Surabaya,pukul 14.00 WIB
Suara air hujan turun membasahi seluruh kota Surabaya. Disertai dengan suara raungan petir menggelegar,menambah kesan menegangkan di sebuah sekolah di sudut kota Surabaya. Sepasang remaja laki-laki berlari di tengah hujan yang mengguyur deras sekolah tersebut,sehingga membuat seluruh pakaian dan semua barang yang dibawanya basah. Mereka sepertinya sangat tergesa-gesa menuju suatu tempat.
"Jancuk,iki mergo kon ngising suwi Ron,kita sepertinya jadi terlambat b*****t !",ucap salah seorang remaja sedikit pendek dan berambut jabrik.
"Lho yoopo seh rek,perkara perut gak iso dikompromikan Jun !",jawab temannya yang botak sedikit gemuk.
"Yo awake iso telat Ron,ini adalah duel pembuka setelah liburan panjang."kata anak jabrik.
"Sepertinya ketua kita Mas Rangga kali ini akan habis-habisan dalam duel melawan si b******n Wisnu",sambungnya lagi.
"Yo piye maneh,diantara kita semua para murid Wonotirto,tinggal Wisnu yang belum mengakui Mas Rangga sebagai ketua.Jika Wisnu berhasil dikalahkan kali ini maka seluruh siswa kelas 10,11,dan 12 akan mengakui Mas Rangga sebagai pemimpin tunggal disini."jelas si gemuk.
"Ya semoga saja".
Halaman belakang sekolah.
Berdiri 2 orang remaja yang saling berhadapan di tengah halaman diguyur hujan lebat. Seorang pemuda bercelana anak sekolah,berbaju kaos hitam lengan pendek,berambut sedikit gondrong,memakai ikat kepala bermotif batik, berkacamata kuning,dan selalu menghisap rokok. Dialah yang bernama Rangga,anak kelas 11 sekaligus pemimpin di SMA Wonotirto. Sementara di sisi lainnya,seorang pemuda sedikit lebih tinggi,beramput poni,memakai kaos lengan panjang berwarna hitam,serta memakai bawahan celana sekolah juga,dialah orang yang tadi diceritakan bernama Wisnu. Keduanya berdiri berhadapan sambil membawa payung berwarna hitam. Keduanya dalam siap siaga seperti akan mau menyerang. Sementara itu di sekeliling halaman sudah penuh para siswa siswa yang sepertinya ingin menyaksikan duel tersebut. Ada yang berdiri sambil membawa payung,atau juga ada yang berteduh di bawah bangunan di sekeliling .
"Yo ayo kita saksikan pertandingan terakbar di SMA Wonotirto tahun ini taye !"teriak salah satu siswa berbadan tambun kepala botak dengan logat Madura khasnya.
"Disamping kanan ada pemimpin agung kesayangan kita, Rangga !!!!!"teriaknya yang langsung disambut meriah para penonton.
"Sementara disamping kiri ada b******n Wisnu taye !!"
Langsung disambut sorakan meledek diantara para penonton.
"Bobabo yo ayo para kacong-kacong semuanya bagi yang mau menonton bisa langsung membeli tiketnya dengan harga cuma Rp.10.000,00 saja taye !! Ayo ayo semuanya !!"
Si pria gendut itu terus berteriak dengan pengeras suara dibawanya. Sementara itu disampingnya ada seorang murid siswa berambut cepak berbadan kurus menerima uang dengan semangat.
Tak lama dua orang yang tadi lari-lari saja tiba dengan nafas terengah-engah
Mereka berdua mendengar suara si perut tambun.
"Oi Ron itu sepertinya Cak Rendi !! Wei Cak !!!"
Siswa bertumbuh tambun yang bernama Rendi anak kelas 11 itu langsung menoleh
"Oi Juni,Roni kesini taye !!"teriaknya kepada 2 orang yang bernama Joni dan Roni yang masih kelas 10.
Kedua orang itu langsung menghampiri Rendi.
"Wei wei ha gimana kabar kalian dek adekku tercinta Joni dan Roni taye ? Gimana liburan semester kalian takye ??"tanya si Rendi dengan suara lantang.
"Kabar kami apik bang",jawab si Roni.
"Hey Jerangkong nyapo Kon disini ?"tanya Juni kepada anak kurus disamping Rendi.
Si anak melirik dengan sinis.
"Oi baru liburan kowe wes ngejak gelut yo?",jawabnya.
