===== BAB 4: Ruang Wasiat =====
'Proyek YX-217 membawa satu akun yang sengaja dihapus dari log akses.'
Ucapan Nadya membuat Reza berdiri kaku di perpustakaan. Rani meminta cucunya mengambil sebuah kotak musik dari lemari, tetapi bagian bawah kotak itu kosong. Benda yang seharusnya disimpan di sana telah diambil seseorang.
'Ada salinan log akses?' tanya Reza.
'Dulu ada,' jawab Rani. 'Ayahmu menyimpannya bersama rekaman pusat data. Setelah dia meninggal, kuncinya kembali kepadaku, tetapi isi kotak sudah hilang.'
Nadya menahan amarah. 'Tujuh belas tahun keluarga ini menguasai bukti, lalu sekarang Anda menawarkan teka-teki.'
'Aku menawarkan pintu yang masih bisa dibuka.' Rani menatap cincin tunangan Nadya. 'Keputusan memasuki pintu itu milikmu.'
Ponsel Nadya berdering. Lina menangis karena kaca toko jahitnya dilempari batu. Sebuah amplop diselipkan di bawah pintu, berisi foto Seno dengan tulisan PENGKHIANAT TETAP PENGKHIANAT. Reza segera mengirim tim keamanan, tetapi Nadya menolak ibunya dibawa ke rumah Dirgantara.
'Tempat milik keluarga Anda bukan tempat aman,' katanya di perjalanan pulang.
'Orang yang menyerang ibumu juga menyerang perusahaanku.'
'Itu tidak membuktikan kita berada di sisi yang sama.'
'Tidak. Karena itu kontrak harus memberi kita alasan untuk tetap saling mengawasi.'
Mereka berhenti di kantor pengacara pilihan Nadya, Maya Santosa. Selama tiga jam Maya membongkar rancangan Kresna. Ia menambah penalti jika akses arsip ditutup, hak Nadya mempertahankan pekerjaannya setelah penyelidikan, dan klausul bahwa semua sentuhan di depan umum memerlukan isyarat persetujuan.
'Pernikahan ini bisnis,' kata Maya. 'Tetapi tubuhmu bukan bagian aset.'
Reza membubuhkan paraf tanpa berdebat. Ia hanya meminta satu perubahan: bila ancaman meningkat, Nadya dan Lina harus mengikuti protokol keamanan yang disepakati, bukan menghilang sendiri.
'Saya tidak akan menyerahkan Ibu kepada pengawal yang dipilih Dimas,' ujar Nadya.
'Pilih sendiri dari perusahaan luar.'
Kesediaannya berkompromi membuat Nadya lebih gelisah daripada pemaksaan. Ia mencari jebakan pada setiap halaman, sementara Reza menerima hampir semua syarat. Di luar ruang rapat, berita baru menyebut Nadya sebagai kekasih gelap CEO yang merekayasa insiden demi menggulingkan tunangannya. Foto artikel berasal dari Vera.
Ilham menelepon Maya, meminta bicara. Nadya mengaktifkan pengeras suara.
'Aku bisa menjelaskan hubunganku dengan Vera,' katanya. 'Dia mendekatiku untuk mendapat informasi tentang audit. Aku terpaksa mengikutinya.'
'Kau terpaksa tidur dengannya juga?' tanya Nadya.
Keheningan memberi jawaban.
'Vera punya salinan laporan YX-217,' lanjut Ilham cepat. 'Kalau kau menikahi Reza, dia akan menghancurkannya.'
'Dari mana kau tahu?'
'Temui aku sendiri malam ini.'
Reza menggeleng, tetapi Nadya setuju bertemu di restoran terbuka dengan Maya dan pengawal pada meja terpisah. Ilham datang membawa flash drive. Ia mengaku Vera memintanya meminjam kartu Nadya untuk menyalin jadwal audit, bukan memalsukan pelepasan komponen.
'Aku bodoh, tapi aku tidak mempertaruhkan akun,' katanya. 'Vera bilang hanya akan membuat kesalahan administratif agar Reza tampak lemah.'
'Kau memberi akses tanpa izin.'
'Demi kita. Dia menjanjikan promosi dan rumah setelah pernikahan.'
