Pagi hari ketiga tim Bank Bina di pesisir datang dengan langit yang bersih banget. Nggak ada awan, nggak ada mendung. Kayak alam sengaja ngepel semua jejak drama kemarin, terus bilang" ayo mulai lagi".
Tara bangun jam enam tanpa alarm. Kepalanya enteng untuk ukuran orang yang baru tiga hari lalu hampir pingsan gara-gara revisi deck. Di meja nakas ada gelas kosong bekas air putih semalam dan buku biru navy yang udah tamat. Di sampul belakang ada tulisan tangan baru: “Ternyata rumah itu orang yang mau ngerjain PR kamu jam delapan malam.”
Tara senyum sendiri, terus mandi. Pakai kemeja biru muda yang belum pernah dia pake sejak kabur ke sini. Celana bahan, rambut digerai, lipstik tipis. Makeup-nya nggak buat klien. Buat dirinya sendiri. Biar ingat dia masih bisa rapi tanpa harus perang.
Jam