41. Malam yang Hangat
Terakhir kali mereka berpelukan sehangat ini adalah saat masih menjadi sepasang kekasih. Zalima selalu merasa aman berada dalam rengkuhan tangan besar Prajaka, menikmati aroma tubuh pria itu yang menenangkan. Dan kini, dia berharap Prajaka merasakan hal yang sama. Meski tangan Zalima kecil, ketulusan yang dia berikan semoga mampu mengalir sepenuhnya dan menjangkau hati pria itu.
“Kamu tahu, Kak?” gumamnya pelan setelah membiarkan keheningan menyelimuti mereka beberapa saat. “Diuji soal percintaan justru bikin kamu terlihat lebih manusiawi.”
“Tapi bukannya aku senang kamu mengalami hal kayak gini, lho ...” lanjutnya cepat, seolah takut ucapannya disalahartikan.
“Kenapa jadi lebih manusiawi?” tanya Prajaka lirih, kepalanya masih bersandar di d**a Zalima. Entah kenap