Rival meletakkan kincir kartonnya di meja makan dan memperingatkan semua orang agar tidak menyentuh bagian yang baru dilem. Ia bersama dua teman akan memperlihatkan hasil pekerjaan pada kegiatan sekolah. Benda itu tidak dibuat untuk memenangkan lomba. Mereka perlu menunjukkan cara memanfaatkan angin serta menceritakan apa yang terjadi ketika bentuk baling-baling diubah.
Rangga duduk di dekat meja sambil membaca petunjuk dari guru. Ia menanyakan bagian yang dikerjakan Rival dan bagian yang harus disiapkan orang tua untuk dibawa. Anaknya menunjuk karton serta catatan percobaan yang tulisannya lebih sulit dibaca daripada hasil pada papan. Ayah diminta membantu mengangkut, bukan membuat model baru yang lebih bagus semalam sebelum kegiatan.
Mita memeriksa tanggal dan waktu. Ada dua pelanggan fitting pada pagi yang sama. Ia dapat datang pada sesi tertentu setelah mengatur ulang satu janji dengan persetujuan pelanggan, sedangkan satu lagi tetap ditangani sebelum berangkat. Rangga akan mengantar lebih awal serta mendampingi persiapan. Rival mendengarkan tanpa diminta memilih pekerjaan Ibu atau kegiatan sekolah sebagai sesuatu yang lebih pantas disayangi.
Pada dua sore sebelumnya, Rival mencoba menjelaskan hasil di depan orang tuanya. Kalimatnya sering melompat dari bahan ke kesimpulan. Mita meminta ia menunjukkan satu tahap sambil berbicara, lalu membiarkannya mencari kata sendiri. Rangga hampir mengganti seluruh penjelasan dengan istilah yang pernah didengarnya, kemudian menahan diri ketika anak mengatakan belum mempelajari bagian itu.
Mereka mencoba menggunakan kipas dari jarak yang disepakati untuk pengamatan. Satu baling-baling terlepas karena lem belum kuat. Rival marah, menuduh seluruh benda rusak dan ingin Ayah membuatkan saja. Rangga membantu memisahkan bagian yang dapat diperbaiki, kemudian menunggu Rival menyelesaikan setelah tenang. Ia tidak mengambil alih agar pekerjaan cepat terlihat bagus.
Pagi kegiatan, salah satu teman membawa papan keterangan, sementara yang lain bertugas mengatur contoh percobaan. Rival datang bersama Rangga dengan model diletakkan dalam wadah agar tidak tertekan. Mereka bertemu guru di tempat yang ditentukan, menyerahkan barang dan memeriksa bagian yang perlu dipasang orang dewasa. Sesudah itu Rangga berdiri di area pengunjung.
Mita tiba setelah pelanggan pertamanya selesai. Wanda sudah mengetahui pekerjaan toko yang perlu ditangani sampai ia kembali. Ia membawa air serta barang pribadi, tanpa setumpuk pesanan yang harus terus dijawab di tengah kegiatan. Rangga menunjukkan tempat Rival berada, lalu mereka menunggu giliran kelompok anak tanpa memanggilnya keluar hanya untuk memastikan orang tua sudah datang.
Ketika sesi dimulai, Rival menjelaskan bahan dengan suara terlalu kecil. Temannya menyenggol siku untuk mengingatkan. Ia mengulang lebih keras, memandang model dan meneruskan bagian yang dipahami. Saat pengunjung bertanya mengapa putarannya berbeda, ia membuka catatan, mencari hasil percobaan dan mengatakan yang memang diamati.
Ada satu pertanyaan yang belum dapat dijawab kelompoknya. Rival menoleh mencari Ayah. Rangga tetap berada di tempat pengunjung dan memberi isyarat mendengarkan. Guru menanyakan apakah mereka sudah mencoba bagian itu. Anak-anak menggeleng, lalu diperbolehkan mengatakan belum tahu karena belum mengamatinya. Penjelasan berhenti pada batas pekerjaan yang benar-benar dibuat.
