"Apa yang kamu katakan?" Bagus menatap tajam Arkan. Namun, Arkan sama sekali tidak terpengaruh dengan peringatan Bagus, dia kini menatap satu persatu orang-orang yang menatap serempak ke arahnya.
"Saya tidak mau adik saya menikah dengan dia kalau tidak menyiapkan pelangkah."
"Pelangkah apa?" Maria bertanya heran. Kenapa kakaknya ini bertingkah aneh? Setaunya Arkan bukan orang yang suka meminta hal-hal seperti ini.
Arkan melipat tangan di depan d**a, senyum menyebalkan tersungging di wajah angkuhnya. Dia terkekeh jahat dalam hati. Kalau laki-laki ini ingin mengambil adik kesayangannya, maka dia juga bisa mengambil hal paling berharga milik Gudy.
"Kak?" Maria memanggil untuk menyadarkan Arkan dari khayalannya.
Arkan menatap lembut Maria, kemudian menoleh ke arah Gudy dengan seringaian k