"sedih kadang memikirkan statusku sekarang,di usiaku yang masih 24 tahun ini,mas Raka meninggalkan aku untuk selamanya,sang Maha baik lebih sayang dia"
********
"pagi ma..pa..".sapa ku kepada kedua orang tua ku saat aku menghampiri mereka di meja makan.
oh iya kenalkan namaku Amelia Sekar Arum,biasa di panggil Lia,Sekar atau Arum,usiaku 24 tahun,kata orang sih wajahku ada mirip-mirip nya dengan Maudy Ayunda, padahal kalo aku liat secara seksama di cermin,gak mirip banget kok,mungkin hanya struktur rahang kami yang mirip, sehingga saat aku tersenyum memang sedikit mirip dengannya.
tinggi tubuhku 163 cm,standar cewek Indonesia ya,berat badan ku 51 kg,cukup ideal dipadu dengan bentuk p******a ku yang sedikit membusung dilengkapi dengan banyak nya lemak yang tertimbun di bokongku, sempurna
sayang aku sudah janda,suamiku meninggalkan aku 3 bulan yang lalu saat bekerja,dia anak buah kapal di salah satu perusahaan pelayaran di Indonesia,kapal Fery tempat dia bertugas terbakar dan tenggelam di tengah laut, sebelum sampai ke tujuan awal kapal itu, pelabuhan Bakauheni,Lampung.
"udah baikan kamu nak?".tanya papa sesaat setelah aku mendaratkan b****g ku ke kursi
"jauh lebih baik pa,kan gak mungkin Arum murung terus,nanti mas Raka gak tenang disana pa".jawabku sambil memasukkan nasi beserta lauknya ke dalam piring ku
"nah gitu dong,ini baru anak papa mama,semangat nya besar".kata mana menimpali
aku mengangguk
"rencananya kamu mau melamar kerja kemana nak?".tanya mama
pertanyaan ini yang membuat aku bingung, dulu saat mas Raka menimang ku,dia mengajukan syarat agar aku gak bekerja lagi setelah menikah,tapi sekarang mas Raka udah pergi untuk selamanya.
"belum tahu ma mau melamar kemana?,palingan nanti Arum coba kerumah Rere mah, tanya-tanya dulu".kataku sambil memasukkan makanan ke dalam mulutku.
"kalo gak gini aja,nanti papa lihat di kerjaan,ada gak lowongan buat kamu,karena kalau gak salah kemarin ada papa lihat lowongan kerja itu masih tertempel di gerbang masuk kantor nak".
"hmmmm...iya deh pa".
biarlah waktu yang akan menjawab kemana langkahku berikutnya akan berlabuh,aku harus menyongsong masa depan,melupakan masa lalu,bukan untuk ku kubur,hanya ku jadikan sebuah kenangan,yang didalam salah satu ruang nya,ada dia.... suamiku.
********
PUKUL 11:12 WIB
aku tiba di kantor tempat papa bekerja,PT. SEMESTA ABADI,tertulis dengan sangat jelas di tembok depan perusahaan ini.
oh iya papaku bernama Harun al-Rasyid,bukan CEO,atau pun Presdir disini,jabatannya cuma sebagai karyawan biasa di bagian engineering,ya papaku lulusan S1 teknik mesin produksi.
"permisi pak, selamat siang".sapa ku kepada security yang sedang bertugas
"iya dek siang,ada yang bisa dibantu?".jawabnya
"saya mau nyari pak Harun pak".kataku
"oh..pak Harun bagian engineering ya".
aku mengangguk
"sebentar ya dek,saya hubungi dulu".
******
"udah lama nak?".tanya papa ketika sampai di pos security
"10 menitan gitu lah pa".
"masuk yuk,kita langsung ke HRD nya,tadi papa sudah bilang,katanya kalo kamu udah datang langsung disuruh antar keruangannya".
kami pun melangkah,rasa takjub saat memasuki gedung perusahaan ini menggelitik ku,gedung tinggi dengan d******i warna putih ini makin tambah mempesona dengan arsitektur mewah di dalamnya.
sampai di depan ruangan yang tertulis HRD,kami berhenti.
'tokkkk....tokkkk....tokkkk.' pintu diketuk oleh papa,
"ya silahkan masuk".jawab suara dari dalam.
ceklek....pintu terbuka
"selamat siang pak Hendra".sapa papa pada lelaki yang sekarang sedang duduk di kursi itu,kulihat dia sedang memperhatikan kertas yang sekarang sedang di pegang nya.
"ohh..pak Harun,duduk dulu".dia mempersilahkan kami duduk.
"ini anaknya pak?".
"ya pak,ini anak saya". kulihat dia memperhatikan aku dengan seksama,lalu dia tersenyum.
"bawa CV nya kan,boleh saya lihat".
"bawa pak".lalu aku menyerahkan CV yang ia minta.
sedikit lama dia membolak-balik CV ku,sedikit khawatir aku melihatnya,bukan masalah pendidikan terakhir ku, gini-gini aku lulusan S1 telekomunikasi kok, tapi ya itu tadi....statusku.
"semuanya gak ada masalah,cuma disini yang tersedia hanya bagian resepsionis,kamu mau?"
aku langsung mengangguk cepat,biarpun hanya seorang resepsionis, setidaknya aku gak nganggur dan menambah beban pemerintah....