===== BAB 35: Rani dan Tujuh Belas Tahun =====
Kebenaran tentang Surya tidak membersihkan keluarga; ia membawa Rani ke tujuh belas tahun pilihannya sendiri.
Kebenaran tentang Surya tidak membersihkan keluarga; ia membawa Rani ke tujuh belas tahun pilihannya sendiri.
Rani meminta memberikan kesaksian tanpa pernyataan pembuka pengacaranya. Hakim mengizinkan, tetapi mengingatkan bahwa ia tetap berhak diam pada pertanyaan yang dapat menjeratnya. Rani memilih menjawab satu demi satu.
Ia mengetahui faktur palsu dua hari setelah YX-217. Surya menunjukkan mikrofilm dan mengatakan Dimas bertanggung jawab. Rani menyarankan rapat keluarga, bukan laporan polisi, karena takut saham jatuh dan ribuan pekerja kehilangan pekerjaan.
Tak ada analisis independen yang mendukung ketakutan tersebut. Dokumen internal justru menunjukkan perusahaan memiliki cadangan cukup untuk bertahan. Ancaman PHK dipakai keluarga sebagai alasan mempertahankan kendali.
Rani menandatangani pembayaran yayasan kepada keluarga korban. Formulir menyebut bantuan belasungkawa, tetapi surat samping meminta penerima melepaskan gugatan. Ia mengaku membaca klausul dan membiarkannya.
Salma bertanya apakah Rani pernah menemui satu keluarga. Rani menjawab tiga kali, selalu bersama petugas hubungan masyarakat. Ia tidak pernah datang tanpa kamera atau membawa laporan asli.
Pada tahun kelima, Rani menerima salinan kesaksian teknisi yang membantah laporan resmi. Ia menyimpannya di brankas dan memperbesar beasiswa atas nama keselamatan. Sekali lagi, ia memilih reputasi perbaikan daripada koreksi sejarah.
Nadya mendengar dari kursi saksi berkepentingan, tidak di meja jaksa. Ia ingin bertanya tentang Lina, tetapi fasilitator keluarga mengajukan pertanyaan itu: mengapa ibu kapten tidak pernah menerima informasi yang sama?
Rani mengatakan Surya takut Lina akan membuka perkara. Jawaban itu membuat jelas bahwa Lina dianggap risiko, bukan keluarga yang berhak atas kebenaran. Rani tidak meminta kalimatnya disunting.
Setelah Surya meninggal, Wasiat Hitam menjadi tanggung jawab Rani. Ia membuka koper dua kali, memeriksa cakram, lalu menutupnya. Dimas mengancam mengeluarkan Reza dari perwalian jika bukti diserahkan. Reza saat itu sudah dewasa dan menjadi CEO; Rani tetap memilih melindungi kedudukannya tanpa memberi tahu dia.
Reza menanyakan hal itu melalui pengacaranya. Rani mengakui ia tidak pernah memberi pilihan kepada cucunya. Perlindungan kembali menjadi nama bagi kontrol. Reza meminta jawabannya dicatat, bukan dibahas sebagai perselisihan privat.
Pembela Dimas menunjukkan Rani kini mendapat manfaat karena lawannya kehilangan kuasa. Rani setuju kepentingannya membuat kesaksian perlu bukti pendukung. Surat, pembayaran, dan log koper diuji tanpa mengandalkan penyesalannya.
Ia menyerahkan buku kecil berisi tanggal tiap kali Surya atau Dimas memerintah transfer. Beberapa halaman dirobek. Rani mengaku membakarnya saat audit lama dimulai. Serat sisa memungkinkan nomor rekening dipulihkan sebagian.
Arman memberitahunya penghancuran bukti dapat didakwa meski terjadi lama, tergantung batas hukum. Rani tidak meminta kesepakatan. Ia menyerahkan paspor dan menyatakan tidak akan keluar negeri, tetapi hakim tetap menentukan pencegahan secara resmi.
Keluarga korban diberi kesempatan merespons tertulis. Ada yang menuntut penahanan, ada yang menginginkan semua arsip lebih dulu. Jaksa menjelaskan keputusan proses tanpa menjanjikan bahwa suara terbanyak menentukan dakwaan.
Lina memilih tidak menulis. Kepada Nadya, ia berkata tidak ingin Rani memakai kemarahannya sebagai panggung penebusan. Ia akan berbicara ketika laporan Seno dibahas, bukan untuk membantu Rani merasa selesai.
Rani melepaskan fasilitas perwalian, kendaraan, dan staf yang dibayar perusahaan. Panel memberinya tunjangan dasar sesuai hukum pensiun sampai audit menentukan sumber aset. Mengambil semuanya tanpa proses hanya akan meniru kuasa yang sedang dibongkar.
Pada akhir sidang, Rani meminta maaf kepada sebelas keluarga. Salma menghentikan tepuk tangan dari pengunjung. Permintaan itu masuk transkrip, tetapi tidak menghasilkan kewajiban menjawab.
Rani keluar melalui pintu umum. Seorang wartawan bertanya apakah ia korban Dimas. Ia menjawab bahwa ancaman Dimas nyata dan pilihannya sendiri juga nyata. Tujuh belas tahun tidak dapat dipindahkan seluruhnya ke satu pria.
Buku kecilnya dibawa ke pembaca Wasiat Hitam. Nomor yang dipulihkan cocok dengan koordinat segel ketiga dan daftar transfer yang belum pernah dibuka.
Rani menjelaskan cara yayasan memilih penerima: keluarga paling rentan ditawari uang lebih dahulu karena sulit menolak. Strategi tersebut menunjukkan bantuan dirancang sekaligus sebagai pengendalian risiko gugatan.
Seorang ahli etika menjelaskan ketimpangan itu tanpa menilai penerima. Keluarga yang mengambil dana tidak membantu penutupan; mereka membuat keputusan di bawah informasi palsu dan kebutuhan nyata.
Buku kecil Rani memiliki kode bunga untuk jenis pembayaran. Mawar berarti media, melati berarti medis, dan anggrek berarti pejabat. Tia mengenali kode dari pesanan karangan bunga yang dipakai mengirim amplop.
Catatan toko bunga lama mendukung tanggal serta penerima kurir, tetapi dua arsip rusak banjir. Kekosongan itu dicatat. Tim tidak menganggap semua kode otomatis menjadi transaksi terbukti.
Rani juga mengakui pernah menghentikan satu pembayaran karena penerima meminta terlalu banyak. Kalimat tersebut memperlihatkan dirinya bukan hanya penjaga pasif Surya. Ia mengelola sistem setelah suaminya meninggal.
Arman menanyakan apakah masih ada benda disembunyikan. Rani menjawab tidak. Kelak, jawaban itu akan dibandingkan dengan kotak musik yang ternyata masih ia pindahkan.
Setelah kesaksian, Rani tidak kembali ke rumah utama. Pengadilan menempatkannya di lokasi yang dapat diawasi tanpa mencabut perawatan. Statusnya saksi berkepentingan serta calon tersangka dijelaskan.
Nomor rekening, tanggal, dan penerima diperiksa silang oleh auditor yang tidak pernah bekerja bagi keluarga.
Tujuh belas tahun kebisuan Rani akhirnya berubah menjadi daftar pembayaran yang dapat diuji.