===== BAB 53: Simulasi YX-217 =====
Kesaksian Ayu membuktikan jejak digital dan kelemahan Nusantara, lalu membuka ruang bagi mesin untuk menguji YX-217 tanpa memilih keluarga.
Tribunal menunjuk tiga tim: regulator, universitas, dan ahli yang dipilih keluarga korban serta pembela. Mereka menerima data sama dan dilarang melihat kesimpulan satu sama lain sampai laporan awal dikunci.
Model memasukkan cuaca, beban, komponen rekondisi, perintah darat, respons awak, serta keterlambatan Seno. Nilai yang tak diketahui diberi rentang. Tidak ada angka tunggal dibuat hanya agar animasi terlihat pasti.
Skenario pertama memakai komponen sesuai spesifikasi. Meski Seno terlambat membatalkan, kemudi tetap merespons dan kapal kembali. Skenario kedua memakai komponen palsu tanpa perintah darat; alarm muncul lebih dini dan awak memiliki waktu lebih panjang.
Skenario ketiga menggabungkan komponen palsu, sertifikat bohong, dan perintah tetap berangkat. Kegagalan berkembang seperti rekaman YX-217. Namun hasil berubah berdasarkan sembilan menit keputusan Seno.
Jika Seno membatalkan pada alarm pertama, kapal kemungkinan tetap di dermaga. Jika ia membatalkan empat menit kemudian, risiko masih turun besar tetapi evakuasi dapat menimbulkan cedera. Setelah sembilan menit, pilihan aman menyempit.
Lina menonton sesi tertutup bersama konselor. Ia meminta grafik tidak disederhanakan menjadi ayahmu bersalah atau ayahmu bersih. Tim menampilkan kontribusi dengan rentang probabilitas serta sumber ketidakpastian.
Pembela Dimas menyoroti keputusan Seno. Jaksa mengakui pelanggaran tersebut. Kemudian ahli menunjukkan laporan darat yang diterima Seno telah diubah untuk menyatakan getaran aman. Kebohongan itu memengaruhi keputusan tanpa menghilangkan kewajibannya berhati-hati.
Tim universitas menemukan kemungkinan baru: satu katup hidrolik juga bermasalah. Nomor lotnya tidak ada dalam faktur mikrofilm. Penyelidik membuka arsip perawatan dan menemukan katup diganti dua hari sebelum keberangkatan oleh vendor sah.
Pengujian fisik pada replika menunjukkan katup memperburuk respons, tetapi bukan pemicu utama. Laporan menambah faktor itu dan mengoreksi model. Tidak ada pihak memakai temuan baru untuk membuang hasil yang tak disukai.
Yusuf, teknisi yang selamat, mengikuti rekonstruksi jalur servis. Ia menunjukkan waktu Seno menyerahkan masker kepada Reza. Sensor dan DNA mendukung, tetapi simulasi menunjukkan tindakan itu membuat Seno terlambat kembali ke anjungan sekitar satu menit.
Apakah menyelamatkan Reza menyebabkan kematian lain? Ahli menolak hubungan langsung. Kegagalan sudah berkembang, awak lain tetap bekerja, dan satu menit berada dalam rentang ketidakpastian. Pertanyaan moral tidak diubah menjadi kepastian matematis.
Reza menonton dari ruang berbeda. Ia meminta data simulasi tanpa narasi tentang dirinya. Terapis mengingatkan hasil dapat memicu rasa bersalah. Reza tetap melihat dengan jeda dan menulis bahwa hidupnya bukan utang yang dapat dibayar dengan menghilang.
Tim pembela menemukan animasi awal memakai pintu servis baru. Kesalahan berasal dari denah setelah renovasi, serupa ingatan Reza. Semua tim mengulang model dengan pintu lama. Waktu jalur berubah dua puluh detik, tidak mengubah penyebab utama.
Kesalahan itu dibahas terbuka pada hari kedua. Tribunal memperpanjang jadwal agar keluarga dapat memahami dampaknya. Transparansi tidak berarti berpura-pura kesalahan tak pernah terjadi.
Hasil tiga tim bertemu pada empat lapisan: pengadaan palsu menciptakan kerentanan, perintah darat mempertahankan keberangkatan, keputusan Seno menambah risiko, dan tindakan pemulihan Bagas menghapus bukti setelahnya.
Bobot persis berbeda. Tim regulator menempatkan komponen paling dominan, universitas memberi bobot lebih besar pada perintah, dan tim gabungan memberi rentang lebar pada respons Seno. Perbedaan dipertahankan dalam laporan.
Salma meminta versi yang dapat dibaca tanpa gelar teknik. Nadya membantu menerjemahkan setelah menandatangani konflik dan tidak mengubah angka. Setiap kalimat ringkas memiliki tautan ke tabel asal.
Media meminta rekonstruksi dramatis untuk siaran. Tribunal hanya merilis animasi teknis tanpa suara korban dan tanpa adegan tubuh. Tujuan simulasi adalah pembelajaran serta bukti, bukan hiburan.
Pada penutupan, ketua tribunal mengatakan model tidak mengadili orang mati. Ia menilai keputusan dan sistem agar laporan resmi dapat dikoreksi dengan proporsi yang tepat.
Tim mengundang awak aktif mencoba simulator tanpa mengetahui skenario. Sebagian besar membatalkan lebih awal setelah aturan baru, tetapi beberapa menunggu ketika laporan darat menyatakan sensor salah. Hasil menunjukkan tekanan informasi masih kuat.
Pelatihan diperbarui agar indikator bertentangan selalu menghentikan operasi sampai sumber independen memverifikasi. Hak pembatalan ditulis pada kontrak awak, bukan hanya manual yang dapat diabaikan manajer.
Keluarga korban melihat simulasi melalui sesi pilihan. Konselor memperingatkan animasi dapat memicu trauma. Beberapa menonton, beberapa menerima ringkasan, dan pilihan tak memengaruhi haknya memberi tanggapan.
Satu ahli mengusulkan skenario Seno tak pernah menerima faktur. Model menunjukkan komponen tetap gagal; faktur memengaruhi pengetahuan serta respons, bukan kondisi mekanis. Pembedaan itu memperjelas penyebab.
Reza bertanya apakah kehadirannya menambah beban kapal. Ahli mengatakan berat seorang penumpang tidak relevan. Pertanyaan tersebut masuk terapi sebagai contoh rasa bersalah mencari bentuk matematis.
Lina meminta simulasi tidak memakai avatar wajah Seno. Tim mengganti semua awak dengan simbol jabatan. Analisis tindakan tidak membutuhkan rekonstruksi tubuh orang mati.
Ketiga laporan awal ditandatangani sebelum dibuka satu sama lain. Setelah perbandingan, perubahan memiliki jejak. Tak ada tim yang diam-diam menyesuaikan angka agar terlihat sepakat.
Nadya menemukan satu tabel menggunakan istilah kesalahan kapten sebagai judul. Tribunal menggantinya dengan keputusan operasi agar bahasa tidak mendahului bobot temuan.
Simulasi YX-217 membuktikan penutupan besar sekaligus satu kebenaran yang sulit diterima Nadya: Seno memang melakukan kesalahan.