Fiona lebih dulu menyatakan bersedia makan bersama Lee dan Laura. Ia ingin pertemuan satu jam di kafe, tanpa tamu lain yang tiba-tiba datang. Zio memilih tidak ikut dan meminta berada bersama Vania jika waktu sahabat ibunya memang sesuai.
Laura memeriksa kesediaan Vania sebelum mengonfirmasi tempat. Anak-anak sudah mengenal Lee, pernah makan sup, menerima kunjungan, dan mendengar permintaan maaf. Laura menjelaskan bahwa pertemuan kali ini dapat direncanakan sesuai keinginan mereka sekarang, tanpa harus mengulang kegiatan yang dahulu pernah terasa menyenangkan.
Pada hari yang disepakati, Fiona memilih makanan sendiri. Lee menanyakan kabar poster tanaman, lalu menerima ketika anak itu menjawab singkat dan beralih membicarakan menu. Ia tidak mencari foto yang bisa diminta atau menjadikan nilai sekolah sebagai cara menilai apakah ia tampak cukup dekat.
'Aku sekarang lebih suka menjelaskan bagianku sendiri,' kata Fiona setelah beberapa waktu. 'Kalau sudah selesai, temanku bisa melanjutkan.'
Ia menggeser gelas agar tidak menutupi piring, lalu memilih duduk sedikit lebih dekat kepada Laura ketika orang di meja sebelah mulai ramai. Lee memperhatikan perubahan tempat itu tanpa menanyakan alasan di depan semua orang. Laura membantu menggeser tas dan kembali mendengarkan. Fiona dapat melanjutkan makan dengan nyaman, tanpa gerakan kecilnya diubah menjadi sesuatu yang harus dijelaskan panjang kepada tamu.
'Jadi kamu tahu bagian yang memang ingin kamu pegang,' jawab Lee.
Fiona mengangguk. Laura mendengarkan tanpa mengubah percakapan menjadi pujian panjang yang membuat anaknya harus terus menunjukkan keberanian. Ia dapat bangga sekaligus tetap merasa gugup pada kesempatan berikutnya.
Ketika satu jam selesai, Fiona ingin pulang. Lee tidak menambahkan ajakan membeli sesuatu untuk membuat mereka tinggal lebih lama. Ia berpamitan dan mengatakan senang dapat makan bersama. Fiona menjawab ia juga merasa cukup nyaman karena tahu siapa yang hadir serta kapan boleh berhenti.
Zio mendengar ringkasan pertemuan hanya setelah ia sendiri bertanya. Laura tidak meminta Fiona meyakinkan kakaknya ikut lain kali. Ia menjawab pertanyaan singkat dan membiarkan Zio kembali pada gambar yang sedang dikerjakan.
Beberapa pekan kemudian, Zio mengusulkan pertemuan singkat di rumah. Ia tidak ingin pembicaraan mengenai Brian atau rencana tinggal bersama. Laura meneruskan batas itu kepada Lee dan tidak menambahkan kejutan yang dianggap dapat mempercepat suasana akrab.
Lee datang setelah diundang, tanpa hadiah. Fiona memilih permainan papan yang sudah ada. Zio duduk di ruang yang sama, tetapi pada awalnya hanya mengamati. Laura membiarkan ia menentukan kapan ingin berbicara atau tetap membaca.
'Aku boleh tidak ikut?' tanya Zio ketika bidak dibagikan.
'Boleh. Kita atur jumlah pemain yang ada,' jawab Laura.
Lee tidak mengatakan sudah datang khusus untuknya. Ia membantu memahami aturan yang dipilih Fiona dan tertawa ketika lupa satu langkah. Zio kemudian memberi koreksi singkat dari tempat duduknya, lalu kembali kepada bukunya tanpa diminta mendekat.
Pertemuan berakhir setelah satu jam. Fiona mengatakan cukup satu putaran. Lee mengucapkan terima kasih dan pulang, tidak menganggap suasana yang tidak buruk sebagai persetujuan berkunjung setiap akhir pekan.
