Norma membaca kembali undangan dari SDM ketika rekan-rekan mulai meninggalkan ruangan. Pertemuan berikutnya bukan pengumuman sanksi. Petugas masih meminta beberapa keterangan mengenai penggunaan komputer dan cara berkas dipindahkan sebelum hilang.
Ia seharusnya dapat bernapas lega. Tidak ada rekaman jelas, akun terbuka dapat dipakai siapa saja, dan jawabannya sudah dicatat. Namun semakin sering orang menyebut perbaikan penyimpanan, semakin sulit baginya menahan perasaan bahwa setiap percakapan sebenarnya sedang mengarah kepada dirinya.
Michelle sedang membereskan map ketika Norma menanyakan apakah ia masih menyimpan pratinjau banner. Rekannya menjawab salinan terkait pekerjaan telah diserahkan sesuai permintaan Daniel. Norma mengangguk terlalu cepat, membuat Michelle menoleh sebentar.
'Kenapa? Ada yang kamu butuhkan?'
'Tidak. Cuma bertanya.'
Michelle melanjutkan pekerjaannya. Norma menyadari pertanyaan itu tidak menghapus sesuatu yang ingin diketahuinya. Ia tetap tidak tahu seberapa banyak catatan tersimpan, siapa mengingat ia duduk di depan layar, atau apakah orang lain akan menyebut namanya pada pertemuan berikutnya.
Malam itu Brian menanyakan mengapa ia terus gelisah. Norma mengatakan ada masalah kantor. Ketika Brian meminta penjelasan, ia menyebut berkas yang hilang dan Laura harus membuat ulang. Ia berharap mendapat ucapan bahwa masalah tersebut bukan urusannya, tetapi Brian justru bertanya siapa yang menghilangkan.
'Belum tahu,' jawabnya.
Kata itu terasa lain di lidahnya. Norma tahu. Ia mengingat folder yang terbuka, nama berkas, dan rasa puas ketika membayangkan Laura kebingungan. Tidak ada bagian dari ingatan itu yang berubah menjadi tidak sengaja hanya karena ia berulang kali memberikan jawaban yang kabur.
Keesokan pagi, Norma datang lebih awal dan membuka pesan kepada petugas SDM. Ia mengetik ingin memperbaiki keterangan mengenai banner, menghapusnya, lalu mengetik lagi. Selama beberapa menit layar itu tetap tidak terkirim.
Akhirnya ia menekan tombol kirim.
Petugas menjawab dengan waktu pertemuan yang memungkinkan. Norma meminta dapat berbicara lebih dulu tanpa Laura berada di ruangan. Permintaan itu diterima. Daniel akan diberi tahu sesuai kebutuhan pemeriksaan, dan keterangannya dicatat sebelum keputusan apa pun dibuat.
Di ruang tersebut, Norma duduk dengan tangan saling menggenggam. Petugas tidak membukakan percakapan dengan menuduh. Ia meminta Norma menjelaskan bagian yang ingin diperbaiki, serta mengingatkan bahwa ia dapat membaca kembali catatan sebelum menyetujuinya.
'Saya membuka folder banner,' kata Norma.
Petugas menunggu.
'Saya melihat file akhirnya. Lalu saya hapus.'
Kalimat itu keluar lebih pelan daripada yang dibayangkannya. Tidak ada suara pintu dibanting atau seseorang berdiri menyatakan kemenangan. Petugas meminta ia menguraikan waktu dan tindakan dengan jelas, tanpa menambahkan hal yang tidak diingat.
Norma menjelaskan ia memakai komputer ketika Laura meninggalkan meja untuk menerima telepon. Berkas akhir dihapus, sementara rancangan kerja Laura di tempat lain tidak disentuhnya. Ia meneruskan tindakan supaya salinan tersebut tidak mudah ditemukan pada tempat pemulihan biasa.
'Itu kesalahan saat bekerja atau dilakukan dengan tujuan tertentu?' tanya petugas.
Norma menunduk. Ia sempat ingin mengatakan hanya kesal sebentar, seolah waktu yang singkat mengurangi akibatnya. Namun pertanyaan meminta tujuan, bukan lamanya ia berada di depan layar.
