Aku sakit
Tak tahukah engkau
Ah, jelas saja
Karena mungkin bagimu aku hanya kenangan
[]
♥♥♥♥♥
“Achi, gimana? Udah dibawa semua berkasnya kan?” tanya Airin sambil berlari menghampiri sahabatnya yang baru tiba di gerbang fakultas.
“Bawa Rii. Gimana, masih sempat untuk dikumpul kan? Beneran besok jadwal sidang Achi, Rii?”
“Iya Chi. Tinggal traskip nilai Achi aja kok yang belum sama surat-surat ACC penelitian Achi kemarin. Skripsi Achi udah aku kasih ke tata usaha kok untuk diserahkan ke penguji.” Airin mengambil berkas-berkas yang dikeluarkan Achi dari dalam tasnya.
“Makasih banyak ya Rii. Achi nggak tahu lah kalau nggak ada Riichan disini. Aam baru sampek tadi malam, yang pas kita telpon-telponan itu. Makanya sempat bingung juga mau pamit pulang. Untung aja Aam bantu buat permisiin