===== BAB 88: Memorial Bukan Altar =====
Satu tahun tanpa kontrak berakhir dengan lamaran yang tidak memiliki tenggat, dan jawaban ya baru datang setelah Nadya memakai seluruh waktu yang ia pilih.
Satu tahun tanpa kontrak berakhir dengan lamaran yang tidak memiliki tenggat, dan jawaban ya baru datang setelah Nadya memakai seluruh waktu yang ia pilih.
Kabar pertunangan bocor satu bulan kemudian. Sebuah acara televisi menawarkan menyiarkan pernikahan dan memorial YX bersama. Mereka menolak tanpa negosiasi harga.
Sebelas keluarga ditanya media apakah mendukung. Nirmala mengeluarkan pengingat bahwa mereka tak terkait keputusan pasangan. Salma mengatakan pernikahan tidak membutuhkan stempel korban.
Nadya serta Reza menyusun dua acara terpisah. Penyerahan lima segel ke arsip publik berlangsung tiga bulan sebelum pernikahan dan dikelola kustodian, bukan keluarga.
Pada acara arsip, koper, kotak musik, mikrofilm, dan buku obat ditampilkan melalui replika bila benda asli masih diperlukan pengadilan. Label menyebut cacat kustodi serta peran Surya dalam penutupan.
Tak ada foto pertunangan di gedung. Reza hadir sebagai penyintas dan pemberi klaim, Nadya sebagai keluarga Seno serta ahli, kemudian keduanya meninggalkan panggung setelah bagian masing-masing.
Kirana tidak hadir. Kasetnya tetap di rumah. Satu lemari kosong dengan izin keluarganya menunjukkan materi dapat tidak diserahkan.
Memorial sebelas korban diadakan oleh keluarga pada tanggal berbeda. Ada pembacaan nama yang disetujui, keheningan untuk dua nama privat, dan lokakarya awak. Reza tidak berbicara kecuali diminta.
Nadya meletakkan bunga tanpa menyebut Seno sebagai korban kedua belas. Ayahnya mendapat koreksi serta makam sendiri; memorial ini milik orang yang meninggal dalam YX-217.
Lina datang dan duduk bersama pekerja, bukan barisan Dirgantara. Rani tidak hadir karena batas pengadilan dan mengirim bunga tanpa nama besar. Keluarga memilih menerima bunga, bukan surat.
Pernikahan direncanakan di toko Lina setelah renovasi. Tamu dibatasi keluarga dekat, teman, rekan kerja, dan beberapa orang yang memang memiliki hubungan pribadi—bukan seluruh panel atau korban.
Salma diundang sebagai teman yang tumbuh selama proses, bukan wakil sebelas keluarga. Ia menerima setelah memastikan undangan tidak meminta pidato tentang pengampunan.
Nadya memilih pakaian bersama Lina dan penjahit toko. Tak ada benang dari pola bukti. Kain baru dipakai agar pernikahan tidak dibangun secara harfiah dari arsip ayahnya.
Reza meminta Farah menjadi saksi. Farah mengatakan akan hadir sebagai teman serta penyelia yang masih dapat mengoreksinya hari Senin. Reza menyukai batas itu.
Ayu mengatur musik, lalu dilarang membawa laptop kerja. Titik Jaga menunjuk petugas lain menangani keadaan darurat sehingga pendirinya benar-benar dapat cuti.
Perjanjian pranikah ditandatangani sebulan sebelum acara. Masing-masing memiliki pengacara, masa tinjau, dan hak membatalkan sampai hari terakhir. Blind trust tetap tak dapat diakses Nadya.
Mereka memilih tidak tinggal bersama sampai setelah pernikahan dan bulan madu singkat. Rumah sewa baru memiliki dua ruang kerja, pintu privat, serta kepemilikan sewa bersama yang dapat diakhiri.
Media tetap menunggu kisah istri kontrak menikah sungguhan. Nadya mengeluarkan satu kalimat bahwa acara privat dan arsip publik terpisah. Reza tidak menambahkan versi romantis.
Seminggu sebelum hari, Nadya mengalami mimpi lama dan mempertanyakan keputusan. Reza tidak mengatakan gugup itu normal lalu menutupnya. Ia menawarkan penundaan tanpa akibat dan Nadya memakai dua hari untuk terapi.
Setelah dua hari, Nadya memilih lanjut. Keputusan baru menggantikan asumsi lama. Reza juga mengonfirmasi pilihannya pada pengacara serta terapis.
Arsip meminta izin memajang salinan cincin kontrak sebagai bagian sejarah. Nadya serta Reza menolak karena benda itu pribadi dan tak diperlukan untuk memahami tata kelola. Arsip menerima tanpa kekurangan narasi.
Film dokumenter menawarkan pembayaran kepada keluarga. Kirana menolak, Salma menimbang, dan keluarga lain menerima untuk materi teknis. Nirmala memastikan keputusan satu keluarga tidak mengikat yang lain.
Reza menyumbang hak atas satu foto YX-217 yang ia miliki, tetapi fotografer asli tetap mendapat kredit serta pembayaran. Menjadi subjek tidak membuatnya pemilik seluruh karya.
Pada memorial, sebelas kursi simbolis awalnya direncanakan. Dua keluarga merasa kursi kosong terlalu dramatis. Panitia mengganti dengan ruang tenang dan daftar nama sesuai izin.
Nadya serta Lina membantu satu lokakarya, kemudian pergi sebelum rapat keluarga. Kehadiran mereka tidak menjadi syarat penyelesaian acara.
Rani meminta video penuh. Panitia hanya memberi rekaman publik, sama seperti masyarakat. Hubungan keluarga tidak memberinya akses pada bagian privat.
Persiapan pernikahan memiliki anggaran bersama. Reza ingin menanggung lebih banyak secara proporsional, Nadya setuju setelah angka dibuka. Tidak ada sponsor perusahaan atau trust.
Toko tutup dua hari dan semua pekerja dibayar. Mereka boleh menolak menjadi panitia. Dua orang memilih hadir sebagai tamu, satu mengambil cuti, dan satu membantu dengan upah tambahan.
Petugas keamanan menyusun perimeter tanpa menutup usaha tetangga. Nadya menolak karpet yang menghalangi jalur keluar. Keselamatan menjadi bagian biasa, bukan tema upacara.
Pada rapat pengelola, satu keluarga meminta pencahayaan lebih lembut dan keluarga lain meminta akses kursi roda diperlebar. Kedua perubahan dikerjakan sebelum upacara pembukaan kedua. Anggaran serta donatur dipublikasikan, dan Nusantara tidak memperoleh hak memasang logo meski menyumbang melalui dana wajib.
Jam kunjungan juga mengikuti permintaan keluarga.
Memorial berdiri sebagai ruang korban, bukan altar bagi cinta mereka, sehingga pintu toko Lina dapat menjadi tempat pernikahan tanpa membawa lima segel ke meja akad.