Reza baru pergi ketika satpam rumah sakit memintanya untuk turun ke pos. Katanya, perempuan bernama Amara yang baru saja mengganggu Salini sedang terlibat cekcok dengan pria tinggi dan bermata dingin.
“Saya takut, Pak … mau misahin tapi, kok kayaknya lebih galakan beliau,” cerita satpam yang berjalan di samping Reza. “Temen saya aja yang badannya kayak tukang pukul cuma ngeliatin.”
Dapat Reza pastikan bahwa ciri fisik tersebut merujuk kepada Wira.
“Siapa yang memanggil pria itu untuk datang?” tanya Reza di tengah perjalanan mereka.
“Saya sih, Pak. Awalnya, saya minta Bu Amara supaya menelepon walinya. Eh, yang datang ada dua orang. Yang pertama agak pendekan dikit ... yang kedua tuh tinggi banget, Pak kayak pake egrang. Terus, tau-tau Bu Amara sama laki yang tinggi berantem aja gitu, P