===== BAB 9: Dua Huruf di Surat =====
'Kursi 2A tercatat kosong, tetapi sesinya merekam seorang akun.'
Ayu mencetak grafik tekanan dan membubuhkan tanda tangan digital. Nadya meminta hasil itu dikirim kepada regulator sebelum keluarga Dirgantara dapat menghalangi. Reza menyetujui, meski bukti tersebut membuat masa lalunya sendiri semakin mencurigakan.
Lina menyerahkan kartu naik server kepada Maya untuk disegel. Di bawah cahaya miring, bekas nama yang dikerik meninggalkan dua lekukan huruf. Ayu memotretnya dengan beberapa sudut, tetapi perangkat lunak hanya mampu membaca A dan D.
'Reza Dirgantara,' kata Nadya.
'Atau puluhan nama lain,' jawab Reza. 'Jangan mengubah dugaan menjadi putusan.'
'Keluarga Anda mengubah dugaan menjadi putusan terhadap ayah saya selama tujuh belas tahun.'
Reza menerima kalimat itu tanpa membela diri. Ia menawarkan sampel tulisan dan dokumen perjalanannya. Catatan resmi menunjukkan ia kembali ke Singapura sehari sebelum kecelakaan, tetapi stempel paspornya tidak berurutan. Seseorang telah merekayasa alibi.
Kresna menelepon membawa masalah baru. Dimas mengajukan pembekuan hak suara perwalian karena perkawinan dianggap dilakukan untuk penipuan korporasi. Sidang internal dijadwalkan malam itu. Jika kontrak mereka terbuka, perlindungan Nadya dapat runtuh dan penjualan Cakrawala Capital kembali berjalan.
'Biarkan mereka membaca kontraknya,' kata Nadya. 'Saya tidak akan berpura-pura ini kisah cinta.'
'Mereka akan memakai setiap batas di dalamnya untuk menyebutmu istri palsu,' ujar Kresna.
Reza memandang Nadya. 'Kita tidak berbohong. Kita mengatakan bahwa hubungan ini bermula sebagai kesepakatan dan berkembang sesuai pilihan kita.'
'Berkembang menjadi apa?'
Pertanyaan itu lebih sulit daripada semua data. Ciuman di depan media, pelukan di ruang cadangan, dan cara Reza menghormati izin tidak dapat disebut cinta. Namun itu juga tidak lagi terasa seperti dua tanda tangan tanpa manusia.
'Menjadi kemitraan,' jawabnya.
Sebelum sidang, polisi menemukan Ilham di sebuah klinik swasta dengan luka kepala. Ia mengaku diculik dua pria setelah mencoba mengambil server cadangan Vera. Nadya menemuinya ditemani Maya. Ilham tampak rapuh, tetapi rasa iba tidak menghapus pilihannya.
'Siapa Kapten Kedua?' tanya Nadya.
'Aku hanya berkomunikasi melalui terminal. Dia tahu detail YX-217 dan membayar Vera untuk menghentikan audit.'
'Mengapa Vera menjebakku?'
'Karena kode ayahmu akan membuat publik menerima cerita lama. Dia bilang keluarga selalu membutuhkan operator yang bisa disalahkan.'
Ilham memberikan kunci penyimpanan kompleks. Di dalamnya ada salinan server dan satu amplop dari Vera. Ia memohon Nadya mencabut laporan agar ia tidak dipenjara.
'Saya pernah mencintaimu,' kata Nadya. 'Itulah sebabnya saya memberi kesempatan untuk jujur. Kau memakai kesempatan itu untuk menjual aksesku.'
'Reza juga memakai dirimu.'
'Perbedaannya, dia menaruh harganya di atas meja.'
Saat keluar, Reza menunggu di koridor. Ia tidak bertanya apakah Nadya masih mencintai Ilham. Ia hanya menawarkan tangan. Kali ini Nadya menggenggamnya tanpa kamera.
Dalam sidang perwalian, Dimas membacakan bagian kontrak tentang lima belas bulan dan kamar terpisah. Vera menyebut Nadya pemburu kekayaan. Rani bertanya apakah piagam melarang pernikahan yang dimulai dengan kesepakatan. Tidak ada larangan.