Mita merasa lega melihat Rival melanjutkan tanpa diberi jawaban dari luar. Ia teringat betapa lama dirinya mengira harus terdengar pasti agar orang lain mau mendengar. Namun, hari itu adalah pengalaman anak, dan ia menyimpan ingatan sendiri tanpa menarik semua hal menjadi cerita tentang masa lalunya.
Sesudah sesi, kelompok diminta merapikan meja serta mengembalikan alat pinjaman. Rival ingin segera menghampiri orang tua, lalu kembali karena temannya masih mengangkat wadah. Mereka menyelesaikan bersama, baru berlari ke tempat pengunjung. Rangga menanyakan bagian yang paling menyenangkan. Rival menjawab ketika model berputar lebih cepat dari yang dibayangkan.
'Aku tadi tidak tahu satu jawaban,' katanya kemudian.
'Ayah dengar. Kamu bilang belum mencoba. Itu sesuai pekerjaanmu,' jawab Rangga.
Mita meminta izin memotret bersama model. Rival setuju, tetapi tidak ingin foto ketika sedang tampak gugup dikirim. Mereka memilih satu gambar yang disetujuinya dan menyimpan sisanya sebagai milik keluarga, tanpa menjadikannya kabar untuk meminta semua kerabat mengucapkan selamat. Anak itu kemudian lebih tertarik membeli makanan ringan yang dijual di halaman.
Mita perlu kembali ke butik setelah waktu yang direncanakan. Ia menyampaikan kepada Rival, mendengarkan sedikit cerita terakhir dan berpamitan. Rangga tetap bersama anak sampai kegiatan ditutup, lalu mengantarnya pulang. Tidak ada keluhan bahwa Ibu pergi terlalu cepat atau janji menutup toko seharian sebagai ukuran rasa bangga.
Di butik, pelanggan berikutnya sudah datang beberapa menit lebih awal. Mita mencuci tangan, memeriksa pakaian yang akan dicoba dan melanjutkan janji sesuai waktunya. Bahu baju ternyata sedikit tertarik ketika lengan diangkat. Ia menandai bagian yang perlu disesuaikan, lalu meminta pelanggan mencoba kembali sesudah perubahan kecil. Wanda membantu mengambil benang yang sesuai. Percakapan mengenai hasil sekolah Rival hanya berlangsung sebentar ketika pelanggan menanyakan kegiatannya pagi itu. Mita menyampaikan bagian yang menyenangkan, kemudian kembali pada pakaian yang sedang ditangani. Ia tidak merasa harus membuktikan masih memikirkan anak dengan meninggalkan perhatian dari orang yang telah membuat janji. Tugas rumah serta pekerjaan hari itu dapat dijalankan oleh orang dewasa yang berbagi waktu secara nyata.
Di perjalanan, Rival bertanya apakah boleh mencoba bentuk baling-baling lain nanti. Rangga mengingatkan pekerjaan sekolah berikutnya tetap perlu dilihat dahulu, kemudian mereka dapat memilih waktu. Ia tidak menjanjikan semua permintaan hari itu akan dipenuhi hanya karena senang melihat anak tampil.
Sore harinya Mita pulang dan menemukan karton tersimpan aman di rak. Ada sedikit lem pada meja, yang dibersihkan Rangga setelah diingatkan Rival mengenai bagian yang masih basah. Mereka makan, lalu anak menceritakan ulang komentar temannya dengan lebih banyak gerakan tangan daripada saat sesi sekolah.
Hari itu tidak menyelesaikan seluruh pertanyaan Rival tentang keluarga. Namun, Ayah datang sesuai janji, Ibu mendengarkan pada waktu yang dapat diberikan dan pekerjaan anak tetap menjadi pekerjaannya sendiri. Sebelum tidur, ia memeriksa model sekali lagi lalu mematikan lampu. Orang tuanya menutup percakapan mengenai esok hari tanpa membutuhkan dirinya duduk di antara mereka agar rumah terasa tenang.