===== BAB 89: Kunci yang Diserahkan ke Publik =====
Pernikahan mereka akan berdiri sendiri, terpisah dari memorial yang bukan milik mereka.
Pagi upacara, hujan turun ringan. Sinta memindahkan beberapa kursi ke ruang toko, tetapi halaman tetap dapat dipakai setelah kanopi diperiksa. Nara menolak menganggap hujan pertanda apa pun.
Ia bersiap di kamar belakang bersama Sinta dan Nisa. Mesin Dion bekerja di sudut karena Sinta masih menyelesaikan ujung kain pelanggan. Toko tidak berhenti menjadi tempat kerja demi berubah menjadi panggung.
Rafi datang dengan Hana serta Bayu. Ia tak membawa rombongan perusahaan. Maya tiba ditemani petugas, menyapa tamu, dan duduk pada baris kedua.
Upacara sipil dipimpin pejabat catatan yang tak terkait trust. Sebelum tanda tangan, pejabat bertanya tentang persetujuan, waktu meninjau perjanjian, dan kebebasan. Nara serta Rafi menjawab secara terpisah.
Janji mereka pendek. Nara berjanji mengatakan ya dan tidak dengan jujur, serta mendengar batas Rafi. Rafi berjanji tak menjadikan perlindungan sebagai kepemilikan dan tak meminta cinta membuktikan dirinya melalui pengorbanan.
Mereka tidak berjanji tak pernah pergi. Mereka berjanji bila keadaan berubah, percakapan dan hak akan dijaga.
Saat cincin dipasang, cincin lama tidak digunakan. Cincin baru polos dengan garis terbuka kecil pada bagian dalam, desain yang mereka pilih bersama setelah lamaran.
Ratih hadir tanpa membawa foto korban. Ia tersenyum ketika Sinta salah memberikan pena dan semua orang menunggu pena cadangan. Kesalahan kecil ditangani tanpa mengubah hari menjadi bencana.
Setelah tanda tangan, Nara dan Rafi berciuman setelah saling mengangguk. Tak ada kamera media, hanya foto pribadi yang hak baginya dibagikan kepada tamu.
Makan siang disajikan dari warung sekitar. Rafi membayar sesuai kontrak vendor dan memberi tip melalui kuitansi. Sinta menyumbangkan kue sebagai hadiah yang nilainya tak perlu diaudit oleh siapa pun selain mereka.
Maya tidak memberi pidato. Ia mengucapkan selamat kepada Nara dan bertanya sebelum memeluk. Nara menerima pelukan singkat tanpa menganggapnya pengampunan atas perkara.
Sore hari, perwakilan arsip publik datang bukan untuk upacara, melainkan penandatanganan terpisah yang sudah dijadwalkan. Ratih, Lila, Dewi, dan regulator menyerahkan Kunci Terakhir ke fasilitas nasional dengan kustodi bersama.
Nara serta Rafi hanya menjadi saksi warga. Mereka tak menyentuh pecahan. Dokumen memastikan akses penelitian memerlukan mandat, privasi keluarga terlindungi, dan Bintang tak dapat mengambil kembali perangkat.
Penandatanganan dilakukan setelah pesta selesai agar tidak menyatu dengan pernikahan. Para tamu yang tak berkaitan telah pulang. Tidak ada foto pasangan di depan kunci.
Rafi berkata perangkat itu akhirnya berada di tempat yang tak membutuhkan nama mereka untuk terbuka. Ratih menjawab penjaga masih harus diawasi, lalu menyerahkan segel kepada petugas.
Malamnya, Nara serta Rafi pulang ke apartemen Nara. Rafi membawa satu koper karena mereka akan tinggal bertahap. Apartemen Rafi tetap disewa enam bulan sesuai rencana.
Mereka menaruh salinan akta nikah di laci yang berbeda dari kontrak lama.
Pesta berakhir sebelum malam. Tamu membawa pulang makanan sisa dalam wadah, dan halaman dibersihkan oleh vendor yang dibayar, dibantu siapa pun yang ingin tanpa tekanan. Nara mengganti sepatu lalu ikut melipat satu meja sampai Sinta menyuruhnya berhenti.
Foto resmi menampilkan keluarga serta teman. Satu foto Nara, Rafi, Ratih, dan Bayu disimpan privat karena mereka tak ingin disebut rekonsiliasi korban dan Dirgantara. Momen itu hanya pertemanan yang dibangun melalui waktu.
Keira menelepon Rafi pada jadwal yang diizinkan sehari kemudian. Ia mengucapkan selamat dan tak meminta foto. Rafi menjanjikan satu salinan setelah Nara setuju, bukan karena ia malu pada sepupunya.
Maya kembali ke rumahnya bersama petugas. Ia meninggalkan amplop hadiah berisi surat, bukan uang. Rafi dan Nara membacanya setelah bulan madu singkat dan tak menjadikan isinya bagian upacara.
Bulan madu berlangsung tiga hari di kota pegunungan yang sama. Kali ini mereka memilih satu kamar dengan balkon terbuka dan sepakat siapa pun dapat meminta ruang. Tidak ada insiden besar, hanya hujan, makanan hangat, dan satu pertengkaran kecil soal arah.
Saat pulang, mereka memperbarui kuasa medis dan kontak darurat dengan status baru. Dokumen pernikahan membuka hak terbatas yang mereka pilih, bukan server atau aset perusahaan.
Arsip mengirim bukti penerimaan serta jadwal audit tahunan. Ratih menerima akses pengawas, sementara Nara dan Rafi hanya memiliki hak publik sama seperti warga lain. Bila ingin melihat pecahan, mereka harus mengajukan permohonan.
Pada minggu pertama tinggal bersama, Rafi menaruh barang di ruang kerja Nara tanpa bertanya. Nara menegur, Rafi memindahkan, dan mereka memperbarui pembagian lemari. Pernikahan baru tak langsung membuat semua kebiasaan matang.
Mereka membuka rekening rumah dengan setoran proporsional. Pembelian di atas batas tertentu memerlukan persetujuan dua orang; kebutuhan pribadi tetap dari rekening masing-masing. Laporan blind trust tak masuk rekening itu.
Foto pernikahan dibagikan kepada tamu lewat tautan yang kedaluwarsa. Nara memilih tiga foto untuk dicetak, tak satu pun menampilkan dokumen arsip atau Kunci Terakhir.
Pagi setelah pulang, mereka membuat sarapan dan membahas jadwal kerja. Akta nikah tak mengubah rapat Senin, terapi Rafi, atau hak Nara menutup pintu ruang kerjanya.
Pernikahan mereka membawa dua cincin dan satu akta, tidak satu pun menjadi kartu akses.
Kunci Terakhir menjadi milik publik pada hari yang tidak menjadikannya hadiah pernikahan.