Nadya hampir tertawa. Bahkan pembelaannya masih menjadikan dirinya alasan. Ia memasukkan flash drive ke komputer Maya. Isinya foto daftar log akses YX-217 dan percakapan Vera dengan akun bernama BW. Salah satu pesan berbunyi: calon istri harus jatuh sebelum Senin.
'Mengapa memberikan ini sekarang?' tanya Nadya.
'Karena Vera meninggalkanku begitu berita keluar. Aku juga dijadikan korban.'
'Tidak. Kau memilih menjadi alat.'
Ilham mencoba menyentuh tangannya, tetapi Nadya menarik diri. Di seberang jalan, kamera memotret mereka. Pertemuan telah menjadi jebakan lain.
Reza menunggu di mobil setelah Nadya keluar. Ia tidak bertanya tentang perasaan Nadya terhadap Ilham. Ia memeriksa flash drive melalui komputer terisolasi dan menemukan berkas tersembunyi: rancangan penjualan divisi audit kepada Cakrawala Capital, ditandatangani Dimas dan Vera.
'Cukup untuk menghentikan penjualan?' tanya Nadya.
'Cukup untuk menunda, tidak untuk menguasai suara perwalian.'
'Jadi pernikahan tetap diperlukan.'
'Ya.'
Reza menawarkan membatalkan jika Nadya merasa dipaksa oleh ancaman kepada Lina. Nadya menatap jalan Senorta yang basah. Menolak berarti tetap menjadi tersangka tanpa akses. Menerima berarti masuk ke keluarga yang telah menutup kematian ayahnya.
Keesokan pagi, regulator memanggilnya sebagai saksi sekaligus pihak yang diperiksa. Bukti awal menunjukkan kartu digitalnya disalin dari terminal Ilham. Namun perusahaan menolak memberikan server mentah dengan alasan rahasia usaha. Dimas jelas sedang membeli waktu.
Setelah pemeriksaan, Nadya menemui Reza di atap kantor pengacara. Ia mengembalikan cincin Ilham melalui kurir dan menandatangani kesepakatan pranikah, menyisakan akta perkawinan untuk dilaksanakan Minggu pagi.
'Saya tidak menjadi istri yang patuh,' katanya.
'Saya tidak mencari kepatuhan.'
'Saya akan membongkar perusahaan Anda jika bukti mengarah ke sana.'
'Kalau bukti itu benar, bongkar.'
Reza menyerahkan kartu akses sementara berwarna hitam. Di belakangnya tercetak ruang audit pasangan perwalian.
Maya menahan Nadya setelah Reza menjauh. Ia memastikan kliennya memahami bahwa perlindungan hukum tidak sama dengan kekebalan dan bahwa perasaan dapat berubah lebih cepat daripada klausul. Nadya menjawab ia tidak sedang mencari suami, melainkan jalur menuju bukti. Namun ketika melihat Reza menunggu tanpa mendesaknya, ia sadar bahaya lain justru datang dari kemungkinan lelaki itu tidak sepenuhnya seperti keluarganya.
Ia meminta Maya tetap menjadi orang pertama yang menerima bukti bila dirinya kehilangan akses. Kesepakatan itu dicatat sebagai lampiran dan ditandatangani kedua pihak tanpa keberatan.
Malam sebelum upacara, Nadya menyusun daftar pertanyaan untuk YX-217: siapa akun 2A, siapa mengubah log akses, siapa mengambil tas Seno, dan mengapa kode ayahnya hidup kembali. Ia menempelkan daftar itu di dinding hotel. Lina menambahkan satu pertanyaan dengan tulisan tangan: apa yang Seno coba lindungi? Pertanyaan terakhir tersebut membuat pernikahan kontrak terasa seperti langkah menuju suara orang mati.
Nadya juga mengirim pemberitahuan resmi kepada regulator bahwa ia akan menikah dengan CEO pihak yang diperiksa. Transparansi itu dapat memperbesar kecurigaan, tetapi menyembunyikannya akan lebih buruk. Maya memastikan seluruh audit Nadya ditemani pengawas independen.
'Kalau kau menjadi istriku, kau mendapat kursi di meja yang selama ini mengubur nama ayahmu.'