Laura bertanya bagaimana perasaan anak-anak setelahnya. Fiona mengatakan biasa saja tetapi tidak buruk. Zio menyatakan lebih nyaman karena tidak ada yang memaksanya bermain atau meminta ia menyebut Lee dengan panggilan baru.
Laura menerima jawaban itu tanpa memperbesarnya menjadi restu atas segala perubahan masa depan. Ia mengatakan jika ada hal yang kelak memengaruhi rumah atau jadwal, mereka akan membicarakannya sebelum terjadi. Hubungan orang dewasa tetap keputusan orang dewasa, tetapi akibat pada anak-anak tidak boleh dianggap sudah disetujui hanya karena mereka pernah tersenyum.
Pada kesempatan lain, Laura bertemu ayah Lee lagi. Kali ini tidak ada cerita palsu yang perlu ditampilkan. Beliau mengetahui mereka kembali menjalani hubungan dan menyambut setelah keduanya memilih datang untuk berbicara.
'Saya tidak akan bertanya kapan menikah setiap kali bertemu,' kata beliau. 'Kalian sudah tahu kenapa saya perlu mendengar yang sebenarnya.'
Laura mengangguk. Ia berterima kasih atas sambutan tersebut dan mengatakan hubungannya dengan Lee sedang tumbuh, tetapi belum ada keputusan tempat tinggal atau tanggal apa pun. Ayah Lee menerima jawaban tanpa mengundang anak-anak agar pembicaraan terasa lebih lengkap.
Sepulangnya, Lee mengatakan ia ingin suatu hari membicarakan masa depan mereka lebih serius. Laura menjawab bersedia, selama pembicaraan tidak otomatis menjadi pengumuman yang harus segera diikuti keluarga. Ia ingin memahami seperti apa rumah tangga yang mungkin dijalani, termasuk uang, pekerjaan, kehilangan, dan tanggung jawab yang tetap dimilikinya.
'Aku tidak ingin kamu menjadi pengganti ayah bagi anak-anak hanya karena kita memilih bersama,' katanya.
'Aku tidak akan meminta tempat itu diberikan sebagai syarat,' jawab Lee.
Ia juga menyatakan tidak mencari seseorang untuk mengisi tempat istrinya yang telah meninggal. Kedekatan baru tidak harus menghapus kenangan yang pernah ada. Laura menghargai kalimat itu, sebab ia tidak ingin masa depan mereka dimulai dengan perlombaan menjadi orang yang lebih pantas daripada seseorang dari masa lalu.
Mereka mulai membicarakan kebutuhan praktis tanpa menentukan semua jawaban. Laura ingin rumah yang dikenali Zio dan Fiona tetap stabil. Lee tidak menawarkan pindah segera ke tempat yang lebih luas sebagai jalan keluar untuk setiap persoalan.
'Kita bisa membicarakan bentuk hidup yang sesuai, bukan hanya memakai yang paling mudah untukku,' katanya.
Malam itu Laura menjelaskan kepada anak-anak bahwa ia dan Lee sedang memikirkan masa depan, tetapi belum ada perubahan rumah atau sekolah. Zio bertanya apakah ia boleh tidak mengikuti semua pembicaraan. Laura menjawab boleh; ia akan diberi informasi yang berkaitan dengan hidupnya tanpa dijadikan anggota rapat orang dewasa.
Fiona menanyakan apakah ia dapat tetap memilih waktu sendiri. Laura mengangguk. Ia ingin memberi jawaban yang sama kelak, setelah keputusan lebih besar benar-benar dibuat. Ruang mereka di rumah tidak boleh bergantung pada seberapa cepat mereka menyukai pasangan ibu. Laura memilih Lee sebagai orang yang ingin dikenalnya lebih jauh, sambil tetap menjaga tempat anak-anaknya sebagai sesuatu yang tidak dapat diminta mereka serahkan.