Persiapan pertandingan selanjutnya untuk kelas kumite -61kg senior putri menempati sabuk merah Zafira Mecca dan menempati sabuk biru Arabella gania putri harap segera memasuki lapangan.
suara panggilan dari arah ADM pertandingan membuyarkan lamunan zafira yang saat ini akan melaksanakan pertandingan karate tingkat provinsi.
Ya zafira mecca, gadis berjilbab dengan postur tubuh yang ideal, seorang atlet bela diri karate profesional yang sudah 12 tahun menggeluti dunia olah raga itu bersiap memasuki arena bertanding.
"Bismillahirrahmanirrahim, LAA Haula wa Laa quwwata Illa billahil'aliyyil'adzim,,, Ya Allah beri hamba kemudahan dalam bertanding saat ini,,, Aamiin"
zafira sudah memasuki arena bertanding lengkap dengan peralatan safety nya, matanya menatap mata sang lawan yang terlihat meremehkan nya, ya zafira tahu siapa lawan nya kali ini,, Arabella si perempuan yang kebetulan sempat satu sekolah dengan nya saat SMA, perempuan yang suka mengganggunya kala itu entah karena apa, mungkin karena ketua OSIS yang dia sukai malah menembak zafira.
"shobu Hajime" .. suara wasit memulai pertandingan, zafira mulai bermain dia terus mencari celah agar bisa mencetak poin, dia ingin memenangkan pertandingan ini, dia ingin lolos k jenjang lebih tinggi setelah sebelum nya dia gagal lolos karena terkendala kaki nya yang cidera akibat kecelakaan motor yang menimpa nya 2 tahun lalu sehingga membuat dia terpaksa harus berhenti sementara dari dunia olahraga yang sudah lama dia tekuni ini.
"happ jjiaaaaaaaaaa" zafira teriak saat melayangkan pukulan gyaku tsuki pada Arabella.. "yame, aka ippon" teriak wasit.. ya zafira unggul 1 poin.
pertandingan kumite adalah pertandingan dimana dua orang saling berhadapan dalam satu arena yang mana masing - masing peserta saling mengadu teknik, fisik, dan mental dalam bentuk suatu perkelahian dengan tetap tunduk pada aturan yang sangat ketat. tak jarang peserta yang mengalami cidera karena sang lawan tidak dapat mengontrol emosi nya, seperti saat ini Arabella emosi karena dia sudah tertinggal 3 poin oleh zafira, ya dia terlalu sombong dan menyepelekan zafira sehingga dia lupa teknik dan kecolongan dengan ketenangan zafira...
tanpa aba aba "buugghh" Arabella meninju wajah zafira dengan penuh emosi hingga zafira mengeluarkan darah dari hidung nya..
wasit memanggil tim medis untuk menangani zafira, sementara pertandingan dengan sisa waktu 1 menit lagi itu terpaksa di tunda dahulu menunggu kondisi zafira apakah sanggung melanjutkan atau tidak.
"ya ampun dek, darah nya banyak gini, kena baju pula" ucap si tenaga medis pada zafira
"haha iya kak, udah biasa saya mah kaya gini, resiko nya kalo ketemu lawan yang sulit mengontrol emosi ya begini"
"masih sanggup lanjut ga nih dek?"
"lanjut lah kak, nanggung 1 menit lagi, insyaallah jika Allah mengizinkan zafira pasti bisa memenangkan tanding kali ini"
"ya sudah hati hati jangan lengah, kamu sudah boleh masuk lagi ke arena"
"baik ka terima kasih"
ya bagi zafira atau mungkin bagi semua para atlet beladiri mau itu karate, taekwondo, silat, dan beladiri lain nya cidera dengan hidung berdarah, gusi berdarah, memar, itu hal yang biasa.
setelah zafira kembali masuk ke arena bertanding wasit kembali memeriksa zafira apakah sudah bisa lanjut atau tidak.
"ao chui" kata sang wasit kepada Arabella yang mendapatkan peringatan pertama untuk tidak melakukan pelanggaran kembali jika tidak ingin di diskualifikasi. "shobu Hajime" teriak wasit untuk kembali memulai pertandingan.
zafira kembali bermain, dengan strategi nya kali ini yang memanfaat kan emosi nya Arabella, zafira terus mengulur waktu agar Arabella semakin frustasi, ketika kesempatan itu datang... "haha jjiaaaaaaaa" teriak zafira saat melayangkan tendangan uramawashi Geri atau tendangan setengah melingkar berbalik tepat di bagian kepala Arabella..