'Lalu apakah mereka menjalankan fungsi pengawasan?' lanjut Rani.
Nadya menyerahkan bukti server, vendor Cakrawala Capital, dan pesan Vera. Reza menyerahkan alibi masa mudanya sendiri untuk diaudit, tindakan yang membuat Dimas berdiri marah.
'Kau menghancurkan nama ayahmu,' katanya.
'Kalau nama itu dibangun dari kebohongan, memang harus dihancurkan.'
Pemungutan suara berakhir imbang. Hak perwalian tidak dicabut, tetapi dibekukan selama empat puluh delapan jam sampai autentisitas perkawinan dan bukti ditinjau. Semua pihak masih memiliki kesempatan menyerang.
Di penthouse, Nadya dan Reza membuka penyimpanan Ilham. Server berisi pesan yang mengarahkan Vera, tetapi identitas Kapten Kedua disamarkan. Amplop berisi lembar karbon log akses YX-217. Tekanan pena menampilkan kursi 2A, status akun khusus, dan inisial A.D.
Reza duduk perlahan. 'Aku tidak pernah melihat lembar ini.'
'Tetapi seseorang memakai inisialmu.'
Ayu menelepon dari laboratorium. Serpihan pita magnetik sudah menghasilkan sebelas detik suara, meski belum cukup jelas untuk dikenali. Ia akan mencoba pemulihan penuh semalaman.
Nadya memasang kembali cincin polosnya. Bukan tanda percaya sepenuhnya, melainkan janji kepada dirinya sendiri untuk tetap berada dekat pusat kebohongan.
Malam itu mereka menyusun tiga salinan bukti dan menyimpannya di tempat berbeda. Satu untuk regulator, satu di kantor Maya, dan satu pada Rani. Reza juga merekam pengakuan tentang keberadaannya di kompleks agar tidak dapat ditarik kembali bila dewan menekannya. Nadya menyaksikan rekaman tersebut dan melihat ketakutan yang tidak pernah muncul di depan kamera bisnis.
Setelahnya mereka duduk di lantai ruang audit, berbagi makanan dingin dari kotak. Reza bertanya apakah Nadya menyesal. Ia menjawab belum punya cukup waktu untuk menyesal, tetapi cukup bukti untuk tidak pergi. Ketika tangan mereka bersentuhan saat mengambil botol air, keduanya tidak segera menarik diri. Kedekatan itu tidak menyelesaikan kecurigaan; justru membuat kemungkinan pengkhianatan terasa lebih mahal.
Ayu mengirim analisis lain. Tekanan huruf A.D. dibuat dengan pena yang sama seperti catatan perubahan beban, tetapi tulisan tangan berbeda dari Seno. Berarti orang kedua berada di meja keberangkatan dan ikut mengubah dokumen sebelum peluncuran. Daftar petugas malam itu hilang dari arsip digital.
Nadya menolak tidur sebelum semua berkas diberi nomor. Ia pernah melihat satu kelalaian menghancurkan kredibilitas penyelidikan ayahnya. Reza mengikuti tanpa mengeluh, menyusun kotak sementara Nadya membaca metadata. Pukul tiga pagi, Maya menemukan perusahaan pembayar klinik baru menerima dana dari Cakrawala Capital tiga hari sebelum YX-408 bermasalah. Jalur lama dan sabotase baru akhirnya bertemu.
Mereka belum tahu apakah pembayaran itu membeli diam, data, atau sabotase. Namun tanggalnya cukup bagi Maya untuk meminta pembekuan rekening melalui penyelidik resmi. Permintaan tersebut harus dijaga rahasia sampai disetujui.
Risikonya sangat besar sekarang.
Reza memandang gerakannya. 'Mengapa memakainya lagi?'
'Karena saya belum menemukan jawaban. Dan karena kemitraan kita belum berakhir.'
Ia mengangkat lembar karbon ke cahaya. Dua huruf itu tampak seperti luka yang baru terbuka.
'Inisial akun tanpa nama itu adalah A.D.'