Beda dari Rhea yang terkejut saat pertama kali melihat Sagas di depan rumahnya, Rhio malah sebaliknya. Rhio tampak tenang bahkan cengengesan sejak tadi.
"Udah sampai dibela-belain jauh-jauh dari Jakarta ke Surabaya gitu itu, mbak masih mau bilang kalau Mas Sagas ini bukan siapa-siapanya mbak?" Lagi-lagi mulut Rhio terlalu enteng untuk berbicara. Dia bicara begitu di depan Sagas seolah orangnya sedang tidak ada di sana.
Kalau bisa Rhea pasangi resleting, pasti sudah Rhea lakukan sejak dulu.
"Bukan siapa-siapa apanya? Mas Sagas ini temen mbak! Bukan orang asing!" ujar Rhea, mengalihkan suasana. "Jelas lah Sagas siapa-siapa!"
"Temen? Aku yakin Mbak ngerti apa yang sebenarnya aku maksud."
Rhea memilih abai. Dia buru-buru pergi ke dapur dengan dalih mau masak untuk dibawa ke rumah sak