Pengadilan tinggi membacakan putusan banding tanpa memanggil semua korban kembali.
Damar menantang bukti pesan biarkan, hubungan koordinat, dan penilaian niat. Ahli perangkat menunjukkan nomor ponsel Bayu menerima perintah dari terminal Damar. Pesan tunda datang setelah patroli mendekat.
Pengadilan mempertahankan kesalahan sabotase serta pemerasan. Lama hukuman dikurangi sedikit karena satu transaksi awal tidak terbukti terkait kapal, tetapi dakwaan utama tetap.
Majelis menjelaskan perbedaan antara perubahan angka dan perubahan kebenaran. Satu transfer yang dikeluarkan mengurangi perhitungan keuntungan ilegal, bukan menghapus perintah yang diterima Bayu. Pengacara Damar meminta media menyebut putusan itu kemenangan sebagian. Dalam salinan resmi, kata yang dipakai adalah koreksi terbatas.
Nadia memastikan korban memperoleh ringkasan sebelum berita terbit. Mereka boleh membaca amar lengkap, menerima penjelasan lisan, atau tidak menerima apa pun. Tidak ada petugas yang menelepon untuk meminta reaksi. Pagi memilih ringkasan dua halaman. Senja hanya meminta tahu apakah perlindungan alamat tetap berlaku. Biru meminta tabel nilai restitusi karena mata uang pembayaran berubah.
Marni berhasil memisahkan dua properti yang dibeli dari pendapatan sah sebelum Nawasena. Properti dikembalikan dengan pengawasan untuk membayar denda pribadi. Dana Sri, server, serta aset jaringan tetap disita.
Pengadilan menolak dalih bahwa identitas Sri adalah penghormatan keluarga. Sri tidak pernah memberi persetujuan hidup sesudah mati sebagai pemegang dana.
Saras memperoleh koreksi satu dakwaan karena masa penahanan saksi lebih pendek daripada amar awal. Kesalahan lain dipertahankan. Penyerahan diri serta bantuan membuka kanal sudah dihitung pada hukuman pertama.
Bayu menantang niat membahayakan manusia. Pengadilan mempertahankan bahwa memasang pemicu pada kapal berpenumpang dan memilih biarkan membuat risiko dapat diperkirakan. Hukuman penyanderaan Arif tidak berubah.
Hadi, Keisha, Aditya, Danu, Gunawan, Ratih, Galih, Santi, serta Harun menerima atau menyelesaikan banding terbatas. Tidak semua lama hukuman sama; larangan profesi serta restitusi tetap sesuai tindakan.
Hadi tetap dilarang memegang jabatan kepatuhan karena ia mengubah hasil pemeriksaan. Keisha tidak boleh mengelola layanan kesehatan atau data pasien. Aditya kehilangan hak menjadi pengurus perusahaan selama masa yang ditetapkan. Danu wajib menyerahkan keuntungan dari penjualan yang direncanakannya, meskipun transaksi akhir gagal. Gunawan mempertahankan sebagian dana keluarga yang dapat dibuktikan tidak berasal dari Nawasena, tetapi izin profesinya tidak dipulihkan.
Galih dan Santi mendapat jadwal pembayaran baru setelah pengadilan mengakui kemampuan ekonomi yang berbeda. Jadwal itu tidak mengurangi pokok kewajiban. Harun memperoleh pengurangan masa pengawasan karena sejak awal menyerahkan kunci gudang, namun catatan mengenai intimidasi saksi tidak dihapus. Setiap penyesuaian memiliki alasan yang dapat diperiksa, tidak lahir dari kedekatan dengan keluarga Adiprana.
Para korban tidak harus hadir untuk mengesahkan angka itu. Kuasa mereka dapat menyampaikan keberatan tertulis, dan dewan restitusi wajib menjawab satu per satu. Empat keberatan mengubah biaya perawatan yang sebelumnya dihitung terlalu rendah. Dua ditolak karena pengeluaran tidak terkait perkara. Penolakan disertai cara mengajukan klaim melalui jalur kesehatan umum.
Bima tidak meminta pengurangan pokok hukuman setelah koreksi tanggal. Putusannya berkekuatan tetap. Ia dipindahkan ke program pembinaan dengan terapi, kelas dokumen, dan larangan mengelola perusahaan.
Dalam surat kepada Aira, Bima menulis bahwa keputusan tidak mengajukan kasasi bukan hadiah kepadanya. Ia berhenti memakai proses hukum untuk menunda akibat yang sudah jelas. Aira membalas bahwa menerima hukuman bukan alasan untuk meminta hubungan kembali. Surat itu menjadi batas yang mereka simpan sepanjang tahun berikutnya.
Kustodian memindahkan cincin mereka dari barang bukti ke penyimpanan sipil. Aira dapat mengambilnya kapan saja, tetapi ia memilih membiarkannya di sana. Bima menandatangani bahwa ia tidak akan mengajukan klaim sepihak. Untuk sementara, benda itu tidak berarti pernikahan atau perceraian. Ia hanya benda yang menunggu dua keputusan terpisah.