"Jenengku ini bukan Jerangkong tapi Ludi,Ludi !! Ngerti ora cuk ??"lanjutnya dengan wajah yang geram.
"Baru masuk sekolah saja kalian ini sudah mau baku hantam ?? Sudah sudah damai saja. Si Ludi ini adalah asistenku,kalian mau menonton kan ?? Kalian harus bayar tiket seharga Rp.10.000,00 saja.",jawab Rendi dengan senyumannya yang lebar.
Dua orang itu langsung terkejut dan serentak teriak "Haaaaaaaaa!!!!!"
"Kenapa ?? Melihat duel pemimpin kita tercinta memang tidak gratis.",ucap si Ludi.
"Habis liburan ini kalian banyak duit ??"tanya Rendi.
"Mana ada duit Cak ?? Kami ini lagi tipis keuangan !!",jawab Roni.
"Lagian juga kami ini masih kelas satu,dan kita juga temanmu Cak,ya gratis lah !!",protes Juni.
"Bobabo gak peduli mau kelas berapa,mau teman kek bayar tetap bayar,kalau tidak ya tidak bisa masuk !",ucap Rendi.
"Jahatnyaaaa !!"ucap Roni dan Juni dengan muka tertunduk.
"Dasar botak sialan,mentanv mentang kakak kelas seenaknya saja !",ucap Juni dalam hati.
"Memang dasar orang Madura,tidak pernah berubah sama sekali !!",gerutu Roni dalam hati.
Tak lama kemudian muncul orang tinggi berotot dengan codet di pelipis kirinya membawa payung sambil menghisap rokoknya "Hoi gentong janganlah kau mintai uang kepada mereka berdua, kau tahukan mereka itu kismin.",ucap pria itu dengan suara beratnya.
"Wahhh Kak Nawang !!!",teriak Roni dan Juni dengan wajah berbinar.
"Bobabo siapa yang kau panggil gentong muka demit ?? Lagian kita ini sederajat jangan ganggu bisnis ku jancuk !!",teriak Rendi.
"Roni ! Juni ! Ayo ikut aku,jangan dengarkan gentong ini,lagian duelnya sudah mau dimulai !",ajak Nawang.
"Siap boss !",jawab mereka berdua dengan serempak.
"Oi mau kemana kalian b*****t ? Bayar dulu,oi jangan pergi atau kuhajar kau muka demit !! Oi!!",teriak Rendi dengan pengeras suara yang tidak digubris oleh Nawang,Juni,dan Roni. Dia terus berteriak sambil Ludi mencoba menenangkannya.
Gedung Sekolah Lantai 3
Sementara di seuah ruangan di lantai atas ada dua orang yang sedang berbicara. Yang satu berambut hitam gondrong dikuncir kuda,dan memakai jaket hitam dan kacamata hitam. Sementara yang satunya seorang bertubuh sedikit pendek (setinggi Rangga),berambut gondrong pirang,hanya memakai celana pendek dan kaos t-shirt,dan memakai sandal sedang asyik tiduran.
"Huftt,,!!! Pantas saja kau disebut Si Singa Tidur. Kau tidak tertarik dengan pertarungan dibawah Cakra ??",tanya orang yang berkacamata hitam.
Orang yang dipanggil Cakra itu membuka matanya.
"Diluar hujan Kevin,aku tidak mau terkena sakit demam !!",jawab si rambut pirang,ternyata bernama Cakra. Diapun langsung bangun dengan rambut pirang gondrongnya yang kusut.
"Lagian juga sudah ditebak akhir dari duel itu.",lanjutnya.
Kevin menyalakan rokoknya
"Maksudmu kali ini tetap akan imbang ?",tanya Kevin.
Cakra berjalan kearah jendela,dia berkata"Akupun sebenarnya sudah tidak peduli jika Wisnu memang tidak ingin tunduk dan ikut dengan kita. Kekuatannya setara dengan Rangga,dia itu tipe orang yang suka penyendiri."
"Selain itu seluruh siswa disini sudah menyatakan tunduk dan patuh terhadap Rangga sebagai pemimpinnya,jadi tidak masalah jika Wisnu tidak gabung.",lanjutnya.
"Lalu apa rencanamu ?",ucap Kevin.
