Niat baik aja nggak cukup. Perkara apapun itu, niat itu cuma sebuah langkah awal. Yang lebih penting dari niat adalah eksekusinya.
Misalnya ada orang yang berniat baik untuk membantu anak-anak yatim yang hidup serba kekurangan. Dia berniat melakukan A, B, C, D sampai Z terus balik ke A lagi. Semua dipenuhi rencana-rencana baik yang akan membantu kehidupan anak-anak itu. Tapi sayang, rencana itu cuma ada di kepalanya. Tak pernah direalisasi. Niat cuma jadi niat saja. Percuma.
Yang paling benar adalah berniat secukupnya. Tidak muluk-muluk tapi berhasil dieksekusi maksimal.
Salah satu niat Rhea hari ini adalah membiarkan Sagas tinggal di rumahnya. Tapi Rhea bukanlah decision maker di rumah ini. Dia tak punya andil untuk ambil keputusan di rumah yang tanahnya dibeli dan rumahnya dibangun