“Sedang apa kau disini?”
Erold kaget ketika mendapati kalau Pangeran Christian masih di pohon yang sama ketika dia meninggalkannya disana terakhir kali. Pangeran Christian kaget, dia mundur sampai ke sudut pohon.
“Pangeran Christian kesepian, Erold… dia tak pernah mengharapkan pertolongan dari siapapun…”
“Apa pedulimu? Dia itu Deniman, kau tak harus mengurusinya.”
“Ketika melihatnya, aku merasa melihat diriku sendiri…”
Erold menahan air matanya dan mencoba tersenyum ramah.
“Jangan takut, aku cuma pemburu yang lewat disini. Kau siapa? Kenapa kau ada disini? Mana orang tuamu?”
Pangeran Christian tidak bicara. Dia masih memandang Erold dengan tatapan takut. Erold membasahi bibirnya, lalu kembali bicara dengan nada ramah.
“Kau dari mana? Kalau kau tersesat, aku akan membawamu pulang.”