Setelah menghabiskan setengah dari gelas Cup berukuran 600 mili, Akmal mencabut sedotan yang berada di bibir Rinto membuat orang yang sedang disiksa bisa menarik nafas lega seolah terbebas dari siksaan yang begitu berat.
"Bagus....! kamu ternyata bisa nurut juga." Puji Akmal yang terlihat bahagia melihat tawanannya bisa nurut dengan apa yang diinginkan. masih tetap terlihat santai dia menaruh gelas di atas meja kecil kemudian mengambil kembali nasi box yang tadi dia simpan.
"Aku tahu kamu pasti akan sangat lapar, meski gigimu kurang nyaman karena ada beberapa bagian gigi yang sudah tercabut. tapi aku tidak mau melihat orang yang hidup denganku mati kelaparan. Aku lebih suka dia masih menderita dengan siksa, karena itu akan lebih terhormat." ujar Akmal yang semakin ngelantur membuat Rinto