Maira menerima ringkasan bagian Bima dari pengacara. Ia tidak menghadiri pembacaan. Hari itu ia sedang memulihkan album pernikahan klien yang terkena banjir.
Melihat foto pasangan lain tidak lagi membuat tangannya berhenti. Ia memperbaiki kertas tanpa menjadikan upacara orang lain sebagai pertanyaan tentang hidupnya.
Aira hadir pada bagian banding Ratih dan Bima. Ratih mendapat pengurangan karena kerja sama memulihkan pasien, tetapi tanggung jawab identitas Gita serta kontrol Aira tetap. Aira tidak menyebut pengurangan itu pengkhianatan terhadap dirinya.
Gita menyaksikan melalui video. Ia belum memaafkan Ratih, tetapi keduanya mulai surat bulanan melalui pendamping. Nama Gita telah dipisahkan dari dokumen Ratih.
Sistem baru tidak menyebut Gita sebagai anak, pasien, aset, atau ahli waris Ratih. Kolom hubungan ditulis sesuai pernyataan Gita sendiri: kontak terbatas dengan persetujuan. Ketika petugas mengira kolom itu harus diisi keluarga, Aira mengajukan koreksi dan formulir diperbaiki untuk seluruh unit.
Setelah putusan, Nadia menutup tim khusus identitas. Data aktif dipindahkan ke unit pemulihan permanen, sedangkan barang bukti tetap pengadilan. Malik kembali ke unit laut setelah menyelesaikan laporan Narto.
Catatan Narto diperbaiki: ia tidak menjual koordinat, mencoba membuka kanal barat, gagal memastikan AS-000 aman, dan menutup perkara terlalu cepat. Nadia menerima salinan tanpa menghapus satu baris pun.
Rendra selesai memberi keterangan tentang transponder. Pengadilan tidak mendakwanya atas ledakan, tetapi sanksi tata kelola dan gugatan penghalangan administratif tetap. Ia membayar denda dan menjalani kerja layanan terkait arsip perusahaan.
Kerja layanan itu tidak ditempatkan di Ruang Pulih agar korban tidak harus bertemu dengannya. Rendra memperbaiki ruang baca di tiga perpustakaan kabupaten, membuat jalur kursi roda, dan menyerahkan laporan biaya. Ia dilarang memakai kegiatan tersebut sebagai iklan pribadi. Ketika satu media memotretnya tanpa izin pengelola, ia meminta foto diturunkan dan tetap menyelesaikan pekerjaan.
Maya menjalani audit enam bulanan sebagai CEO. Ia menjual fasilitas yang tidak dipakai, mempertahankan layanan kesehatan yang sudah dialihkan, serta menerbitkan konflik kepentingan keluarga. Dalam rapat pemegang saham, Laras tidak lagi memiliki suara khusus hanya karena ia pendiri. Perusahaan yang tersisa jauh lebih kecil, tetapi tidak lagi bergantung pada orang yang namanya ditempelkan pada setiap pintu.
Ia tidak meminta Maira menulis surat karakter. Maya sebagai CEO memberi data kerja, bukan pembelaan keluarga.
Putusan banding mengubah beberapa angka dan kalimat. Ia tidak mengubah siapa yang pernah memakai nama Maira, siapa yang menutup kanal, atau siapa yang memilih membuka pintu.
Setelah batas kasasi lewat, surat catatan sipil Maira tidak lagi bertanda sementara. Tidak ada perkara yang dapat menghidupkan kembali status janda.
Petugas menyerahkan akta koreksi baru dan meminta Maira mengeja namanya. Ia melakukannya perlahan, lalu memeriksa tanggal, tempat lahir, serta kolom status. Tidak ada referensi silang tersembunyi menuju Bima atau Rendra. Nomor lama disimpan hanya dalam log koreksi yang aksesnya dibatasi.
Maira memindai akta itu sendiri di studio. Salinan pertama ia kirim kepada bank, pajak, dan penyedia asuransi melalui Ruang Pulih. Dua lembaga memperbarui data dalam sehari. Satu bank kembali meminta akta kematian suami. Maira tidak datang membawa map tebal. Ia mengirim nomor keputusan dan tenggat koreksi. Tiga hari kemudian bank meminta maaf secara tertulis.
Kesalahan kecil itu mengingatkannya bahwa putusan akhir tidak serta-merta memperbaiki setiap meja. Namun kali ini ia tidak sendirian, tidak dianggap berhalusinasi, dan tidak perlu membuktikan bahwa dirinya hidup. Sistem mempunyai jalur untuk mengakui salah.
Malamnya, ia menyimpan akta baru dalam lemari biasa, bukan brankas. Ia memasak, menelepon Rendra, lalu tidur tanpa membaca ulang amar pengadilan. Angka telah berubah. Hidupnya tidak perlu berhenti menunggu angka berikutnya.