"yame, aka sanbon" suara wasit memberi tahu bahwa zafira mendapat poin sekaligus 3 poin, pertandingan di lanjutkan dengan sisa waktu 20 detik, zafira berusaha bertahan menghindar mengulur waktu agar Arabella tidak bisa mencetak poin satu pun, hingga suara "teeett, waktu habis" pencatat waktu mengintruksi kan bahwa pertandingan selesai, dan sesi kali ini zafira memenangkan pertandingan dan lolos menuju final, sungguh bahagia nya zafira walaupun hidung nya bonyok tapi gapapa lah ya, harus tetap semangat karena ada satu kali lagi pertandingan di final.
zafira menghampiri team nya d pinggir lapang.. "zaf lu ganti baju dulu gih, bawa baju dua ga lu, ga mungkin kan lu tanding pake baju ini lagi yang Udeh kena darah banyak gini" ucap Dika selaku Kaka tingkat nya di karate
"iya bang, zaf bawa baju dua kok, abis ini zaf ganti baju, o iya setelah ini zaf ada di sabuk apa bang ? masih merah apa biru ?"
"lu pake sabuk yang biru sekarang, udah lu cepetan ganti baju dulu terus istirahat bentar sambil kita liat siapa yang bakalan lawan lu di final, biar kita bisa atur strateginya" ucap Dika.
" bang, zaf ke toilet dulu ya ganti baju". zafira pergi meninggalkan teman teman nya, karena terburu buru zafira tidak sengaja menabrak seseorang hingga minuman yang dia bawa tumpah mengenai jas mahal nya.
"shiittt, lu punya mata ga sih, liat nih baju gua kan jadi basah"
"maaf pak saya tidak sengaja, maaf sekali lagi pak saya buru buru, biar saya bantu bersihkan dulu pak"
"Halah tidak usah, pergi sana menyebalkan sekali"
"tapi pak saya benar benar minta maaf"
Albian ya pria yang zafira tabrak adalah Albian, si CEO muda yang dingin dan arogan, dia terus mengumpati zafira tanpa menoleh pada orang yang menabrak nya, saat Albian hendak menjawab lagi tanpa sengaja matanya bertemu dengan mata zafira, entah mengapa ada desiran aneh di hati Albian, tapi Albian cepat cepat menampik nya.
"sudah sana pergi jangan mengganggu ku, dasar wanita tidak punya mata" umpat Albian lalu pergi meninggalkan zafira yang melongo.
"dasar laki laki sableng, orang udah minta maaf juga, mau d bantuin malah nolak, sombong amat untung ganteng" ucap zafira sambil melangkah menuju toilet untuk segera berganti baju.
"arrrghhh dasar perempuan setres jadi kotor kan jas gua, bikin mood gua ancur aja" umpat Albian seraya berjalan terus menuju tempat khusus dimana para tamu yang sebagian besar adalah sponsor terselenggaranya kejuaraan ini.
"bos dari mana saja, tuan besar sudah menunggu anda dari tadi" ucap sandi sekertaris Albian.
"ada masalah sedikit tadi sama fina, d tambah ada kecelekaan dikit pas d lorong mau kesini, nih liat jas gua jadi kotor kena kopi".
"waduh bos, ko bisa kena kopi gini, bos ngelamun terus nabrak tembok apa gimana ini, mau saya ambilkan ganti jas baru d mobil bos?"
"entahlah gara gara si wanita setres yang tiba tiba nabrak gua bikin mood gua makin jelek aja, ga usah san nanggung udah di sini gapapa lah gua lepas aja jas nya".
"oke baiklah bos". ucap sandi pada bos nya.
Albian duduk di kursi yang disediakan khusus oleh panitia untuk para tuan yang jadi sponsor kejuaraan itu.
Zafira sudah siap dengan baju yang sudah di ganti dan menunggu panggilan untuk pertandingan final nya, dia kembali melakukan pemanasan sebelum turun kembali ke arena bertanding..
Zafira bertanding dengan apik, dia mampu mencetak poin lebih cepat dari lawan nya, tanpa Zafira sadari Albian ternyata memperhatikan di dari tempat VIP itu.
"hmmm hebat juga si wanita stres tidak punya mata itu"
pukulan dan tendangan zafira layangkan dan tepat sasaran hingga zafira unggul 7 poin dari lawan nya, hingga di detik detik terakhir zafira mengecoh lawan nya dengan pukulan kizame dan kembali mencetak poin kemudian "teeettt, waktu habis" pencatat waktu memberi tahu.
zafira bahagia kemudian sujud syukur atas kemenangan nya, sementara di ruang VIP sana Albian tersenyum penuh arti ketika melihat zafira berbahagia atas kemenangan nya, tanpa Albian sadari sebenar nya dia sedang kena virus jatuh cinta pada pandangan pertama, hanya saja dia tidak menyadari nya karena dia selalu beranggapan semua wanita sama cukup dengan uang uang uang mereka akan mendekat.