Istana kekaisaran Ning
Paviliun Xuan
Pagi ini istana kekaisaran sangat damai. Tidak ada masalah yang terjadi.
Setelah pengadilan pagi selesai, Kaisar menyempatkan diri berkunjung ke paviliun Xuan untuk menemani Janda permaisuri minum teh. Sudah lama dia tidak minum teh bersama Muhou nya. Terakhir adalah sekitar dua bulan yang lalu.
Kedatangan Kaisar sangat di sambut baik oleh Janda permaisuri. Itu juga pada waktu yang tepat Kaisar datang, karna dia ingin menanyakan tentang menantu kesayangannya. Hong Lian.
Sudah sebulan lebih Lian’er pergi, tapi tidak pernah mengirim surat padanya. Dia takut sesuatu telah terjadi. Dia ingin menanyakan pada Kaisar, apakah Lian’er nya mengirim surat padanya.
Saat Kasim mengumumkan kedatangan kaisar, Ibu suri bergegas berdiri menyambutnya. Wajahnya penuh senyum. Saat Kaisar tiba di depannya, Ibu Suri memberi awalan.
“Bìxià (yang mulia).” Ibu Suri memberi hormat, membungkukan sedikit badannya. Walaupun yang di depannya adalah putra kandung nya, tapi dia lebih tinggi daripada dia. Ini juga bertujuan agar tidak ada yang meremehkan Kaisar.
“ Muhou, kamu bisa bangkit.”
Setelah mengatakan itu, Kaisar duduk di samping Ibu Suri lalu mengambil teh yang di tuangkan pelayan.
“Muhou, bagaimana kesehatanmu?”
“Tidak baik. Lian’er belum mengirimkan surat pada aijia. Aku khawatir terjadi sesuatu padanya. Apakah Lian’er ku mengirimkan surat padamu?” Ibu Suri langsung menanyakan tentang apa yang ingin dia tanyakan, membuat Kaisar memutar bola matanya. Bosan.
Selalu itu yang di tanyakan. Bahkan Ibu Suri tidak menanyakan kabar kesehatannya. Kaisar menjadi curiga, siapa sebenarnya anak dari Janda Permaisuri. Seringkali dia cemburu pada perhatian yang di berikan ibunya kepada gadis itu. Tapi dia bisa apa? Ibunya lebih menyayangi menantunya daripada anak kandungnya. Ibunya bahkan akan memarahinya jika sesuatu terjadi pada gadis itu.
“Dia tidak. Ibu Kekaisaran, kamu tidak perlu khawatir, bukankah kamu memberikan 100 orang penjaga untuk mengawalnya? Seharusnya dia baru sampai satu minggu yang lalu. Dia pasti sedang bermain hingga lupa memberimu surat. Jangan terlalu di pikirkan, ingat kesehatanmu. Jika kamu sakit, bukankah Lian’er akan menangis sepanjang hari?”
“ Aijia hanya ... merasa sesuatu telah terjadi padanya.” Janda Permaisuri mengatakan kalimat terakhirnya dengan lemah. Terlihat jika dia benar benar mengkhawatirkan menantunya.
“Bagaimana dengan ini, erchen akan meminta Yu Hao pergi menyusul Lian’er?” Kaisar memberi inisiatif. Dia tidak tega melihat ibunda tersayangnya selalu dalam kekhawatiran.
Lian’er, gadis terkutuk itu, dia berani membuat ibundanya mengkhawatirkannya.
Sedangkan di tempat lain, Hong Lian yang sedang asik membaca, tiba tiba mengalami bersin tanpa sebab. Jin Xin yang melihat itu menjadi khawatir, tetapi Hong Lian mengatakan tidak apa apa dan menyuruh Jin Xin melanjutkan bacaannya.
Apakah seseorang sedang mengutuknya?
Hong Lian curiga seseorang sedang mengutuknya. Kalau tidak bagaimana mungkin dia bersin tanpa sebab. Tidak ingin terlalu memikirkannya, Hong Lian kembali tenggelam dalam bacaannya.
Sedangkan Ibu Suri yang mendengar saran Kaisar sangat bahagia. Dengan semangat penuh, wanita paruh baya yang masih cantik itu menyuruh putranya memanggil Yu Hao, tangan kiri Kaisar.
Setelah Yu Hao sampai di paviliun Xuan, Kaisar memberikan perintah padanya untuk menyusul Permaisuri nya dan memastikan keadaannya. Namun belum sempat Yu Hao pergi, Yu Zhao, kakak laki laki Yu Hao, tangan kanan Kaisar menghadap. Kaisar yang melihat Yu Zhao heran, pasalnya dia mengutus tangan kanannya itu untuk pergi ke Kekaisaran Dongyue di selatan,untuk menanyakan maksud tentang surat yang Kaisar Dongyue kirimkan padanya. Perjalanan itu seharusnya memakan waktu satu bulan, tapi Yu Zhao baru satu minggu pergi dan sudah kembali.
