Keesokan harinya, Patrick mengirim pesan bahwa ia memikirkan ucapannya semalam dan merasa malu karena membiarkan kemarahannya berbicara. Ia menegaskan tidak akan menghubungi atau mendatangi Daniel. Cinta membalas bahwa ia menghargai pesannya, tetapi ingin menilai perilaku dari waktu ke waktu. Patrick menjawab bahwa ia mengerti.
Cinta tidak merasa perlu membalas dengan kalimat penghiburan. Ia tidak bertanggung jawab membuat Patrick merasa lebih baik setelah ia melanggar batas. Ia hanya menyatakan apa yang ia butuhkan. Ia kemudian pergi ke toko, membeli bahan makanan, dan berjalan pulang melewati jalan yang terang.
Di rumah, ia membuka laptop dan melanjutkan naskah. Ia menulis dialog tentang kemarahan seseorang yang ingin membela temannya, lalu mengubah adegan agar tokoh yang menjadi pusat masalah tetap dapat menyatakan apa yang ia inginkan. Ia tidak mau keberanian orang lain mengambil alih keputusan tokoh tersebut. Adegan itu terasa lebih kuat setelah ia mengurangi kalimat heroik.
***
Anna datang setelah Cinta mengundangnya makan malam. Cinta menceritakan percakapannya dengan Patrick. Anna bertanya apakah ia merasa aman setelah Patrick mengatakan ingin membalas Daniel. Cinta menjelaskan Patrick tidak mengancam melakukan apa pun dan telah menyatakan tidak akan bertindak. Ia akan mengambil jarak jika perkataannya berubah menjadi tindakan.
Anna setuju bahwa batas itu perlu jelas. Ia tidak menuduh Patrick atau membela dirinya; ia mendengarkan. Cinta merasa lebih baik karena ia dapat mengakui bahwa ucapan Patrick membuatnya tidak nyaman tanpa harus memutuskan persahabatan mereka malam itu juga.
Mereka memasak bersama dan mengobrol tentang naskah. Anna bertanya apakah Cinta ingin mengundangnya ke acara peluncuran jika bukunya terbit kelak. Cinta tertawa dan menjawab tentu saja, tetapi ia belum ingin memikirkan acara jauh di depan. Mereka menikmati makan malam dan Anna pulang pada waktu yang telah disepakati.
Malam itu Cinta menulis batasnya sekali lagi: Patrick boleh menjadi teman jika ia menghormati keputusan Cinta dan tidak bertindak melawan Daniel. Cinta tidak meminta Patrick melupakan perasaannya, tetapi ia tidak memberi izin untuk mengubah perasaan itu menjadi tindakan. Ia menaruh catatan di laci dan tidur.
Cinta membaca pesan Patrick saat sedang sarapan. Ia menghargai bahwa ia mengakui kesalahan, tetapi ia tidak menjawab dengan, ‘Tidak apa-apa,’ karena baginya hal itu belum sepenuhnya baik. Ia membalas bahwa ia menerima permintaan maafnya dan tetap berharap ia tidak bertindak terhadap Daniel. Patrick menjawab bahwa ia mengerti dan akan menjaga jarak dari urusan itu.
Ia menyimpan pesan, lalu melanjutkan sarapan. Ia tidak merasa harus memberi Patrick daftar langkah untuk mengelola kemarahannya. Perasaan itu milik Patrick. Ia bisa memilih berbicara dengan orang lain atau menenangkan diri, selama ia tidak menjadikan Cinta tempat untuk meminta pembenaran.
Di siang hari, Cinta menerima tawaran wawancara dari sebuah media tentang proses kreatifnya. Ia menyetujui dengan syarat pertanyaan berfokus pada tulisan. Ia tidak ingin kisah pribadinya menjadi bahan promosi. Ia menuliskan batas itu saat menjawab dan mendapat konfirmasi bahwa wawancara dapat disesuaikan.
***
Anna datang untuk makan malam. Cinta menceritakan apa yang dikatakan Patrick dan bagaimana ia menanggapinya. Anna bertanya apakah ia merasa perlu menjaga Patrick agar tidak bertindak. Cinta menjawab tidak. Ia sudah menyatakan batas dan Patrick bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Jika ia melanggar, Cinta akan mengambil jarak dan mencari bantuan yang tepat.
