Nyonya Ayu baru menerima kiriman amplop kedua dari Windy. Dia yang semula berencana membaca buku sebelum tidur siang, memutuskan menjeda kegiatannya dan segera membuka amplop itu.
Ada tiga foto lagi yang dikirim. Begitu melihat isinya, senyum sinis langsung mengembang di bibir Nyonya Ayu. Satu per satu foto itu diamatinya, tatapannya jelas memendam amarah sekaligus cibiran.
“Kasihan putraku harus terlibat dengan wanita ular seperti ini,” gumamnya sambil mendengkus.
Di foto pertama, Windy menangkap sudut paling tepat: Stevani dirangkul oleh pria itu saat mereka keluar dari lift—kemungkinan lift sebuah apartemen.
Foto kedua menunjukkan mereka di klub malam. Duduk bersisian, mungkin sedang mengobrol. Tangan pria itu kembali merangkulnya, kali ini di pinggang.
Foto terakhir memperlihatkan