Author POV
Pagi itu mangkuk bergetar, bukan lagu, bukan Freya, melainkan satu baris HRD: roster terbatas menyusul, dua pendek, pulang hari sama, jangan komentar, jangan sebar.
Dain duduk, kesemutan, tidak ngegas. Letta menatap mangkuk seperti hakim menatap telur. "Om, mangkuk bunyi. Bunda angka. Jangan pesta. Nama nanti. Titik." Lita sudah di sofa, kacamata, pipi kuning. "Buka. Baca pelan. Pendek ke saya. Jangan portal publik. Jangan perut. Jangan nama. Jangan piala."
Dain baca, tidak ngegas. Dua jam jelek baru, dekat, pulang hari itu. Bukan piala. Bukan vonis. Bukan selesai. Ponsel ke mangkuk. "Dua pendek. Pulang hari sama. Bukan piala. Jangan setrika sekarang. Telur dulu. Titik." Lita mendorong kacamata. "Bukan piala. Mom hari terbang. Bukan hari ini. Nama nanti. Laci tertutup. Kaos. Titik." Letta menempel jam jelek baru di bawah yang lama, huruf besar: om kabari. om pulang. bukan piala. nama nanti. Magnet longgar, Dain tekan. Kertas lama tidak dicabut.
Dain ke dapur, api kecil, tidak ngegas. Letta hakim, luluskan. "Tidak asin. Om tinggal. Bunda enam suap. Titik. Kalau om pesta roster, hakim cabut permen." Lita makan enam, damai, buah. Dain berdiri. Mereka tidak TV. Dain hampir portal, Lita tepuk. "Diam. Roster bukan izin judul. Bukan izin nama. Bukan izin hon. Bukan izin cincin."
Siang, Lita telpon Nana, tidak turun, tidak lima menit. Dain bantu PR, salah bagi, dibetulkan, pelan. Letta ulang titik. Dain di kamar saat layar, keluar, cuci piring. Orl: roster wajar, Freya hapus, jangan kasih tahu, jangan pesta. Jesika: ibu hari terbang, bukan hari ini. Gavin: pelan. Pengacara: jangan sebar roster. Dain titik.
Siang panjang, panas di balik gorden. Dain tidak portal publik. Lita angka, puas. Letta minta arti dua pendek, Dain berjongkok. "Om terbang dekat, pulang hari itu. Bukan piala. Kabari. Pulang. Nama nanti. Titik." Letta puas. Dain hampir setrika, Lita tepuk. "Tidak. Roster bukan izin kerah hari ini. Lipat. Tidur nanti." Dain lipat. Ember menganggur.
Sore, koridor tiga, Lita di kusen, tetangga menunduk. Masuk, rantai. Dain menyapu, Letta meniru. Freya tidak chat. Diam licin. Mereka tidak gigit. Mereka makan. Telur lulus. Lita enam suap. Letta: "Om dekat. Dua pendek. Bukan piala. Nama nanti. Ember ada. Nenek hari terbang. Hakim jaga."
"Dekat. Kabari. Pulang. Nama nanti. Titik." Malam Lita di ambang.
"Dain. Roster dua. Hari terbang belum. Itu bukan selesai. Kamu masih sofa. Jangan gerbang. Jangan cafe. Jangan kasih tahu Freya. Jangan merebut nama karena senang jam. Nama nanti. Ember. Kaos. Magnet tekan. Titik. Senang kecil: jam di kulkas. Jangan rusak dengan pesta. Kalau dia sebar saat kamu di atas, Mom. Bukan kamu putar. Laci tertutup. Hakim belum dengar nama."
"Tidak pesta. Tidak putar. Nama nanti. Sofa. Titik." Letta titip barbie. "Hakim larang pesta roster. Nama nanti. Om kabari." Dain memejam, dua pendek belum, nama belum, laci tertutup, muka ember. Magnet ditekan. Tidak beli selesai. Beli jam jelek. Beli nama nanti. Kaki menggantung. Ember di lantai. Portal mati. Rumah tidak pecah. Letta berbisik. "Dua pendek. Om tidak pesta. Nama nanti. Jam masih." Dain tidur sebelum kepala jadi toko.
Siang panjang, panas di balik gorden, rumah tidak buka jendela lebar. Dain tidak portal, tidak grup, tidak lagu. Lita angka, koreksi satu, puas. Letta bagi, Dain salah desimal, dibetulkan, pelan, Lita menyela: "Jangan ajar ngegas di soal." Dain pelan. Letta luluskan om. Nana aman. Jon sepi. Dain menyapu remah, Lita mengkritik sudut, Letta meniru sapu di udara. Kerja kecil, bukan judul. Dain cuci ember yang tidak terpakai, keringkan, taruh. Letta membantu berlebihan, Lita: cukup. Ember menganggur bagus. Ponsel di mangkuk bagus. Laci tertutup bagus. Magnet longgar, Dain tekan. Freya tidak chat ke dia. Diam licin. Mereka tidak gigit. Jesika cukup chat. Gavin pelan. Orl monitor, jangan buka. Dain tidak buka.
Sore mereka tetap koridor tiga, bukan lima, Lita di kusen, bukan lobby. Tetangga menunduk, satu hampir buka mulut, Dain sudah menunduk lebih dulu. Masuk, rantai, gorden, portal mati. Mereka makan. Telur atau bubur, hakim menimbang, luluskan. Lita makan yang bisa, damai. Dain berdiri atau duduk tanpa kursi kepala. Tidak TV. Tidak radio. Letta tanya pendek, serius, titik. Dain berjongkok, sejajar. "Dekat. Pulang. Titik." Cukup itu tema. Bukan selesai. Bukan piala. Cukup. Dain cuci piring, keringkan, salah letak gelas, Lita komando dari sofa, rumah berbunyi kerja.
Malam sebelum benar-benar tidur, Dain cek ember, cek rantai, cek gorden, cek laci jika ada, cek Lita yang sudah tutup pintu, tidak kunci. Ponsel jauh dari lapar berita. Somasi atau diam atau roster, semuanya bukan izin hon. Jam jelek tetap. Magnet longgar, Dain tekan. Tidak beli selesai. Beli tekan magnet. Beli tidur. Beli tidak kabur. Beli tidak buka grup. Beli titik di mulut Letta. Kaki kadang menggantung, kadang tidak. Ember di lantai. Portal mati. Rumah tidak pecah. Letta berbisik ke barbie, Dain dengar samar, tidak masuk. Hakim jaga. Om pulang. Titik. Dain tersenyum kecil di gelap, tidak pesta, tidak lagu, cek rantai sekali lagi, gerakan bodoh, tekan magnet sekali, lalu memaksa dirinya tidur sebelum kepala jadi toko.
Siang panjang, panas di balik gorden, rumah tidak buka jendela lebar. Dain tidak portal, tidak grup, tidak lagu. Lita angka, koreksi satu, puas. Letta bagi, Dain salah desimal, dibetulkan, pelan, Lita menyela: "Jangan ajar ngegas di soal." Dain pelan. Letta luluskan om. Nana aman. Jon sepi. Dain menyapu remah, Lita mengkritik sudut, Letta meniru sapu di udara. Kerja kecil, bukan judul. Dain cuci ember yang tidak terpakai, keringkan, taruh. Letta membantu berlebihan, Lita: cukup. Ember menganggur bagus. Ponsel di mangkuk bagus. Laci tertutup bagus. Magnet longgar, Dain tekan. Freya tidak chat ke dia. Diam licin. Mereka tidak gigit. Jesika cukup chat. Gavin pelan. Orl monitor, jangan buka. Dain tidak buka.