'Saya ingin membuat pekerjaan Laura gagal.'
Ia mengakui jawaban sebelumnya tidak lengkap dan penyangkalannya tidak benar. Ia tidak mempunyai salinan akhir yang dapat dikembalikan. Catatan baru menyebut kedua hal tersebut, bukan menghapus keterangan lama seolah tidak pernah diberikan.
Petugas menjelaskan bahwa pengakuan akan diperiksa bersama catatan yang tersedia. Norma dapat memperoleh penjelasan tentang proses berikutnya dan memberikan tanggapan sebelum keputusan. Ia tidak dijanjikan bebas dari akibat hanya karena akhirnya berkata jujur.
Norma membaca catatan dengan mata yang terasa panas. Ada satu bagian yang perlu diperbaiki agar tidak menyebut ia menghapus seluruh pekerjaan pemasaran. Yang dihapusnya berkas akhir banner. Petugas membetulkan cakupan tanpa memperkecil kesengajaan yang sudah diakuinya.
Ia bertanya apakah Laura akan diberi tahu. Petugas menjawab informasi yang relevan bagi pihak terdampak akan disampaikan melalui proses pemeriksaan. Norma mengangguk, tidak lagi dapat memilih bahwa tindakannya cukup menjadi rahasia di antara dirinya dan sebuah layar. Ia meminta beberapa menit sebelum keluar, kemudian menutup map yang sejak tadi hanya dipegang untuk menenangkan tangannya.
Setelah pertemuan selesai, Daniel menerima keterangan yang diperlukan dan mencocokkannya dengan urutan pekerjaan serta hasil pemeriksaan TI. Rincian yang disebut Norma sesuai dengan berkas dan waktu yang selama ini ditelusuri. Catatan teknis masih mempunyai keterbatasan yang sama, tetapi pengakuan Norma kini menjelaskan tindakan yang sebelumnya belum dapat dipastikan oleh petugas dari pemeriksaan komputer saja.
Laura baru dipanggil setelah bagian awal tersebut selesai. Petugas menjelaskan bahwa Norma mengoreksi keterangannya dan mengaku sengaja menghapus berkas. Laura diam lebih lama daripada yang diperkirakannya sendiri.
Selama ini ia menahan tuduhan karena tidak mempunyai dasar yang cukup. Mendengar pengakuan tidak memberinya kegembiraan. Ia justru teringat rumah yang ditinggalkan semalaman, Kimmy yang mengubah rencana, dan anak-anak yang bertanya kapan ibunya pulang.
'Apa saya perlu bertemu dia sekarang?' tanyanya.
'Tidak harus. Kami ingin memberi tahu hasil yang sudah dapat disampaikan dan meminta keterangan dampak jika perlu dilengkapi.'
Laura mengangguk. Ia akan memberikan catatan pekerjaan yang memang berkaitan, tetapi tidak ingin mengadakan pertemuan pribadi untuk memaksa permintaan maaf. Proses disiplin merupakan tanggung jawab perusahaan, bukan kesempatan menagih perasaan yang benar dari Norma.
Sore itu ia melewati meja Norma tanpa berhenti. Perempuan tersebut mengangkat pandangan sebentar, lalu menunduk. Laura tidak menyebut pengakuannya di depan rekan-rekan. Ia tidak ingin memulai hukuman lain melalui kabar yang disebarkan sebelum keputusan resmi.
Di rumah, ia mengabari Kimmy bahwa penyebab berkas hilang kini sudah diakui dalam pemeriksaan. Ia tidak menyebarkan salinan catatan SDM, hanya berterima kasih sekali lagi atas bantuan malam itu. Kimmy bertanya bagaimana perasaannya, dan Laura menjawab masih marah.
Ia tidak perlu segera mengubah kemarahan menjadi maaf agar dianggap telah memperoleh akhir yang baik. Kebenaran akhirnya mempunyai bentuk yang dapat diperiksa. Langkah berikutnya adalah memastikan akibatnya ditangani dengan adil, tanpa membuat kehilangan kepercayaan itu kembali dianggap sekadar salah paham.