Anna menyetujui dan tidak menawarkan diri untuk mengawasi Patrick. Mereka makan dan membicarakan wawancara. Cinta berlatih menjawab pertanyaan tentang naskah tanpa membuka hal pribadi. Anna menanyakan apa yang membuat akhir cerita penting baginya. Cinta menjawab tokohnya tidak harus mendapat penyelesaian sempurna untuk tetap mengambil langkah ke depan.
Malam itu, ia mengirim pesan kepada Patrick bahwa ia ingin istirahat dan tidak akan membalas pesan sampai esok. Patrick menjawab ‘istirahatlah’ lalu berhenti. Cinta merasakan bahwa batas waktu juga dapat disampaikan dengan sederhana. Ia membaca beberapa halaman dan tidur.
Cinta membatasi percakapan dengan Patrick setelah permintaan maafnya. Ia berkata ia tidak ingin menjadi satu-satunya tempat Patrick meluapkan kemarahan tentang Daniel. Patrick mengakui ia perlu memproses perasaannya sendiri dan tidak akan meminta Cinta menenangkannya. Cinta menghargai jawaban itu, tetapi tidak menawarkan diri menjadi penasihat.
Mereka berbicara tentang batas praktis: tidak mencari Daniel, tidak mengirim pesan kepada keluarga Daniel, dan tidak membicarakan perkara kecuali Cinta memulai. Patrick menyetujui. Cinta menambahkan bahwa jika ia kembali mendengar rencana untuk bertindak, ia akan mengambil jarak. Ia menyampaikan itu dengan tenang agar tidak ada ketidakjelasan.
Patrick berkata ia mengerti dan akan bertanggung jawab atas tindakannya. Cinta menjawab bahwa ia akan melihatnya dari perilaku. Percakapan itu selesai tanpa pelukan atau janji panjang. Cinta merasa lega karena ia tidak perlu menghibur Patrick setelah menjelaskan batas.
Ia menolak dorongan untuk menanyakan apakah Patrick benar-benar sudah tenang. Jika Patrick mengatakan ia tidak akan bertindak, tanggung jawab untuk menepati kata-kata itu berada padanya. Cinta tidak harus mengawasi. Ia menyampaikan batas, dan kemudian dapat menjalani hidupnya sendiri.
Cinta tidak bertanya kepada Patrick apakah ia masih marah. Ia tidak ingin menjadi pengawas. Ia menilai hubungan mereka dari apa yang ia lihat, sambil menjaga haknya untuk menjauh jika diperlukan.
Cinta menutup ponsel setelah percakapan dan membiarkan Patrick mengurus perasaannya sendiri. Ia tidak menghubunginya lagi untuk memastikan ia baik-baik saja. Batas yang disampaikan perlu diikuti dengan kepercayaan bahwa orang dewasa bertanggung jawab atas tindakannya.
Ia menyimpan pesan dan membiarkan Patrick menepati perkataannya sendiri.
Ia memilih tidak membicarakan lagi kemarahan Patrick malam itu. Ia sudah menyampaikan batas dan Patrick sudah mengakuinya. Ia kembali pada rutinitas tanpa merasa perlu mengawasi.
Ia mengingat bahwa ia tidak harus menyetujui semua perasaan Patrick untuk tetap menghormatinya. Patrick boleh marah, tetapi keputusan tentang tindakan tetap tanggung jawabnya. Cinta sudah menyampaikan batas dan tidak perlu mengulanginya setiap hari.
Patrick mengaku ia sempat menulis pesan kepada Daniel dan hampir mengirimkannya. Ia menghapus draf setelah mengingat permintaan Cinta untuk tidak bertindak. Cinta berkata ia menghargai ia berhenti sebelum mengirim, tetapi tidak ingin menjadi alasan satu-satunya ia menahan diri. Patrick sendiri bertanggung jawab atas pilihannya. Ia berjanji tidak akan mencari Daniel.
Cinta menjelaskan bahwa ia tidak meminta Patrick melindunginya dengan konfrontasi. Jika ia merasa marah, ia dapat berbicara dengan orang lain atau mengambil jarak. Patrick menerima batas itu dan tidak meminta Cinta menenangkannya.