Cakra diam sebentar,lalu kemudian,"Aku tahu 20 tahun yang lalu sekolah berandalan ini pernah menjadi salah satu geng terbesar di Gerbangkertosusilo. Namun Kevin dikarenakan seluruh anggotanya yang masih remaja seperti kita dan anggota yang berganti setiap generasi,sehingga membuat sekolah ini menjadi hancur lebih cepat dari geng lainnya. Namun setelah menunggu 20 tahun akhirnya Wonotirto berhasil bangkit dan berhasil menjadi geng terbesar di Surabaya !!".
Cakrapun menutup matanya sejenak dan merentangkan tangannya sambil menghadap wajahnya keatas dan berteriak,"Jika kau bertanya apa rencanamu Kevin maka aku akan menjawab,aku akan ada disamping Rangga dan akan membuat sekolah ini disegani oleh geng-geng lainnya !!!".
Suasana di ruangan kelas itupun menjadi hening seketika.
"Oi Kevin".
"Hmmm ??"
"Bolehkah aku meminta rokokmu ??",ucap Cakra dengan wajah polosnya.
"Hehhh ??",ucap Kevin dengan wajah ketusnya.
Kembali Halaman Sekolah.
Suara hujan deras mengguyur halaman itu. Rangga dengan sebatang rokok dihisapnya,sementara Wisnu pun tetap menatapnya. Ranggapun akhirnya memulai berbicara.
"Oi b******n,kau rupanya mau datang kesini. Sepertinya kali ini kau harus tunduk dan menyerah kepadaku".
Wisnu membalas,"Cihh,siapa yang mau tunduk sama wong cebol sepertimu ? Aku datang kesini hanya ingin menghajar dan membuatmu berhenti untuk menggangguku".
"Benar-benar keras kepala,baiklah kali ini aku akan benar-benar harus menghabisimu",ucap Rangga.
"Itu kalau kau memang mampu",jawab Wisnu.
Suara guntur menggelegar. Keduanya diam. Lalu secara serentak mereka melempar payung yang ada ditangan. Merekapun lari ke depan dan berteriak.
"WOOOORRRYYAAAHHHHH !!!!!!!!".
bersambung......
Pertarungan dimulai,siapa diantara mereka berdua yang akan kalah ???
Nantikan kelanjutan ceritanya !!!
Catatan dan keterangan :
SMA Wonotirto : Salah satu sekolah di Surabaya sebagai tempat untuk anak anak miskin dan para berandalan di Surabaya.
Lambang : Hampir sama seperti kota Surabaya,yaitu gambar buaya dan hiu berwarna hijau,ditengah gambar trisula emas yang panjang,dengan latar warna biru. Diatas bertuliskan Wonotirto dengan menggunakan huruf Jawa.
Rangga Buana : Seorang murid kelas 11 SMA Wonotirto sekaligus pemimpin dari seluruh siswa sekolah. Memiliki julukan Bocah Iblis.
Aji Wisnu : Murid kelas 11 sekaligus seorang lonewolf (penyendiri). Dianggap orang setara dengan Rangga. Julukannya Di Batu Es
Cakradhara : Orang paling pintar sekaligus wakil kapten SMA Wonotirto. Memilik rambut panjang berwarna pirang dan memiliki hobby suka tidur. Memiliki julukan Singa Tidur karena kebiasaannya itu.
Kevin Imannuel : Kapten divisi satu sekaligus anak kelas 11 dan seorang yang sedikit m***m. Berpenampilan serba hitam,kacamata hitam dengan rambut panjang dikuncir kuda. Julukannya Bayangan Cinta.
Nawang Marta : Anak kelas 11 sekaligus kapten divisi dua. Memiliki wajah penuh codet dan bertubuh kekar.Bersikap cuek dan terkesan seram. Dia biasa dipanggil Si Wajah Iblis.
Tretan Rendi : Anak kelas 11 sekaligus kapten divisi tiga. Bertubuh besar dan gendut dengan ciri khas logat Maduranya. Dia dan Nawang tidak pernah akur dan selalu berkelahi. Tank Madura adalah julukannya.
Roni Irawan dan Juni Hendrawan : Dua orang sahabat kelas 10 dan anggota divisi dua. Mereka dijuluki Duo Wonotirto.
Ludi Hardian : Murid kelas 10 sekaligus anggota divisi tiga. Bertubuh tinggi kurus,berambut mohak,dan selalu berpenampilan rocker oleh karena itulah dia dijuluki Rocker. Sama seperti ketuanya dia tidak pernah akur dengan Juni anggota divisi dua.