“Zūnjìng Bìxià.” Yu Zhao membungkukan badan dengan tangan tergenggam di depan.
“Nǐ kěyǐ qǐlái (kamu bisa bangkit). Kamu ... bukankah zhen menyuruhmu pergi ke Kekaisaran Dongyue, mengapa sudah kembali”.
“Duìbùqǐ Bìxià. Sebenarnya ... “ Yu Zhao terlihat ragu ragu untuk mengatakannya.
“ Kuài shuō (cepat katakan).”
“Yang Mulia, sebenarnya bawahan ini telah berangkat ke Dongyue satu minggu yang lalu.Tapi saat bawahan ini melewati hutan selatan Ibu kota, seorang warga keluar dari hutan dan berteriak, mengatakan bahwa di hutan ada banyak tulang belulang manusia. Hamba penasaran, jadi hamba pergi untuk melihat. Di sana bawahan ini menemukan ... bawahan ini menemukan ... “ Yu Zhao menghentikan laporannya,dia melirik ke arah Kaisar. Dia ragu untuk melanjutkan laporannya. Dia takut, berita yang dia bawa membuat Istana dalam kekacauan.
Tapi Janda Permaisuri yang merasa penasaran marah karna bawahan Kaisar berhenti menyampaikan laporarannya. Terlebih, setelah mendengar laporan dari Yu Zhao, kegelisahan Janda Permaisuri semakin menjadi.
“Tidakkah kamu ingin melanjutkan laporanmu? Cepat katakan.” Ucap Janda Permaisuri dengan nada kesal. Yu Zhao ragu ragu, lalu dia menatap Kaisar meminta persetujuan. Kaisar yang melihatnya hanya menganggukan kepala, tanda dia menyetujui.
“Di dalam hutan hamba menemukan banyak tulang belulang. Setelah bawahan ini kumpulkan dengan bantuan beberapa warga, hasil dari jumlah tulang belulang itu adalah lima puluh orang. Lalu hamba semakin masuk ke dalam hutan dan menemukan tulang belulang lagi dengan jumlah yang sama. Tapi ... di sekitar tulang-tulang itu, tersebar berbagai barang dan juga kereta. Kereta dan barang barang itu penuh dengan darah kering. Setelah saya teliti, barang barang itu adalah beberapa potong pakaian dan perlengkapan wanita”. Yu Zhao menjeda penjelasannya. Laki-laki itu menghirup nafas untuk menyampaikan informasi yang selanjutnya. Tapi Janda Permaisuri terlihat kesal. Dia berpikir untuk apa tangan kanan Kaisar melaporkan hal hal itu? Tapi kalimat selanjutnya yang keluar dari mulut Yu Zhao membuat sebagian dunianya berputar.
“Kereta itu memiliki lambang Kekaisaran. Lalu saya ingat bahwa kereta itu adalah kereta yang sama yang di pakai Yang Mulia Permaisuri”.
“APAA!!”.
Janda Permaisuri yang terkejut dengan berita itu sontak berdiri, tubuhnya gemetar, cangkir yang sedari tadi dia pegang jatuh dan pecah.
“ Aijia tidak percaya itu, aku tidak percaya!! Katakan ... katakan padaku kau berbohong. Bagaimana mungkin ... Lian’er ku ... “ Tubuhnya limbung, beruntung mama di sampingnya dengan sigap menopang tubuhnya hingga tidak membentur ubin.
Melihat itu, Kaisar panik, dia lalu berteriak memanggil tabib.
“Panggil tabib. Cepat!! Muhou kamu tidak apa apa? Mengapa tabib lama sekali.” Kaisar yang panik terus berteriak dengan marah. Dia mengangkat tubuh Janda Permaisuri ke atas peraduannya. Sedangkan Janda Permaisuri terus menggumam, memanggil-manggil nama Hong Lian.
Tidak lama sekelompok tabib datang, Kepala tabib Imperial segera memerikasa Janda Permaisuri.
“ Gu taiyi, bagaimana keadaan muhou?” Kaisar bertanya dengan nada sedikit bergetar.Sedangkan orang yang di panggil Gu taiyi hanya tersenyum lembut.
“Bìxià tidak perlu khawatir. Janda Permaisuri hanya mengalami serangan shock hingga membuat tubuhnya kehilangan kesadaran.”
“Syukurlah. Mama jaga muhou, dan ingat informasi yang kamu dengar, jangan sampai menyebar atau tanggung konsekuensinya.”
“Mengerti.”
Setelah memberikan beberapa intruksi, Kaisar meninggalkan paviliun Xuan menuju Imperial study di ikuti kedua saudara Yu.