ahli medis mendapat hak rumah sakit, pengacara mendapat posisi komite, pewaris mendapat tambahan suara, dan analis keselamatan mendapat akses arsip. Janji disesuaikan agar tampak seperti kebutuhan pribadi calon.
Tidak satu pun kontrak mencantumkan bahwa kegagalan calon akan menjadi biaya pengganti. Lampiran tersebut hanya ada pada akun Saksi Wali.
Maya memberi setiap calon salinan versinya sendiri. Mereka tidak dipaksa berbagi. Tiga orang memilih saling bertukar setelah bagian keluarga ditutup, lalu menemukan klausul tubuh dan sentuhan jauh lebih lemah pada draf lama dibanding kontrak yang dinegosiasikan Livia.
'Perbaikan kontrakmu nyata,' kata Fira. 'Tetapi sistem tetap menyiapkan pintunya.'
Livia menerima kedua fakta itu bersamaan.
Fira tidak menyalahkan Livia atau menuntut Armand menikahinya. Ia meminta koreksi tertulis bahwa penolakannya tidak berkaitan dengan kompetensi medis. Dita meminta transaksi suara ayahnya diperiksa tanpa membuatnya kehilangan warisan sah. Salma meminta data utang keluarganya dihapus dari profil kandidat setelah disimpan sebagai bukti.
Tiga permintaan berbeda diproses terpisah.
Dirgantara membentuk dana hukum untuk calon, tetapi Fira menolak dana dikendalikan perusahaan. Pengadilan memindahkan pembiayaan ke rekening pengawasan dengan laporan publik tanpa nama penerima. Calon dapat menggugat Dirgantara sekaligus memakai bantuan, tanpa diwajibkan berdamai.
Livia dan Armand berbicara malam itu di ruang makan apartemen. Kontrak mereka terbuka di antara dua cangkir teh.
'Aku menggunakan rancangan yang diberikan Kresna karena waktunya empat hari,' kata Armand. 'Aku tidak tahu Fira menerima versi serupa.'
'Tetapi Anda tahu perwalian sudah menyiapkan pernikahan sebagai alat.'
'Ya.'
'Mengapa memilih lima belas bulan?'
'Itu masa audit rute sebelum hak suara menjadi permanen.'
Livia baru menyadari durasi hubungan mereka mengikuti kalender aset, bukan kebutuhan dua orang. Ia meminta klausul lima belas bulan ditangguhkan. Mereka akan menilai hubungan berdasarkan persetujuan bulanan sampai status hukum perkawinan jelas.
'Itu terdengar kurang romantis,' kata Armand.
'Lebih jujur.'
'Saya setuju.'
Maya membuat lampiran yang dapat dihentikan salah satu pihak tanpa kehilangan perlindungan hukum atau akses bukti. Perubahan itu tidak menghapus awal kontrak, tetapi memutus jam aset yang mengatur akhirnya.
Audit draf Fira menunjukkan pengirim memakai akun bernama Saksi Wali. Bukan token PULANG, melainkan alamat penerima kegagalan. Bila Fira menerima, ia akan mendapat akses audit. Bila menolak, kerugian kariernya dicatat sebagai biaya pengganti.
Setiap kandidat memiliki biaya pengganti: kontrak kerja, utang, suara keluarga, atau reputasi. Livia memiliki biaya tertinggi karena kegagalannya menerima akan memicu tuduhan DA-408.
'Saksi Wali bukan orang yang menyaksikan perkawinan,' kata Salma setelah melihat format aktuaria. 'Itu akun yang mencatat siapa membayar jika calon tidak mengikuti jalur.'
SW mungkin berarti Saksi Wali dalam dokumen hukum, tetapi dalam tabel keuangan ia berfungsi sebagai Skenario Wanprestasi.
Kedua istilah memakai inisial sama, membuat setiap tim mengira akun tersebut milik divisi lain.
Naya menelusuri penerima biaya. Kerugian Fira dibayar rumah sakit, utang Salma dialihkan perusahaan kredit, dan tambahan suara ayah Dita berasal dari K-2. Semua transaksi ditutup oleh penjamin berbeda.
Biaya Livia belum pernah dibayar. Tuduhan terhadapnya seharusnya dihapus setelah ia menikah, tetapi akun Saksi Wali tetap aktif dan terus menambahkan biaya hukum.
Penerimanya adalah rekening bantuan korban DA-217 atas nama Siska Prameswari.
Salma memeriksa angka biaya dan menemukan tidak seluruhnya berupa uang. Sebagian adalah poin risiko yang kelak dapat dikonversi menjadi alasan menolak klaim. Semakin Livia melawan, semakin tinggi risiko keluarga Prameswari dalam sistem Astera.
'Mereka tidak hanya membuat Ibu tampak menerima uang,' kata Livia. 'Mereka menyiapkan alasan agar Ibu tidak pernah bisa menuntutnya.'
Siska meminta seluruh saldo tetap beku sampai sumbernya dipisahkan. Ia juga menolak wajahnya dipakai dalam konferensi pers Dirgantara tentang korban.
Siska tidak pernah membuka rekening tersebut dan tidak menerima uangnya. Namun di mata audit, ibu Livia tampak memperoleh keuntungan setiap kali putrinya semakin terjerat.